๐ KULTUM SUBUH JUM'AT MUBARAKAH
ZAKAT: BUKTI IMAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL
“Jangan hanya rajin mencari rezeki, tetapi lupa mensucikan rezeki.”
Wahyu Salim Penyuluh Agama Islam KUA Padang Panjang Timur
1. Pembukaan
ุงูุญู ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู، ูุญู ุฏู ููุณุชุนููู ููุณุชุบูุฑู، ููุนูุฐ ุจุงููู ู ู ุดุฑูุฑ ุฃููุณูุง ูู ู ุณูุฆุงุช ุฃุนู ุงููุง.
ุฃุดูุฏ ุฃู ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู ูุญุฏู ูุง ุดุฑูู ูู، ูุฃุดูุฏ ุฃู ู ุญู ุฏًุง ุนุจุฏู ูุฑุณููู.
ุงูููู ุตู ูุณูู ูุจุงุฑู ุนูู ุณูุฏูุง ู ุญู ุฏ ูุนูู ุขูู ูุตุญุจู ุฃุฌู ุนูู.
Hadirin jamaah Subuh rahimakumullah.
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Pagi ini kita mengambil satu pelajaran penting dari pembahasan Fiqh Sunnah Jilid III, yaitu tentang zakat.
Zakat bukan sekadar persoalan mengeluarkan sebagian harta.
Zakat adalah persoalan iman, ibadah, penyucian jiwa, dan kepedulian terhadap sesama.
2. Zakat adalah bagian dari bangunan Islam
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุจَُِูู ุงْูุฅِุณَْูุงู ُ ุนََูู ุฎَู ْุณٍ
“Islam dibangun di atas lima perkara...”
Di antara lima perkara tersebut adalah:
َูุฅِูุชَุงุกِ ุงูุฒََّูุงุฉِ
“menunaikan zakat.”
Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar. (Sunnah)
Perhatikan jamaah...
Rasulullah ๏ทบ tidak menempatkan zakat sebagai ibadah tambahan yang boleh dilakukan atau ditinggalkan sesuka hati.
Zakat ditempatkan sebagai salah satu rukun Islam.
Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya mengatakan:
“Saya sudah shalat.”
Tetapi juga perlu bertanya:
“Bagaimana dengan kewajiban zakat dari harta yang Allah titipkan kepada saya?”
3. Zakat bukan mengurangi harta, tetapi menyucikan harta
Allah SWT berfirman:
ุฎُุฐْ ู ِْู ุฃَู َْูุงِِููู ْ ุตَุฏََูุฉً ุชُุทَِّูุฑُُูู ْ َูุชُุฒَِِّูููู ْ ุจَِูุง
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka...”
(QS. At-Taubah: 103) (Quran.com)
Ada dua kata yang sangat menarik:
ุชُุทَِّูุฑُُูู ْ — ุชُุฒَِِّْูููู ْ
Membersihkan dan menyucikan.
Artinya, zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membersihkan jiwa pemilik harta.
Sebab salah satu penyakit manusia adalah:
cinta harta yang berlebihan.
Ketika seseorang memperoleh Rp10 juta, ingin Rp20 juta.
Sudah Rp20 juta, ingin Rp50 juta.
Sudah Rp50 juta, ingin Rp100 juta.
Tidak salah menjadi kaya.
Yang menjadi masalah adalah ketika harta berada di tangan, tetapi kemudian masuk ke hati.
4. Harta adalah amanah, bukan semata-mata milik kita
Jamaah yang dimuliakan Allah.
Ketika kita mengatakan:
“Ini uang saya.”
“Ini rumah saya.”
“Ini usaha saya.”
“Ini kebun saya.”
“Ini toko saya.”
Benarkah semuanya mutlak milik kita?
Tidak.
Kita hanya dititipi.
Allah yang memberikan kesehatan untuk bekerja.
Allah yang memberikan kesempatan.
Allah yang membuka jalan rezeki.
Allah pula yang bisa mengambilnya kapan saja.
Maka zakat mengajarkan sebuah kesadaran:
“Di dalam harta yang Allah titipkan kepada saya, ada hak yang harus saya tunaikan.”
5. Jangan sampai rajin menghitung keuntungan, tetapi lupa menghitung zakat
Ini bagian yang sangat relevan dengan kehidupan kita.
Kita sering sangat teliti menghitung:
omzet,
keuntungan,
tabungan,
aset,
investasi,
piutang.
Tetapi pernahkah kita menghitung:
“Apakah harta saya sudah memenuhi syarat wajib zakat?”
Karena itu, orang beriman bukan hanya belajar:
bagaimana mendapatkan harta secara halal,
tetapi juga:
bagaimana menggunakan dan mengeluarkan harta secara halal.
