MATERI CERAMAH AGAMA
Sunnah-Sunnah Sholat: Menyempurnakan Ibadah, Meraih Cinta Allah
Oleh: Wahyu Salim, S.Ag
Penyuluh Agama Islam
KUA Padang Panjang Timur
Muqaddimah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul dalam majelis ilmu yang insya Allah dirahmati oleh Allah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Salah satu tanda ketakwaan adalah memperbaiki kualitas sholat kita. Tidak hanya menjaga rukun dan syaratnya, tetapi juga berusaha menghidupkan sunnah-sunnah sholat sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Allah Ta’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya.”
(QS. Al-Mu’minun: 1–2)
Ayat ini menunjukkan bahwa keberuntungan seorang mukmin sangat berkaitan dengan kualitas sholatnya.
Mengapa Sunnah Sholat Penting?
Dalam Kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa sunnah-sunnah sholat adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak membatalkan sholat, namun mengurangi kesempurnaan sholat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”
(HR. al-Bukhari)
Hadis ini menjadi dasar bahwa setiap gerakan dan bacaan yang dicontohkan Nabi ﷺ memiliki nilai ibadah dan hikmah yang besar.
Sunnah-Sunnah Sholat yang Perlu Dihidupkan
1. Niat di Dalam Hati
Niat adalah amalan hati, ia termasuk fardhu shalat. Dalam hal lafal, Sayyid Sabiq menegaskan bahwa niat tidak disyaratkan dilafalkan dengan lisan. Yang penting adalah kesadaran bahwa kita sedang melaksanakan sholat tertentu karena Allah.
Sebelum takbiratul ihram, hadirkan dalam hati: “Saya sholat Zuhur empat rakaat karena Allah Ta’ala.” Niat yang benar akan melahirkan keikhlasan.
2. Mengangkat Kedua Tangan Saat Takbiratul Ihram
Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau pundak ketika memulai sholat.
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
“Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar kedua pundaknya ketika memulai sholat.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Gerakan ini mengandung makna menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.
3. Meletakkan Tangan Kanan di Atas Tangan Kiri
Setelah takbiratul ihram, Rasulullah ﷺ meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada.
Ini adalah sikap hormat seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Dalam Fiqh Sunnah dijelaskan bahwa amalan ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan.
4. Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah.
Di antaranya:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Doa ini mengajarkan kita memuji Allah sebelum bermunajat kepada-Nya.
5. Membaca Ta’awudz
Sebelum membaca Al-Fatihah, disunnahkan membaca:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Allah berfirman:
“Apabila engkau membaca Al-Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
(QS. An-Nahl: 98)
Ini menunjukkan bahwa sholat adalah ibadah yang harus dijaga dari gangguan setan.
6. Membaca Surah Setelah Al-Fatihah
Pada dua rakaat pertama sholat fardhu, Rasulullah ﷺ membaca surah atau beberapa ayat setelah Al-Fatihah.
Meskipun tidak wajib, amalan ini menambah kesempurnaan dan kekhusyukan sholat.
Ruku’ dan Sujud dengan Tuma’ninah
7. Ruku’ dengan Tuma’ninah
Ruku’ bukan sekadar membungkuk, tetapi dilakukan dengan tenang hingga punggung lurus.
Disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
minimal tiga kali.
Rasulullah ﷺ pernah menegur seseorang yang sholat terlalu cepat dan bersabda:
“Kembalilah dan sholatlah, karena engkau belum sholat.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
8. I’tidal dengan Tuma’ninah
Bangkit dari ruku’ dengan tenang sambil membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
lalu
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Banyak orang terburu-buru pada posisi ini, padahal Rasulullah ﷺ memanjangkannya.
9. Sujud dengan Tuma’ninah
Sujud adalah posisi paling mulia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud.”
(HR. Muslim)
Disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
minimal tiga kali.
Duduk di Antara Dua Sujud
10. Duduk dengan Tuma’ninah
Jangan tergesa-gesa.
Bacalah doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي
Doa ini mencakup ampunan, rahmat, rezeki, petunjuk, dan kesehatan.
Tasyahhud dan Salam
11. Duduk Tasyahhud Awal
Pada rakaat kedua sholat tiga atau empat rakaat, Rasulullah ﷺ duduk tasyahhud awal dengan penuh ketenangan.
12. Membaca Shalawat kepada Nabi ﷺ
Pada tasyahhud akhir, disunnahkan membaca shalawat Ibrahimiyah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi…”
(QS. Al-Ahzab: 56)
13. Salam Menoleh ke Kanan dan ke Kiri
Rasulullah ﷺ mengakhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Ini menandai bahwa setelah bermunajat kepada Allah, kita kembali membangun hubungan baik dengan sesama manusia.
Dzikir Setelah Sholat
Dalam Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq juga menjelaskan dzikir setelah sholat, di antaranya:
Istighfar tiga kali.
Membaca Ayat Kursi.
Membaca Subhanallah 33 kali.
Alhamdulillah 33 kali.
Allahu Akbar 34 kali.
Dzikir ini merupakan penyempurna sholat dan penyejuk hati.
Hikmah Menghidupkan Sunnah Sholat
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Menghidupkan sunnah-sunnah sholat memberikan banyak manfaat:
Menyempurnakan kekurangan sholat wajib.
Menambah pahala.
Menumbuhkan kekhusyukan.
Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
Mendatangkan cinta Allah.
Dalam hadis qudsi Allah berfirman:
“Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.”
(HR. al-Bukhari)
Perhatikan, jalan menuju cinta Allah bukan hanya melalui ibadah wajib, tetapi juga dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah.
Penutup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita evaluasi sholat kita. Mungkin selama ini sholat kita sah, tetapi belum indah. Mungkin benar, tetapi belum sempurna. Mulai hari ini, mari kita biasakan satu demi satu sunnah sholat.
Angkat tangan ketika takbiratul ihram, baca doa iftitah, ta’awudz, baca surah setelah Al-Fatihah, ruku’ dan sujud dengan tuma’ninah, duduk dengan tenang, membaca shalawat, dan memperbanyak dzikir setelah sholat.
Jangan merasa sunnah itu kecil. Justru dari amalan-amalan kecil yang dilakukan terus-menerus, Allah membangun kedekatan seorang hamba dengan-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga sholatnya, menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ, dan memperoleh keberkahan serta cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.png)










.png)




