KEMENTERIAN AGAMA KOTA PADANG PANJANG TERIMA PENGHARGAAN DARI KEMENTERIAN IMIPAS
Peran Aktif Penyuluh Agama dalam Pembinaan Warga Binaan Diapresiasi
Padang Panjang, 21 Maret 2026 — Kementerian Agama Kota Padang Panjang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata para penyuluh agama dalam memberikan bimbingan keagamaan serta pembinaan kerohanian kepada warga binaan pemasyarakatan.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang dalam rangkaian kegiatan pemberian remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, yang dilaksanakan pada Sabtu (21/3/2026). Acara ini berlangsung khidmat setelah pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang diikuti oleh warga binaan dan jajaran petugas pemasyarakatan.
Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 105 orang warga binaan menerima remisi khusus Hari Raya Idul Fitri, dengan besaran pengurangan masa hukuman yang bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 2 bulan. Pemberian remisi ini menjadi bagian dari upaya pembinaan sekaligus bentuk penghargaan atas perilaku baik selama menjalani masa pidana.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kota Padang Panjang, Wahyu Salim, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi para penyuluh agama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan spiritual di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas penghargaan ini, apalagi ditandatangani langsung oleh Dirjen Pemasyarakatan atas nama Menteri IMIPAS. Ini menjadi bukti bahwa peran penyuluh agama benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Wahyu Salim.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan dapat terus diperkuat ke depan. Menurutnya, pembinaan keagamaan bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan indeks kesalehan umat yang mencakup empat dimensi utama, yaitu:
Kesalehan Ritual, sebagai wujud hubungan yang kuat dengan Allah SWT;
Kesalehan Sosial, dalam membangun hubungan harmonis antar sesama manusia;
Kesalehan Moralitas, dengan mengedepankan nilai integritas dan kejujuran;
Kesalehan Kebangsaan, sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.
“Ini adalah tugas kita bersama. Pembinaan keagamaan harus mampu melahirkan pribadi yang tidak hanya taat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas moral, dan semangat kebangsaan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Rutan Kelas IIB Padang Panjang mengapresiasi peran aktif para penyuluh agama yang secara konsisten hadir memberikan pembinaan rohani bagi warga binaan. Program penyuluhan ini dinilai sangat membantu dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi semakin bermakna dengan adanya penghargaan ini, yang sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Dengan capaian ini, Kementerian Agama Kota Padang Panjang diharapkan terus menjadi pelopor dalam penguatan pembinaan keagamaan yang berdampak luas, tidak hanya di tengah masyarakat umum, tetapi juga bagi mereka yang sedang menjalani proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog ringan triparti antara Rutan, Koramil & Penyuluh Agama tentang ketahanan pangan, dampak MBG & penegakkan hukum. UWaS








.png)

.png)


.png)
.png)

.png)
.png)