NASKAH CERAMAH RAMADHAN (6)
Judul: “Makna Iman yang Hidup di Bulan Ramadhan”
Oleh: Wahyu Salim
(Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang)
🌙 Muqaddimah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang di dalamnya iman diuji, dibersihkan, dan dihidupkan kembali. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan umat manusia.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah bulan menghidupkan iman. Pertanyaannya, apakah iman kita benar-benar hidup? Ataukah hanya sekadar rutinitas tahunan?
1️⃣ Hakikat Iman dalam Islam
Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah:
Keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka…”
(QS. Al-Anfal: 2)
Ayat ini menegaskan bahwa iman itu dinamis — bisa bertambah dan bisa berkurang.
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan iman tersebut.
2️⃣ Ramadhan sebagai Madrasah Iman
Allah SWT berfirman:
“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Perhatikan panggilan ayat ini: “Wahai orang-orang yang beriman.”
Artinya, puasa adalah perintah untuk orang beriman, dan tujuannya adalah meningkatkan ketakwaan — yang merupakan buah dari iman yang hidup.
3️⃣ Tanda-Tanda Iman yang Hidup di Bulan Ramadhan
🌿 1. Hati Lebih Lembut
Orang yang imannya hidup akan mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.”
(HR. Ahmad)
Jika Ramadhan membuat kita lebih rajin membaca Al-Qur’an, itu tanda iman sedang hidup.
🌿 2. Ringan Melakukan Kebaikan
Shalat tarawih, sedekah, bangun sahur, qiyamul lail — terasa ringan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kalimat “karena iman” menunjukkan bahwa ibadah Ramadhan harus dilandasi iman yang hidup, bukan sekadar ikut-ikutan.
🌿 3. Meninggalkan Maksiat
Iman yang hidup akan menahan lisan, menjaga pandangan, dan mengontrol emosi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan dosa.
4️⃣ Contoh Iman yang Hidup
Hadirin yang dirahmati Allah,
Iman yang hidup bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari:
Seorang pedagang tetap jujur meskipun pembeli tidak tahu kualitas barangnya.
Seorang pegawai tetap disiplin walau sedang berpuasa.
Seorang anak muda menjaga pergaulan dan pandangan meskipun godaan besar.
Itulah iman yang bekerja.
Ramadhan melatih kita untuk merasa diawasi Allah meskipun tidak ada manusia yang melihat.
5️⃣ Bahaya Iman yang “Musiman”
Sebagian orang rajin ibadah hanya di bulan Ramadhan, tetapi setelah Syawal kembali lalai.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu seperti perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali.”
(QS. An-Nahl: 92)
Artinya, jangan rusak amal yang telah kita bangun.
Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar ritual tahunan.
6️⃣ Cara Menjaga Iman Tetap Hidup
Konsisten membaca Al-Qur’an setiap hari.
Menjaga shalat berjamaah.
Membiasakan sedekah.
Memilih lingkungan yang baik.
Memperbanyak doa.
Rasulullah ﷺ sering berdoa:
“Yā muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)
Karena hati manusia mudah berubah.
✨ Penutup
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah bulan menghidupkan iman.
Jika hati kita lebih lembut, ibadah lebih khusyuk, dosa mulai kita tinggalkan — itu tanda iman sedang bertumbuh.
Mari jadikan Ramadhan sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih bertakwa.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang imannya terus hidup, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang hayat.
Wallahu A'lam
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


.png)
.png)
.png)


.png)
.png)
.png)

.png)








