NASKAH CERAMAH RAMADHAN
QIYAMUL LAIL: MENGHIDUPKAN MALAM-MALAM RAMADHAN
Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Muqaddimah
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah kaum muslimin rahimakumullāh,
Di antara ibadah agung yang menjadi ciri orang-orang bertakwa di bulan Ramadhan adalah Qiyamul Lail — menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, doa dan munajat kepada Allah ﷻ.
I. Dasar Qiyamul Lail dalam Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit darinya.”
(QS. Al-Muzzammil: 1–2)
Ayat ini menjadi perintah langsung untuk menghidupkan malam dengan ibadah.
Dalam ayat lain Allah memuji hamba-hamba-Nya yang bangun malam:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap…”
(QS. As-Sajdah: 16)
Dan Allah juga menyebut mereka sebagai hamba pilihan:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati… dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.”
(QS. Al-Furqan: 63–64)
Ini menunjukkan bahwa qiyamul lail adalah karakter orang bertakwa.
II. Qiyamul Lail dalam Sunnah Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ sangat menjaga shalat malam, terlebih di bulan Ramadhan.
Beliau bersabda:
“Barangsiapa yang menegakkan (qiyam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari no. 37 dan Muslim ibn al-Hajjaj no. 759)
Dalam hadis lain disebutkan:
“Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim ibn al-Hajjaj no. 1163)
Dan khusus pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā berkata:
“Apabila masuk sepuluh malam terakhir, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggangnya.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
III. Keutamaan Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan
Penghapus dosa
Berdasarkan hadis “ghufira lahu ma taqaddama min dzambih.”
Mendekatkan diri kepada Allah
Malam adalah waktu mustajab untuk doa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir…”
(HR. Muhammad al-Bukhari no. 1145)Melatih keikhlasan
Ibadah malam jauh dari riya dan pujian manusia.
Menguatkan ruhiyah dan ketakwaan
Qiyamul lail adalah madrasah spiritual.
IV. Bentuk Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan
Shalat Tarawih
Dilakukan setelah shalat Isya.
Boleh 8 atau 20 rakaat sesuai ijtihad ulama.
Shalat Witir
Penutup shalat malam.
Tahajud di Sepertiga Malam
Waktu paling utama.
Tilawah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Doa dan Istighfar
Terutama pada malam Lailatul Qadar.
V. Hikmah Menghidupkan Malam Ramadhan
Menghidupkan hati yang lalai
Menumbuhkan rasa tawadhu
Menguatkan kesabaran
Membentuk pribadi bertakwa
Orang yang hidup malamnya, akan hidup pula jiwanya.
Penutup
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun. Jangan sampai malam-malamnya berlalu tanpa sujud dan tangisan taubat kita.
Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan ruhiyah dengan Qiyamul Lail.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang disebut dalam firman-Nya:
“Sedikit sekali dari mereka yang tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.”
(QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wallahu A'lam
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.




.png)
.png)
.png)


.png)
.png)
.png)

.png)






