KHUTBAH JUM’AT
“PENDIDIKAN BERKETUHANAN (RABBANI):
MEMBANGUN JIWA DAN RAGA”
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (آل عمران: ١٠٢)
وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan inilah fondasi utama dalam membangun kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Di bulan ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sebuah momentum untuk merenungkan kembali arah dan tujuan pendidikan kita. Apakah pendidikan yang kita bangun telah benar-benar melahirkan manusia yang berilmu sekaligus bertakwa? Ataukah justru melahirkan kecerdasan tanpa arah, ilmu tanpa iman?
Hari ini kita menyaksikan berbagai fenomena yang memprihatinkan:
Lembaga pendidikan ternodai oleh kekerasan terhadap anak usia dini.
Guru yang seharusnya menjadi teladan, justru menodai muridnya.
Perselingkuhan di kalangan pendidik.
Orang berpendidikan tinggi, bergelar akademik, tetapi terjerat kasus asusila dan korupsi.
Ini menunjukkan satu hal: terpisahnya pendidikan dari nilai ketuhanan.
Padahal Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. Al-Baqarah: 21)
Artinya: “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Dan juga dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ...
(QS. An-Nisa: 1)
Ayat-ayat ini menegaskan bahwa tujuan hidup dan pendidikan adalah mengenal dan mengabdi kepada Allah sebagai Rabb.
Makna “Rabb” dan Hakikat Tarbiyah
Ma’asyiral Muslimin,
Kata Rabb dalam “Alhamdulillahirabbil ‘alamin” bukan sekadar Tuhan, tetapi juga bermakna pendidik, pengasuh, dan pembimbing. Dari sinilah lahir konsep tarbiyah (pendidikan).
Artinya, pendidikan sejati adalah proses:
Menumbuhkan iman
Membimbing akhlak
Mengarahkan ilmu kepada kebaikan
Jika pendidikan hanya menghasilkan kecerdasan tanpa iman, maka lahirlah kerusakan.
Sebaliknya, jika pendidikan berlandaskan Rabbaniyah, maka akan lahir manusia yang:
Berilmu
Berakhlak
Bertanggung jawab
Allah SWT berfirman:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
(QS. Al-Mujadalah: 11)
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
Perhatikan, iman disebut lebih dahulu sebelum ilmu. Ini menunjukkan bahwa ilmu harus dibangun di atas fondasi iman.
Ilmu Amaliyah dan Amal Ilmiyyah
Dalam Islam, ilmu tidak boleh berhenti pada teori. Ada dua konsep penting:
Ilmu Amaliyah: ilmu yang diamalkan
Amal Ilmiyyah: amal yang didasarkan ilmu
Rasulullah SAW bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
(HR. Ibnu Majah)
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.”
Namun ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi bumerang. Inilah yang terjadi ketika pendidikan kehilangan nilai ketuhanan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bangsa kita memiliki cita-cita luhur: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.” Ini selaras dengan Islam:
Jiwa dibangun dengan iman
Raga dibangun dengan ilmu dan keterampilan
Maka pendidikan berketuhanan adalah solusi dari krisis moral yang kita hadapi hari ini.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita mengambil pelajaran penting dalam dunia pendidikan ini, antara lain:
Kembalikan pendidikan kepada nilai ketuhanan
Jadikan Allah sebagai tujuan utama dalam belajar dan mengajar.Perbaiki niat dalam menuntut ilmu
Ilmu bukan untuk kebanggaan, tetapi untuk pengabdian kepada Allah.Bangun keteladanan dalam dunia pendidikan
Guru, orang tua, dan pemimpin harus menjadi contoh akhlak.Integrasikan iman, ilmu, dan amal
Jangan sampai ilmu tinggi tetapi akhlak rendah.
Semoga Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi:
Bagi pendidik: untuk mengajar dengan hati dan iman
Bagi peserta didik: untuk belajar dengan adab dan tujuan yang benar
Bagi kita semua: untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju ridha Allah
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (آل عمران: ١٠٢)
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللّٰهُمَّ فَقِّهْنَا فِي الدِّينِ، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُسَرَنَا، وَبَارِكْ فِي بُيُوتِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً، وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا سَاكِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَاجْعَلْنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar