Senin, 22 Februari 2016

Metode Ini Dijamin Buat Anda Menghafal Alquran Semudah Tersenyum

Rep: Rizma Riyandi/ Red: Karta Raharja Ucu

islampeace
Muslimah dan Alquran
Muslimah dan Alquran
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Puluhan peserta tampak antusias dan ceria saat mengingat beberapa penggalan ayat Alquran. Mereka menghafal secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang.

Ada yang berbeda dari metode hafalan yang mereka lakukan kali ini. Peserta tidak mengulang bacaannya dengan duduk diam. Namun secara bersama-sama mereka melakukan gerakan yang telah disepakati, sambil membaca ayat yang sesuai dengan gerakan tersebut.

"Misalnya, tangan kita digerakkan ke atas kalau ada ayat yang ada kata As-Sama’i. Itu kan artinya langit. Menghafalnya seperti itu, biar kita mudah ingat," tutur peserta Training of Trainer (TOT) 1.000 Mualim Alquran asal Kota Gede, Rahayu (46 tahun) saat berbincang dengan Republika.co.id, Ahad (21/2).

Ia sendiri mengaku senang bisa mengikuti pelatihan menghafal Alquran yang diselenggarakan Kauny Quantum. Sebab, kegiatan menghafal yang diajarkan Ustaz Bobby Herwibowo ini tidak membosankan. Bahkan cenderung mengasyikkan, karena melibatkan aktivitas motorik tubuh yang menyegarkan ingatan.
Selain bisa menghapal bunyi ayat, peserta juga dapat mengingatmakhroj, tajwid, dan arti ayat dengan mudah. “Kalau di talaqqibiasanya kan kadang-kadang kita tegang atau takut. Tapi ini tidak,” kata Rahayu. Talaqqi artinya belajar ilmu agama secara langsung kepada guru yang mempunyai kompetensi ilmu, tsiqah, dhabit dan mempunyai sanad keilmuan yang muttashil sampai ke Rasulullah saw melalui para ulama.

Menghafal Alquran Itu Menyenangkan

Pernyataan serupa disampaikan peserta TOT asal Banguntapan, Bantul, Ati (49). Menurutnya, menghafal dengan metode Kauny Quantum Memory jauh lebih mudah dan menyenangkan. 

Selasa, 19 Januari 2016

Paham dan Aliran Sesat Muncul Karena Ada Ruang Kosong Dakwah

  •  Friday, 15 January 2016 | 09:45
  •  Administrator
  •  Berita

  

Jakarta, bimasislam“Belajar agama itu harus kepada orang yang memiliki sanad intelektual yang jelasIbaratnyakalau kita datang ke dokter seharusnya memilih dokter yang memiliki ijin praktikbukan kepada orang yang mengaku dokter tetapi tidak memiliki ijinsehingga bukannya kita sehat tetapi malah tambah sakitSementara munculnya paham atau aliran yang dianggap menyimpang disebabkan karena adanya ruang kosong dakwah kita.” Demikian dikatakan oleh Machasin,Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, saat diwawancarai oleh kru TVMU di kantornyaJl. MH. Thamrin 6 Jakarta (14/1).

Lebih lanjut Machasin menyatakan, sebuah pemikiran atau paham keagamaan seseorang harus memiliki silsilah pemikiran yang jelas seperti yang diajarkan oleh para ulama atau kyai NU, Muhammadiyah, Persis, Perti, dan lain-lain. Sehingga apa yang dipahami, apalagi diajarkan kepada orang lain, tidak menimbulkan problem di masyarakat.

“Seseorang yang memiliki paham keagamaan seharusnya memiliki sandaran keilmuan yang jelas, sehingga tidak menimbulkan masalah. Apalagi paham itu disebarkan dan diajarkan kepada orang lain. Para ulama di NU, Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya jelas sekali. Mereka menyebarkan paham keagamaan yang memiliki sanad intelektual tokoh-tokoh masa lalu, seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Qayyim, Ibnu Sina, Ibnu Arabi, dan lain-lain,” tandasnya.

Saat ditanyakan kenapa para pengikut ormas GAFATAR yang akhir-akhir ini dicurigai sebagai kelompok yang mengajarkan teologi Abraham adalah anak-anak muda yang terpelajar, seperti kasus dr. Rica? Guru besar sejarah Islam UIN Suka Yogyakarta ini menegaskan bahwa pemikiran keagamaan setiap orang merupakan kebebasan pribadi secara intelektual. Namun, menurutnya, dalam memahami agama harus memiliki arah yang utuh dan jelas.

“Kenapa para pengikut GAFATAR itu orang-orang terpelajar, karena mereka yang bisa diajak berfikir logis dan akademik. Ketua GAFATAR sendiri menurut catatan kami adalah seorang dosen di di perguruan tinggi Islam, kuliah di UIN Jakarta dari S1 hingga S3. Dia juga belajar Islam di pesantren. Artinya, saudara Mahful Muiz ini bukan orang yang tidak mengerti agama. Dia sangat mengerti. Hanya saja dia mencoba menggali pemikirannya dengan caranya sendiri,” katanya.

Machasin menghimbau kepada masyarakat agar hati-hati terhadap ajakan orang, apalagi tidak kenal untuk mengikuti paham atau lairan yang tidak jelas sumbernya.

“Kepada masyarakat, berhati-hatilah dalam belajar agama. Jangan mengikuti kepada ajaran orang yang tidak jelas. Belajarlah kepada orang yang telah diakui keilmuannya, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, “ tutupnya. (thobib/foto:bimasislam) 
- See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/paham-dan-aliran-sesat-muncul-karena-ada-ruang-kosong-dakwah#sthash.nF1zdcbd.dpuf