Ada proses yang lengkap:
Mencari → memperoleh → mengelola → menikmati → mengeluarkan zakat → mempertanggungjawabkan kepada Allah.
6. Zakat juga membangun kepedulian sosial
Jamaah rahimakumullah.
Bayangkan jika orang-orang yang memiliki kemampuan ekonomi menunaikan kewajiban zakat dengan baik.
Zakat dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu:
fakir,
miskin,
orang yang terlilit kebutuhan,
orang yang memiliki beban utang tertentu,
dan kelompok penerima zakat lainnya sesuai ketentuan syariat.
Maka zakat tidak hanya memiliki dimensi hablum minallah, tetapi juga memiliki dampak sosial dalam kehidupan masyarakat.
Orang kaya tidak merasa hidup sendirian.
Orang miskin tidak merasa ditinggalkan.
Yang memiliki kelebihan membantu yang membutuhkan.
Yang membutuhkan mendapatkan perhatian.
Terbangunlah persaudaraan dan solidaritas umat.
7. Bahaya ketika manusia terlalu mencintai harta
Allah mengingatkan:
َูุงَّูุฐَِูู َِْูููุฒَُูู ุงูุฐََّูุจَ َูุงِْููุถَّุฉَ ََููุง ََُُِْูููููููุง ِูู ุณَุจِِูู ุงَِّููู َูุจَุดِّุฑُْูู ْ ุจِุนَุฐَุงุจٍ ุฃَِููู ٍ
Maknanya, orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah mendapat peringatan keras.
(QS. At-Taubah: 34)
Pesannya bukan bahwa Islam melarang umatnya menjadi kaya.
Tidak.
Islam tidak memusuhi kekayaan.
Yang menjadi persoalan adalah ketika kekayaan membuat manusia lupa kepada Allah dan lupa kepada kewajibannya terhadap sesama.
8. Zakat mendidik kita menjadi manusia yang bersih
Allah menyebut zakat sebagai sarana tathhir dan tazkiyah—pembersihan dan penyucian. (Quran.com)
Maka zakat sebenarnya mendidik beberapa sifat:
Pertama, ikhlas.
Karena zakat dilakukan karena Allah.
Kedua, bersyukur.
Karena kita menyadari bahwa rezeki berasal dari Allah.
Ketiga, tidak kikir.
Karena kita belajar berbagi.
Keempat, peduli.
Karena kita menyadari ada saudara kita yang membutuhkan.
Kelima, bertanggung jawab.
Karena harta akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
9. Pesan praktis untuk jamaah
Maka setelah Subuh ini, mari kita melakukan tiga pemeriksaan sederhana.
Pertama: periksa sumber harta kita.
Apakah halal?
Kedua: periksa kewajiban harta kita.
Apakah sudah memenuhi syarat wajib zakat?
Ketiga: periksa hati kita.
Apakah harta semakin mendekatkan kita kepada Allah atau justru semakin menjauhkan kita dari Allah?
Karena boleh jadi seseorang memiliki sedikit harta tetapi kaya hati.
Dan boleh jadi seseorang memiliki banyak harta tetapi hatinya selalu merasa kurang.
๐ฟ PENUTUP
Jamaah Subuh yang dirahmati Allah.
Mari kita pulang dengan satu kalimat sederhana:
“Jangan hanya mencari harta yang banyak, tetapi carilah harta yang berkah.”
Harta yang berkah adalah harta yang:
dicari dengan cara halal,
dinikmati dengan cara halal,
dikeluarkan pada jalan yang halal,
dan ditunaikan kewajibannya kepada Allah.
Sebab pada akhirnya kita tidak membawa seluruh harta ke dalam kubur.
Yang kita bawa adalah amal kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, rajin beribadah, lapang berbagi, dan mampu menunaikan zakat dengan benar.
ุงูููู ุทูุฑ ูููุจูุง، ูุฒู ุฃู ูุงููุง، ูุจุงุฑู ูู ุฃุฑุฒุงููุง، ูุงุฌุนู ุฃู ูุงููุง ุนًููุง ููุง ุนูู ุทุงุนุชู.
Ya Allah, bersihkan hati kami, sucikan harta kami, berkahilah rezeki kami, dan jadikan harta kami sebagai sarana untuk semakin taat kepada-Mu.
ุขู ูู ูุง ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู.
๐ Rujukan utama
Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, Jilid III, pembahasan Zakat.
QS. At-Taubah: 103 — zakat sebagai sarana penyucian. (Quran.com)
Shahih Muslim, Kitab al-Iman, hadis tentang lima rukun Islam, termasuk zakat. (Sunnah)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar