Senin, 02 Februari 2026

Bentuk & Contoh Menyia-nyiakan Amanah dalam Kehidupan Berumah Tangga

 


Bentuk & Contoh Menyia-nyiakan Amanah dalam Kehidupan Berumah Tangga

Oleh: Wahyu Salim (Penyuluh Agama Islam)

Rumah tangga dalam Islam adalah akad amanah, bukan sekadar ikatan emosional. Ketika amanah diabaikan, maka kehancuran keluarga menjadi keniscayaan, sebagaimana peringatan Rasulullah ﷺ.

1. Menyia-nyiakan Amanah Kepemimpinan (Qiwāmah)

Contoh:

  • Suami abai terhadap nafkah lahir dan batin.

  • Suami tidak peduli pendidikan agama istri dan anak.

  • Suami menyerahkan seluruh urusan rumah tangga tanpa bimbingan dan tanggung jawab.

Padahal Allah SWT berfirman:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan…” (QS. An-Nisā’: 34)

Ketika kepemimpinan hilang, keluarga berjalan tanpa arah.

2. Menyia-nyiakan Amanah Nafkah

Contoh:

  • Suami mampu tetapi sengaja menahan nafkah.

  • Nafkah digunakan untuk maksiat, judi, atau kesenangan pribadi.

  • Istri boros dan menggunakan harta tanpa izin dan tanpa kebutuhan yang benar.

Nafkah adalah amanah, bukan alat menekan atau ajang ego.

3. Menyia-nyiakan Amanah Kesetiaan dan Kehormatan

Contoh:

  • Perselingkuhan, baik fisik maupun emosional (chat mesra, hubungan tersembunyi).

  • Membuka aib pasangan di media sosial atau kepada orang lain.

  • Membandingkan pasangan dengan orang lain secara merendahkan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami istri yang membuka rahasia pasangannya.” (HR. Muslim)

4. Menyia-nyiakan Amanah Lisan dan Sikap

Contoh:

  • Berkata kasar, merendahkan, mencaci, atau meremehkan pasangan.

  • Diam berkepanjangan sebagai bentuk hukuman (silent treatment).

  • Mengancam cerai untuk menakut-nakuti pasangan.

Lisan yang melukai adalah pengkhianatan amanah kasih sayang.

5. Menyia-nyiakan Amanah Pendidikan Anak

Contoh:

  • Menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah atau gawai.

  • Tidak memberi teladan shalat, akhlak, dan adab di rumah.

  • Membiarkan anak tumbuh tanpa perhatian, disiplin, dan doa.

Anak adalah amanah, bukan sekadar titipan biologis.

6. Menyia-nyiakan Amanah Keadilan dalam Rumah Tangga

Contoh:

  • Suami bersikap pilih kasih (jika berpoligami).

  • Istri berlaku tidak adil kepada anak-anak.

  • Keputusan rumah tangga selalu sepihak.

Ketidakadilan kecil yang dibiarkan akan menjadi luka besar.

7. Menyia-nyiakan Amanah Ibadah Keluarga

Contoh:

  • Tidak mengajak pasangan dan anak shalat.

  • Rumah tanpa tilawah Al-Qur’an dan doa bersama.

  • Ibadah hanya bersifat individual, tidak membangun spiritual keluarga.

Padahal rumah yang aman dimulai dari rumah yang dekat dengan Allah.

Penegasan Penutup (untuk Nasihat atau Khutbah)

Menyia-nyiakan amanah dalam rumah tangga mungkin tampak sepele, tetapi dampaknya sangat besar:

  • Hilangnya kepercayaan

  • Retaknya kasih sayang

  • Rusaknya ketenangan (al-amn)

  • Datangnya kehancuran keluarga

Iman → melahirkan Amanah → menghadirkan Keamanan.
Sebaliknya, pengkhianatan amanah → melahirkan ketakutan → berujung kehancuran.

Wallāhu A‘lam bish-shawāb.

Tidak ada komentar: