NASKAH CERAMAH RAMADHAN (22)
MALAM-MALAM AKHIR RAMADHAN: SAATNYA MEMPERBANYAK AMAL
Muhasabah Diri Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah
Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Mukadimah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah Ramadhan yang dimuliakan Allah,
Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberi kesempatan bertemu dengan malam-malam terakhir bulan Ramadhan, malam-malam yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Namun pertanyaannya adalah:
Apa yang sudah kita lakukan selama Ramadhan ini?
Apakah kita sudah memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya?
Malam-malam terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak amal dan melakukan muhasabah diri.
Keutamaan Malam-Malam Terakhir Ramadhan
Rasulullah ﷺ memberikan contoh yang sangat luar biasa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan:
قالت عائشة رضي الله عنها:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
Artinya:
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa malam-malam terakhir Ramadhan adalah momentum meningkatkan ibadah secara maksimal.
Adanya Malam Lailatul Qadar
Salah satu keistimewaan malam terakhir Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1–3
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
Seribu bulan setara dengan 83 tahun lebih.
Artinya, siapa yang beribadah pada malam tersebut dengan penuh iman, maka seolah-olah ia beribadah selama puluhan tahun.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Muhasabah Diri di Akhir Ramadhan
Jamaah yang dirahmati Allah,
Malam-malam terakhir Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk muhasabah diri.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Muhasabah berarti mengoreksi diri, melihat kembali amal-amal yang telah kita lakukan.
Kita perlu bertanya pada diri sendiri:
Apakah puasa kita benar-benar mendidik hati kita?
Apakah sholat kita semakin khusyuk?
Apakah kita semakin dekat dengan Al-Qur'an?
Apakah kita meninggalkan dosa dan maksiat?
Ramadhan seharusnya mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Amal-Amal yang Dianjurkan di Malam Terakhir Ramadhan
Ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadhan.
1. Qiyamul Lail (Sholat Malam)
Rasulullah ﷺ sangat memperbanyak sholat malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Sholat malam merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah.
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur'an.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
Karena itu, memperbanyak tilawah adalah amalan yang sangat utama.
3. Memperbanyak Doa
Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?”
Rasulullah menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)
4. I'tikaf di Masjid
I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah.
Dalam hadis disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Rasulullah beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan Menjadi Orang yang Merugi di Akhir Ramadhan
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada orang yang sangat merugi ketika Ramadhan berlalu.
Beliau bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan, namun Ramadhan berlalu sebelum dosa-dosanya diampuni.”
(HR. Tirmidzi)
Jangan sampai kita termasuk orang yang Ramadhannya berlalu tanpa perubahan dan tanpa ampunan.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Malam-malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas yang mungkin tidak akan kita temui lagi tahun depan.
Karena itu mari kita:
Memperbanyak sholat malam
Membaca Al-Qur'an
Memperbanyak doa
Bersedekah
Beri'tikaf di masjid
Memohon ampun kepada Allah
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar.
Doa Penutup
اللهم بلغنا ليلة القدر، واجعلنا من عتقائك من النار.
Ya Allah, pertemukan kami dengan malam Lailatul Qadar dan jadikan kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka.
اللهم تقبل منا صيامنا وقيامنا وسائر أعمالنا.
Ya Allah terimalah puasa kami, sholat kami, dan seluruh amal ibadah kami.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
والحمد لله رب العالمين.
.png)

.png)
.png)
.png)
.png)

.png)
.jpeg)
.png)




.png)

