BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
Oleh: Wahyu Salim (Penyuluh Agama Islam)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama merenungi satu kewajiban besar dalam Islam, yaitu: berbakti kepada kedua orang tua.
Di zaman sekarang, banyak orang ingin sukses, ingin hidup tenang, ingin rezekinya lapang, tetapi lupa bahwa salah satu pintu terbesar keberkahan hidup adalah ridha orang tua.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
(QS. Al-Isra’: 23)
Ayat ini menunjukkan bahwa setelah perintah tauhid, Allah langsung menyebut kewajiban berbuat baik kepada orang tua. Ini tanda betapa mulianya kedudukan ayah dan ibu di sisi Allah SWT.
Hadirin sekalian,
Coba kita renungkan…
Siapa yang menjaga kita sejak kecil?
Siapa yang rela tidak tidur demi anaknya?
Siapa yang menangis ketika kita sakit?
Siapa yang paling bahagia ketika kita berhasil?
Itulah ayah dan ibu kita.
Seorang ibu mengandung dalam keadaan lemah bertambah-tambah. Seorang ayah bekerja keras mencari nafkah demi anak-anaknya. Kadang mereka lapar agar anaknya kenyang. Kadang mereka lelah tetapi tetap tersenyum demi kebahagiaan keluarga.
Karena itu Rasulullah SAW bersabda:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengingatkan kepada kita bahwa hubungan dengan orang tua bukan sekadar hubungan keluarga, tetapi juga hubungan yang menentukan keberkahan hidup kita di dunia dan akhirat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Berbakti kepada orang tua bukan hanya memberi uang. Banyak bentuk bakti yang bisa kita lakukan, di antaranya:
Berkata lembut dan sopan.
Tidak membentak atau menyakiti hati mereka.
Membantu kebutuhan dan pekerjaan mereka.
Mendoakan mereka setiap selesai shalat.
Menemani dan membahagiakan mereka di masa tua.
Kadang ada anak yang rajin ibadah, tetapi kasar kepada orang tua. Ada yang aktif di masyarakat, tetapi melupakan ibunya di rumah. Ini adalah kekeliruan yang harus kita perbaiki.
Jangan tunggu orang tua tiada baru kita menyesal.
Banyak orang menangis di makam orang tuanya sambil berkata:
“Seandainya aku bisa mengulang waktu…”
Tetapi waktu tidak pernah kembali.
Selama orang tua masih hidup, manfaatkan kesempatan untuk berbakti. Peluk mereka. Bahagiakan mereka. Minta maaf kepada mereka. Karena doa orang tua adalah kekuatan luar biasa bagi kehidupan anaknya.
Bahkan ketika orang tua telah wafat, pintu bakti masih terbuka:
mendoakan mereka,
menunaikan wasiat mereka,
menyambung silaturahmi sahabat-sahabat mereka,
dan terus menjaga nama baik keluarga sepeninggalnya.
Hadirin rahimakumullah,
Mari kita jadikan rumah tangga kita dipenuhi penghormatan kepada ayah dan ibu. Ajarkan anak-anak kita adab kepada orang tua sejak dini. Karena bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang menghormati orang tua.
Semoga Allah SWT menjadikan kita anak-anak yang shaleh, yang mampu membahagiakan kedua orang tua, mendapatkan ridha mereka, dan memperoleh keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar