NASKAH CERAMAH RAMADHAN (27)
MELANGITKAN DO'A DI MALAM-MALAM PENENTUAN
(Tinjauan Al-Qur'an dan Sunnah)
Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Muqaddimah
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد،
Hadirin kaum muslimin yang dimuliakan Allah.
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Terlebih di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Kini kita telah memasuki malam-malam terakhir Ramadhan, malam-malam yang sangat menentukan kualitas ibadah kita selama satu bulan penuh.
Keutamaan Malam-Malam Terakhir Ramadhan
Allah SWT memberikan kemuliaan luar biasa pada malam-malam akhir Ramadhan, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar.
Allah berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Para ulama menjelaskan bahwa amal ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan atau sekitar 83 tahun.
Karena itulah Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Rasulullah Memperbanyak Ibadah dan Doa
Dalam sebuah hadis disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
"Dari Aisyah RA berkata: Nabi SAW apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan bersungguh-sungguh dalam ibadah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu ibadah paling agung pada malam tersebut adalah doa.
Mengapa Kita Harus Melangitkan Doa?
Karena doa adalah senjata orang beriman.
Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian."
(QS. Ghafir: 60)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ
أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
"Apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini berada di tengah ayat-ayat tentang puasa Ramadhan, yang menunjukkan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berdoa.
Doa Terbaik di Malam Lailatul Qadar
Suatu ketika Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟
"Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku baca?"
Rasulullah SAW menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku."
(HR. Tirmidzi)
Doa ini menunjukkan bahwa permohonan ampunan adalah doa paling utama pada malam penentuan tersebut.
Apa Saja yang Patut Kita Doakan?
Pada malam-malam terakhir Ramadhan, kita dianjurkan memohon:
1. Ampunan dosa
Karena manusia tidak luput dari kesalahan.
2. Keteguhan iman
Agar tetap istiqamah setelah Ramadhan.
3. Kebaikan dunia dan akhirat
Doa yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur'an:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Al-Baqarah: 201)
Cara Menghidupkan Malam-Malam Terakhir Ramadhan
Agar malam-malam ini benar-benar menjadi malam penentuan, maka kita bisa mengisinya dengan:
Qiyamul Lail (shalat malam)
Membaca Al-Qur'an
Banyak beristighfar
Bersedekah
Memperbanyak doa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penutup
Hadirin yang dimuliakan Allah.
Malam-malam terakhir Ramadhan adalah malam penentuan bagi kehidupan kita.
Bisa jadi Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita.
Karena itu mari kita melangitkan doa, mengetuk pintu langit dengan penuh harap, memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, menerima seluruh amal ibadah kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang kembali fitrah.
آمين يا رب العالمين

Tidak ada komentar:
Posting Komentar