Kamis, 05 Februari 2026

TATA CARA SHOLAT DALAM PERJALANAN, ADAB SAFAR, DAN DOA-DOANYA

TATA CARA SHOLAT DALAM PERJALANAN, ADAB SAFAR, DAN DOA-DOANYA

Untuk Penumpang, Sopir, dan Kru BUS NPM

Oleh: Wahyu Salim (Penyuluh Agama Islam)

A. Pendahuluan

Perjalanan jauh adalah bagian dari ikhtiar mencari nafkah, menunaikan amanah, dan menyambung silaturahmi. Islam adalah agama yang memberi kemudahan, bukan mempersulit. Karena itu, Allah SWT memberikan keringanan (rukhsah) dalam ibadah bagi musafir, termasuk dalam pelaksanaan sholat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai jika keringanan-Nya diambil sebagaimana Dia membenci jika maksiat dilakukan.”
(HR. Ahmad)

B. Siapa yang Disebut Musafir?

Seseorang disebut musafir apabila:

  • Melakukan perjalanan jauh ± 80–90 km atau lebih,

  • Bukan untuk maksiat,

  • Berniat bepergian sejak awal.

➡️ Sopir, kru bus, dan penumpang BUS NPM dalam perjalanan antarkota/antarprovinsi termasuk musafir dan mendapatkan keringanan ibadah.

C. Tata Cara Sholat dalam Perjalanan

1. Sholat Qashar (Meringkas Sholat)

Sholat yang boleh diqashar:

  • Zhuhur: 4 ➝ 2 rakaat

  • Ashar: 4 ➝ 2 rakaat

  • Isya: 4 ➝ 2 rakaat

❌ Subuh dan Maghrib tidak bisa diqashar.

📌 Hukum: Sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

2. Sholat Jamak (Menggabungkan Sholat)

a. Jamak Taqdim

  • Zhuhur + Ashar (di waktu Zhuhur)

  • Maghrib + Isya (di waktu Maghrib)

b. Jamak Ta’khir

  • Zhuhur + Ashar (di waktu Ashar)

  • Maghrib + Isya (di waktu Isya)

➡️ Cocok untuk:

  • Sopir bus jarak jauh

  • Kru yang jadwalnya ketat

  • Penumpang yang sulit turun di waktu sholat

3. Sholat di Dalam Kendaraan

Jika tidak memungkinkan turun:

  • Sholat boleh dilakukan di kursi,

  • Menghadap kiblat jika mampu, jika tidak maka sesuai arah kendaraan,

  • Ruku’ dan sujud cukup dengan isyarat,

  • Tetap menjaga niat dan kekhusyukan.

Allah SWT berfirman:

“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.”
(QS. At-Taghabun: 16)

D. Adab-Adab dalam Perjalanan

1. Meluruskan Niat

Niatkan perjalanan sebagai:

  • Mencari nafkah halal,

  • Menunaikan amanah,

  • Ibadah kepada Allah.

2. Menjaga Akhlak

  • Sabar menghadapi macet dan penumpang,

  • Tidak berkata kasar,

  • Saling menghormati antara sopir, kru, dan penumpang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Tirmidzi)

3. Menjaga Keselamatan

  • Sopir tidak ugal-ugalan,

  • Kru mengingatkan dengan santun,

  • Penumpang mematuhi aturan.

📌 Menjaga nyawa adalah kewajiban syar’i.

4. Memanfaatkan Waktu dengan Kebaikan

  • Dzikir ringan,

  • Membaca shalawat,

  • Tidak lalai dalam maksiat.

E. Doa-Doa dalam Perjalanan

1. Doa Saat Akan Bepergian

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

2. Doa Naik Kendaraan

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ

(Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami…)

3. Doa Memohon Keselamatan

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan.”

4. Doa untuk Sopir dan Penumpang

“Ya Allah, lindungilah kami dari kecelakaan, jauhkan dari bahaya, dan antarkan kami dengan selamat sampai tujuan.”

F. Penutup

Perjalanan yang panjang akan terasa lebih tenang dan berkah jika:

  • Sholat tetap terjaga,

  • Adab dijunjung tinggi,

  • Doa senantiasa dipanjatkan.

Semoga setiap kilometer yang ditempuh oleh sopir, kru, dan penumpang BUS NPM bernilai ibadah dan menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT.

Allahu A'lam

Tidak ada komentar: