Cinta Dunia dan Takut Mati: Penyakit Hati Umat Akhir Zaman serta Solusinya
Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Pendahuluan
Salah satu fenomena yang paling terasa di tengah kehidupan modern saat ini adalah kecintaan berlebihan terhadap dunia dan ketakutan yang mendalam terhadap kematian. Banyak orang rajin bekerja, mengejar harta, jabatan, dan kenyamanan hidup, namun gelisah ketika mendengar kata sakit, usia tua, apalagi kematian. Padahal, kematian adalah kepastian yang tidak bisa ditunda atau dihindari.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa kondisi ini bukan sekadar masalah psikologis, melainkan penyakit hati dan tanda kelemahan iman.
Cinta Dunia dan Takut Mati dalam Pandangan Islam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hampir saja bangsa-bangsa lain memperebutkan kalian sebagaimana orang-orang memperebutkan hidangan.”
Para sahabat bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit saat itu?”
Beliau menjawab:
“Tidak, bahkan kalian banyak. Tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut musuh terhadap kalian dan menanamkan penyakit wahn di hati kalian.”
Para sahabat bertanya, “Apa itu wahn, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
“Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan bahwa cinta dunia dan takut mati bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga melemahkan umat secara kolektif.
Hakikat Dunia Menurut Al-Qur’an
Al-Qur’an tidak melarang manusia memiliki dunia, namun melarang dunia menguasai hati.
Allah SWT berfirman:
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan.”
(QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini mengingatkan bahwa dunia bersifat sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan utama.
Mengapa Manusia Takut Mati?
Beberapa sebab utama ketakutan terhadap kematian antara lain:
Kurangnya persiapan akhirat
Banyaknya dosa yang belum ditaubati
Terlalu nyaman dengan kenikmatan dunia
Minimnya pemahaman tentang rahmat Allah
Padahal Allah SWT menegaskan:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Takut mati tanpa iman akan melahirkan kecemasan, tetapi takut mati dengan iman akan melahirkan kesiapan.
Solusi Islami Mengatasi Cinta Dunia dan Takut Mati
1. Meluruskan Orientasi Hidup
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”
(HR. Bukhari)
Seorang musafir tidak membangun istana di tempat singgahannya; ia hanya mempersiapkan bekal untuk perjalanan.
2. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Kematian
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).”
(HR. Tirmidzi)
Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, tetapi membersihkan hati dari kesombongan dan kelalaian.
3. Menyeimbangkan Dunia dan Akhirat
Allah SWT berfirman:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qashash: 77)
Islam mengajarkan keseimbangan, bukan pelarian dari dunia, tetapi pengendalian dunia.
4. Memperbanyak Amal Saleh dan Taubat
Rasa takut mati akan berkurang ketika seseorang merasa siap bertemu Allah.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Penutup
Cinta dunia dan takut mati bukanlah hal sepele, melainkan penyakit hati yang dapat melemahkan iman, keberanian, dan kualitas hidup seorang Muslim. Islam tidak mengajarkan kita membenci dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan tujuan akhir.
Ketika hati dipenuhi iman, amal saleh, dan harapan akan rahmat Allah, maka kematian tidak lagi menjadi momok menakutkan, melainkan pintu menuju perjumpaan dengan Rabb Yang Maha Pengasih.
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.”
(QS. Al-Fajr: 27–28)
Semoga materi ini menjadi pengingat, pencerah, dan penguat iman bagi kita semua.
Wallahu a‘lam bish-shawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar