Bentuk & Contoh Menyia-nyiakan Amanah dalam Kehidupan Berumah Tangga
Oleh: Wahyu Salim (Penyuluh Agama Islam)
Rumah tangga dalam Islam adalah akad amanah, bukan sekadar ikatan emosional. Ketika amanah diabaikan, maka kehancuran keluarga menjadi keniscayaan, sebagaimana peringatan Rasulullah ﷺ.
1. Menyia-nyiakan Amanah Kepemimpinan (Qiwāmah)
Contoh:
Suami abai terhadap nafkah lahir dan batin.
Suami tidak peduli pendidikan agama istri dan anak.
Suami menyerahkan seluruh urusan rumah tangga tanpa bimbingan dan tanggung jawab.
Padahal Allah SWT berfirman:
“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan…” (QS. An-Nisā’: 34)
Ketika kepemimpinan hilang, keluarga berjalan tanpa arah.
2. Menyia-nyiakan Amanah Nafkah
Contoh:
Suami mampu tetapi sengaja menahan nafkah.
Nafkah digunakan untuk maksiat, judi, atau kesenangan pribadi.
Istri boros dan menggunakan harta tanpa izin dan tanpa kebutuhan yang benar.
Nafkah adalah amanah, bukan alat menekan atau ajang ego.
3. Menyia-nyiakan Amanah Kesetiaan dan Kehormatan
Contoh:
Perselingkuhan, baik fisik maupun emosional (chat mesra, hubungan tersembunyi).
Membuka aib pasangan di media sosial atau kepada orang lain.
Membandingkan pasangan dengan orang lain secara merendahkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami istri yang membuka rahasia pasangannya.” (HR. Muslim)
4. Menyia-nyiakan Amanah Lisan dan Sikap
Contoh:
Berkata kasar, merendahkan, mencaci, atau meremehkan pasangan.
Diam berkepanjangan sebagai bentuk hukuman (silent treatment).
Mengancam cerai untuk menakut-nakuti pasangan.
Lisan yang melukai adalah pengkhianatan amanah kasih sayang.
5. Menyia-nyiakan Amanah Pendidikan Anak
Contoh:
Menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau gawai.
Tidak memberi teladan shalat, akhlak, dan adab di rumah.
Membiarkan anak tumbuh tanpa perhatian, disiplin, dan doa.
Anak adalah amanah, bukan sekadar titipan biologis.
6. Menyia-nyiakan Amanah Keadilan dalam Rumah Tangga
Contoh:
Suami bersikap pilih kasih (jika berpoligami).
Istri berlaku tidak adil kepada anak-anak.
Keputusan rumah tangga selalu sepihak.
Ketidakadilan kecil yang dibiarkan akan menjadi luka besar.
7. Menyia-nyiakan Amanah Ibadah Keluarga
Contoh:
Tidak mengajak pasangan dan anak shalat.
Rumah tanpa tilawah Al-Qur’an dan doa bersama.
Ibadah hanya bersifat individual, tidak membangun spiritual keluarga.
Padahal rumah yang aman dimulai dari rumah yang dekat dengan Allah.
Penegasan Penutup (untuk Nasihat atau Khutbah)
Menyia-nyiakan amanah dalam rumah tangga mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar:
Hilangnya kepercayaan
Retaknya kasih sayang
Rusaknya ketenangan (al-amn)
Datangnya kehancuran keluarga
Iman → melahirkan Amanah → menghadirkan Keamanan.
Sebaliknya, pengkhianatan amanah → melahirkan ketakutan → berujung kehancuran.
Wallāhu A‘lam bish-shawāb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar