BERSAMA WBP, PENYULUH GELAR SHALAWAT KEBANGSAAN DAN TAUSHIYYAH
Padang Panjang – Dalam rangka memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, para Penyuluh Agama Islam menggelar kegiatan Shalawat Kebangsaan dan Taushiyyah bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan dihadiri Petugas Rutan, Penyuluh Agama Islam Se-Kota Padang Panjang dan warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Melalui lantunan shalawat, zikir, dan taushiyyah, WBP diajak untuk memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta membangun tekad untuk terus memperbaiki diri.
Acara diawali dengan muqaddimah yang disampaikan oleh Ketua IPARI Kota Padang Panjang, Wahyu Salim. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan tentang makna dan semangat Gerakan Shalawat Kebangsaan sebagai bagian dari upaya menghidupkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan, kedamaian, dan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Lebih-lebih lagi kita masih dalam suasana momentum maulid Nabi Muhammad SAW; 19 Rabiul Awal 1448 H.
Menurut Wahyu Salim, shalawat bukan sekadar lantunan lisan, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kehidupan seorang Muslim.
“Shalawat adalah bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW. Di dalamnya terdapat doa, harapan, ketenangan, dan jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semangat mencintai Rasulullah harus pula melahirkan perubahan perilaku dalam kehidupan kita, mustahil bagi orang yang mencintai Rasulullah SAW & mengucapkan syahadatain dengan sungguh-sungguh, mereka melakukan perbuatan yang tidak sesuai dan menyalahi ajaran Rasulnya” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh WBP untuk menjadikan momentum kegiatan tersebut sebagai sarana muhasabah diri. Setiap manusia, menurutnya, memiliki masa lalu, namun yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu menata hari ini dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Usai muqaddimah, kegiatan dilanjutkan dengan wirid Shalawat Hari Selasa yang bersumber dari Kitab Dalail Khairat, dipandu oleh Fadrizal. Lantunan shalawat yang diikuti secara bersama-sama oleh para peserta menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan di Aula Rutan.
Shalawat yang bergema bersama tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan rohani merupakan bagian penting dalam perjalanan perubahan seseorang. Di tengah berbagai keterbatasan kehidupan, setiap insan tetap memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki langkah kehidupannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan taushiyyah agama yang disampaikan oleh H. Zainal dengan tema “Jihad Berubah kepada Kebaikan.”
Dalam taushiyyahnya, H. Zainal mengajak para WBP untuk memahami bahwa salah satu perjuangan terbesar dalam kehidupan adalah perjuangan melawan kelemahan diri dan membangun kesungguhan untuk berubah menjadi lebih baik.
Menurutnya, perubahan tidak selalu dimulai dengan langkah yang besar. Perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki niat, menjaga ibadah, meninggalkan kebiasaan buruk, menghormati sesama, serta memiliki keyakinan bahwa rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri.
“Jangan pernah merasa bahwa masa lalu telah menutup masa depan. Selama Allah masih memberikan kehidupan, maka kesempatan untuk berubah tetap terbuka. Yang diperlukan adalah kesungguhan, kesabaran, dan istiqamah dalam berjalan menuju kebaikan,” demikian pesan yang mengemuka dalam taushiyyah tersebut.
Pesan tentang jihad perubahan tersebut mendapat perhatian dari para WBP yang mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Momentum pembinaan ini diharapkan dapat menjadi penguat semangat untuk membangun pribadi yang lebih baik, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan Shalawat Kebangsaan dan Taushiyyah kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gustiar. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan harapan agar seluruh peserta diberikan kekuatan iman, keteguhan hati, kemudahan dalam menjalani proses kehidupan, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Padang Panjang, Joni Nasri, dalam kesempatan lain menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Gerakan Shalawat Kebangsaan bersama WBP tersebut.
Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat serta merupakan tindak lanjut dari surat yang diturunkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam c.q. Direktorat Penerangan Agama Islam.
Menurut Joni Nasri, Gerakan Shalawat Kebangsaan memiliki nilai yang sangat penting karena menghubungkan penguatan spiritual dengan semangat kebangsaan.
“Shalawat mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sementara nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kasih sayang, persaudaraan, kedamaian, dan akhlak mulia sangat relevan untuk terus kita hidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam yang secara konsisten hadir di tengah masyarakat, termasuk melakukan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah seremoni, tetapi menjadi gerakan pembinaan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan spiritual dan moral para WBP. Dengan memperbanyak shalawat, memperkuat ibadah, serta menumbuhkan tekad untuk berubah, setiap WBP diharapkan mampu menjadikan masa pembinaan sebagai ruang untuk menemukan kembali arah kehidupan yang lebih baik.
Gerakan Shalawat Kebangsaan bersama WBP pun menjadi pesan sederhana namun penuh makna: bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, setiap hati dapat kembali menemukan cahaya, dan setiap langkah menuju kebaikan selalu memiliki jalan selama manusia mau membuka diri kepada petunjuk Allah SWT.
Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Ketua IPARI Kota Padang Panjang
#PenyuluhAgamaIslamBergerak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar