Selasa, 28 April 2026

INTENSIFKAN LITERASI AL-QUR’AN, PENYULUH AGAMA GELAR HALAQAH QUR’AN BAGI WBP


INTENSIFKAN LITERASI AL-QUR’AN, PENYULUH AGAMA GELAR HALAQAH QUR’AN BAGI WBP

Padang Panjang, Selasa 28 April 2026 — Dalam upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar kegiatan pembinaan kerohanian melalui program Halaqah Qur’an di lingkungan Rutan Kelas IIB Padang Panjang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran kelompok kecil, di mana setiap penyuluh agama bertindak sebagai mentor bagi sekitar 10 orang WBP. Pola halaqah ini dinilai efektif karena memungkinkan interaksi yang lebih intensif, sehingga setiap peserta mendapatkan perhatian yang cukup dalam belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an.

Ketua IPARI Kota Padang Panjang, Wahyu Salim, menjelaskan bahwa metode halaqah dipilih untuk memastikan proses pembinaan berjalan lebih personal dan terarah.
“Melalui kelompok kecil, kita bisa memantau perkembangan masing-masing WBP secara lebih dekat. Target kita bukan hanya kemampuan membaca, tetapi juga tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an serta perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala KUA Padang Panjang Timur, Masrizon, yang turut hadir langsung sebagai mentor dalam halaqah tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan keagamaan di dalam rutan benar-benar menyentuh kebutuhan para WBP. Al-Qur’an adalah sumber ketenangan dan petunjuk hidup. Dengan mendekatkannya kepada Al-Qur’an, kita berharap lahir perubahan yang nyata dalam diri mereka,” ungkapnya.

Suasana halaqah berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Para WBP tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari perbaikan bacaan (tahsin), hafalan (tahfiz), hingga pemahaman dasar kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Interaksi yang terbangun antara mentor dan peserta menciptakan ruang belajar yang humanis dan membangun semangat baru bagi para WBP untuk memperbaiki diri.

Usai kegiatan halaqah, rombongan penyuluh agama melanjutkan agenda dengan silaturrahim ke ruang kerja Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang yang baru, Bapak Novri Abbas. Dalam suasana ramah tamah yang penuh keakraban, Kepala Rutan menyampaikan apresiasi atas kontribusi para penyuluh agama selama ini.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama yang telah terjalin. Pembinaan kerohanian seperti ini sangat penting dalam membentuk kepribadian WBP. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga dapat dikembangkan ke arah pembinaan kemandirian agar WBP memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antara Kementerian Agama melalui para penyuluh agama dengan pihak pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang komprehensif, mencakup aspek spiritual dan sosial.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang bermanfaat. Melalui Halaqah Qur’an ini, diharapkan para WBP tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup menuju perubahan yang lebih positif dan bermakna. UWaS


Tidak ada komentar: