Jumat, 16 Agustus 2024

KHUTBAH JUM'AT: MERDEKA DARI PENJAJAHAN MODERN


MUQADDIMAH

PUJI SYUKUR & SHALAWAT

TAUSHIYYAH TAQWA

TEMA MELEPASKAN DIRI DARI PENJAJAHAN MODERN

DASAR: QS. IBRAHIM AYAT 7; QS. FUSHILAT AYAT 30; QS. AL-AHQAF AYAT 13; QS. AN-NAHL AYAT 36, 97; QS. AL-QASHASH AYT 77

1. MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN

2. MEMANTAPKAN TAUHID & ISTIQAMAH MENJALANKAN KEYAKINAN

3. MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG MAJU, SEIMBANG DAN SELAMAT DUNIA & AKHIRAT

4. MELEPASKAN DIRI DARI KEBODOHAN, KEMISKINAN MENUJU NEGARA MAJU DAN MANDIRI

Kamis, 15 Agustus 2024

GALERI PAS PHOTOQU




 







KUMPULAN BULETIN: PERAN AYAH DALAM PENCEGAHAN STUNTING DLL









 

8 SUKSES HAJI 2024


 

URAIAN TUGASQU



 

KUMPULAN BULETIN PENYULUH NEWS: MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN DLL








 

MASJID ASASI MENUJU AMPERA 2024

Kamis,(15/8)
AMPERA Tahun 2024
(Anugerah Masjid Percontohan Tahun 2024)
"Mengenal Bangunan Cagar Budaya
Masjid Bersejarah Asasi Sigando"
Bagi setiap peminat wisata religius patut mengunjunginya & menyempatkan sholat sunat tahiyyatul masjid 2 rakaat merasakan kesejukan & aura perjuangan para pendiri di awal dulu.
Masjid Asasi adalah masjid tertua dan pertama di Nagari Gunuang, bahkan masjid pertama di Padang panjang. Dikategorikan sebagai tertua kedua di Minangkabau. Masjid ini sebelumnya adalah surau yang dikenal dengan surau gadang yang didirikan pada tahun 1685. Kemudian dihibahkan menjadi Masjid Asasi pada tahun 1702. Ukiran yang menghiasi dinding masjid ini terdiri dari 3 (tiga) aliran yang berbeda yaitu Hindu, China dan Minangkabau. Selain tempat ibadah, Masjid Asasi juga difungsikan untuk berbagai tradisi adat di Nagari Gunuang, juga pusat kajian ilmu-ilmu agama dan pembinaan ibadah oleh Perguruan Thawalib Gunuang. Dahulunya di sinilah awal sistem pendidikan madrasah dimulai dari kajian agama sistem halaqah berbasis masjid, yang kemudian melahirkan madrasah thawalib gunuang dengan pimpinan pertama Buya H. Syu'ib El Yutusi Tahun 1921.

 









TERIMAKASIH TELAH MENJADI REKAN KERJA & SAHABAT TERBAIK


 

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 79













 

PRAMUKA MEMBESARKANKU