Narasi Ceramah Singkat untuk Video Pendek (Durasi 60–90 Detik)
Kampanye Mengatasi Sampah Pangan: Perilaku Baik, Tidak Mubazir
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudaraku yang dirahmati Allah, pernahkah kita menyisakan nasi di piring, membuang makanan yang masih layak, atau membeli makanan secara berlebihan? Mungkin terlihat sepele, tetapi sesungguhnya itulah yang disebut mubazir.
Allah Swt. berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan."
(QS. Al-Isra': 27).
Islam mengajarkan kita untuk mengambil makanan secukupnya, menghabiskan yang telah diambil, dan mensyukuri setiap nikmat Allah. Di luar sana, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang mendapatkan sesuap nasi. Sementara itu, setiap makanan yang terbuang berarti terbuangnya rezeki, tenaga petani, air, energi, dan juga kesempatan berbagi.
Mari kita mulai dari hal sederhana:
Ambil makanan secukupnya.
Habiskan yang ada di piring.
Simpan makanan dengan baik.
Bagikan jika berlebih.
Jadikan tidak mubazir sebagai kebiasaan keluarga.
Ingatlah, setiap butir nasi adalah amanah, bukan untuk disia-siakan.
Mari wujudkan perilaku baik dengan mengurangi sampah pangan. Karena menjaga nikmat adalah bagian dari rasa syukur kepada Allah.
"Makanan Habis, Pahala Bertambah. Sampah Berkurang, Bumi pun Senang."
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
STOP SAMPAH PANGAN!
Perilaku Baik, Tidak Mubazir
"Ambil Secukupnya • Habiskan • Bersyukur • Berbagi"
Wahyu Salim, S.Ag.
Penyuluh Agama Islam
KUA Padang Panjang Timur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar