Padang Panjang, 4 Agustus 2026 — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 terasa khidmat di Aula Serbaguna Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Selasa (4/8/2026), ketika ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Do’a dan Zikir Kebangsaan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian Do’a dan Zikir Kebangsaan yang sebelumnya telah digelar secara nasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dan dihadirkan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang sebagai ikhtiar menghadirkan semangat spiritual, nasionalisme, dan harapan bagi seluruh warga binaan.
Sebelum pelaksanaan zikir dan doa bersama, kegiatan diawali dengan Lomba Azan Antar Kamar WBP, yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Warga Binaan Pemasyarakatan bidang keagamaan. Lomba tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi ajang pembinaan bakat serta keberanian warga binaan dalam syiar Islam.
Pembina Kerohanian Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Rino, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Do’a dan Zikir Kebangsaan sangat selaras dengan arah pembinaan kepribadian dan kegiatan Porseni bidang keagamaan yang tengah dilaksanakan di lingkungan Rutan.
“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memperkuat dimensi spiritual warga binaan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Ini sejalan dengan tujuan pembinaan pemasyarakatan agar warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Padang Panjang, Wahyu Salim, S.Ag., yang memimpin rangkaian kegiatan, sesuai pesan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Do’a dan Zikir Kebangsaan mengusung tiga pesan utama yang menjadi ruh dari kegiatan tersebut.
“Pertama, mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa. Kedua, menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai amanah yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ketiga, menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia akan semakin baik, semakin maju, dan semakin sejahtera apabila seluruh anak bangsa terus berbenah dan memperbaiki diri,” ungkap Wahyu Salim di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa warga binaan merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang juga memiliki hak untuk berharap, memperbaiki diri, dan berkontribusi positif bagi negeri. Karena itu, pembinaan keagamaan harus menjadi ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat kebangsaan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Zikir kebangsaan dipandu oleh Ust. Fadrizal, yang mengajak seluruh peserta melantunkan zikir, istighfar, dan salawat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus doa untuk keselamatan bangsa Indonesia. Suasana aula berubah menjadi hening dan syahdu ketika lantunan zikir bergema di antara para warga binaan.
Selanjutnya, taushiyyah disampaikan oleh Ust. Harmen, yang mengangkat tema pentingnya taubat, memperbaiki diri, dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memerdekakan diri dari keburukan, kemalasan, dan putus asa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan kembali kepada jalan Allah SWT.
Puncak kegiatan ditandai dengan Do’a Kebangsaan yang dipimpin oleh Wahyu Salim, mengacu pada teks Do’a dan Zikir Kebangsaan yang dibacakan pada kegiatan nasional di Monas. Agar semangat dan pesan doa tersebut tetap hidup dalam ingatan serta menjadi bagian dari dokumentasi sejarah kegiatan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang, berikut doa yang dipanjatkan bersama seluruh peserta:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَىٰ صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ
“Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Bertawajjuh.
Malam ini kami warga bangsa Indonesia kembali bersimpuh,
Berkumpul senandungkan zikir dan doa dengan bergemuruh,
Persembahkan syukur atas karunia kemerdekaan sebagai suluh,
Anugerahkan bangsa kami persatuan dan kesatuan yang tangguh,
Agar kemajuan dan kesejahteraan bangsa kami terus tumbuh.”
“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Cahaya,
Cahaya Wajah-Mu menyinari dan menembus alam raya,
Sinarilah selalu relung hati, pikiran dan langkah kami dengan cahaya,
Bekalilah perjuangan kami dengan semangat yang terus membahana,
Ungkapkan syukur dalam etos kerja dan kesungguhan berkarya,
Persembahkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.”
“Ya Allah, Tuhan Yang Titahkan Kami Bersyukur,
Anugerahkanlah kami kemampuan untuk persembahkan syukur,
Atas semua karunia-Mu yang telah terhampar dan tertabur,
Tetapkanlah kemuliaan surga-Mu untuk para pahlawan yang gugur,
Mampukan kami meneladani mereka dalam bersikap dan bertutur,
Wariskan pada kami kearifan dan keindahan budaya para leluhur,
Wujudkanlah cita kami, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Suci,
Anugerahi kami kebeningan hati, hasrat yang tulus dan suci,
Untuk membangun bangsa dan terus memajukan ibu pertiwi,
Mempersembahkan karya-karya terbaik dan mengukir prestasi,
Semua elemen bangsa bergotongroyong, bersinergi dan kolaborasi,
Memelihara jalinan persaudaraan, tenggang rasa dan toleransi.”
“Ya Allah, Tempat Semua Asa dan Cita Tertuju,
Rahmat dan berkah-Mu selalu kami damba dan kami rindu,
Semoga para pemimpin kami selalu dalam lindungan dan bimbingan-Mu,
Bangsa kami dalam keindahan cahaya cinta dan kesejukan kalbu,
Wujudkanlah bangsa kami dalam kemurahan kasih karunia-Mu,
Bangsa yang Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Doa tersebut diaminkan dengan penuh haru oleh seluruh peserta, menciptakan suasana yang menggetarkan hati dan memperkuat harapan agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberi persatuan, kedamaian, serta kemajuan yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, keselamatan Indonesia, dan keberhasilan seluruh rangkaian peringatan HUT RI Ke-81 di Rutan Kelas IIB Padang Panjang. Warga binaan tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib, penuh perhatian, dan antusias.
Melalui Do’a dan Zikir Kebangsaan ini, Rutan Kelas IIB Padang Panjang menegaskan komitmennya bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek hukum dan kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan spiritual, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan, sehingga warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai insan yang lebih baik, religius, dan cinta tanah air.
Semangat yang bergema dari Aula Serbaguna Rutan Kelas IIB Padang Panjang hari itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah, persatuan adalah kekuatan, dan harapan adalah jalan menuju Indonesia yang semakin baik. UWaS




.png)










