Penyuluh Agama Peduli: IPARI Kota Padang Panjang Serahkan Donasi dan Lakukan Trauma Healing bagi Warga Terdampak
Padang Panjang — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Padang Panjang menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak musibah dengan menyalurkan donasi serta melakukan pendampingan trauma healing pada 11–12 Desember 2025.
Kegiatan bertajuk “Penyuluh Agama Peduli” ini dipimpin langsung oleh Ketua IPARI Kota Padang Panjang, Wahyu Salim, bersama 13 Penyuluh Agama Islam se-Kota Padang Panjang. Mereka turun langsung ke lokasi warga terdampak untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan penguatan psikososial dan spiritual.
Donasi yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan harian, serta bantuan lain yang dibutuhkan masyarakat. Namun lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran para penyuluh agama dimaksudkan untuk menghadirkan ketenangan batin, harapan, dan pemulihan mental bagi warga yang masih mengalami guncangan pascabencana.
Pendekatan Trauma Healing Berbasis Nilai Keagamaan
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh menerapkan pendekatan trauma healing yang bersifat persuasif dan religius. Melalui dialog hangat, doa bersama, tausiyah singkat, serta pendampingan personal, warga diajak untuk mengekspresikan perasaan, menguatkan kembali rasa aman, dan menumbuhkan optimisme menghadapi masa depan.
Ketua IPARI Kota Padang Panjang, Wahyu Salim, menyampaikan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat mereka berada dalam kondisi paling rentan.
“Penyuluh agama harus menjadi sahabat umat, hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan, ketenangan, dan keyakinan bahwa setiap ujian adalah bagian dari kasih sayang Allah SWT,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa trauma akibat musibah tidak selalu tampak secara fisik, namun dapat membekas dalam jiwa. Oleh karena itu, pendekatan spiritual dan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Menguatkan Nilai Solidaritas dan Kepedulian Sosial
Kehadiran 14 Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan ini menjadi simbol kuatnya solidaritas dan komitmen IPARI Kota Padang Panjang dalam menjalankan fungsi pembinaan umat. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat moderasi beragama dan penguatan nilai empati sosial di tengah masyarakat.
Warga terdampak menyambut hangat kegiatan tersebut dan mengaku merasa diperhatikan serta dikuatkan, baik secara lahir maupun batin. Doa-doa yang dipanjatkan bersama menjadi momen haru yang menguatkan ikatan antara penyuluh dan masyarakat.
Melalui kegiatan Penyuluh Agama Peduli, IPARI Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah umat, menjadi jembatan harapan, serta berperan aktif dalam pemulihan sosial dan spiritual masyarakat pascabencana. UWaS


Tidak ada komentar:
Posting Komentar