Budayakan Kode Etik dan Prilaku ASN Kementerian Agama 1. Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Esa 2. Integritas 3. Profesionalisme 4. Tanggung Jawab dan 5. Keteladanan (PMA 12 tahun 2019)
Selasa, 17 Agustus 2021
Senin, 16 Agustus 2021
Dibawa ke BLK oleh Penyuluh Senior
Dibawa penyuluh senior Disman, Adrianus dan Zulkarnaini ke UPTD BLK Padang Panjang membahas gagasan kerjasama pelatihan kompetensi berbasis imtaq
Kembali dari CUTI mulai BERGERAK
Minggu, 15 Agustus 2021
Sabtu, 14 Agustus 2021
Kamis, 12 Agustus 2021
45 Sudah
11 Agustus 2021 genap sudah berumur 45 tahun:
Selasa, 10 Agustus 2021
Senin, 09 Agustus 2021
Minggu, 08 Agustus 2021
Mengenal 6 Sifat Utama Shahabat Rasulullah SAW
6 Sifat
Apa itu 6 Sifat Sahabat r.hum.?
Allah swt. telah menjadikan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran bagi umat Rasulullah saw. Al-Qur’an telah menjelaskan orang-orang yang mendapatkan kesuksesan dan orang-orang yang celaka. Apabila kita hendak memperoleh kesuksesan maka tentu kita harus mengikuti orang-orang yang telah sukses. Rasulullah saw. dan para sahabatnya adalah orang-orang yang telah sukses dalam menjalankan agama Allah swt. sehingga Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.
Kesuksesan yang diperoleh adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa yang mereka lakukan. Sehingga telah wujud pada diri mereka sifat-sifat yang mulia. Ada banyak sifat mulia pada diri sahabat, namun beberapa sifat hanya dimiliki secara khusus oleh sebagian orang dan tidak dimiliki sebagian yang lain. Tetapi ada beberapa sifat yang dimiliki oleh setiap sahabat -dan juga hendaknya dimiliki oleh setiap muslim-, para ulama telah menyimpulkan bahwa terdapat enam sifat mulia yang ada pada setiap individu sahabat Rasulullah saw.
Kita akan bermudzakarah mengenai keenam sifat yang mulia tersebut.
Muqaddimah:
Sesungguhnya Allah swt. meletakkan kebahagiaan, kesuksesan, dan kejayaan hidup manusia -baik di dunia dan di akhirat- hanya dalam pengamalan agama Allah swt. (Islam) secara sempurna.
Agama Islam yang sempurna adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah saw. meliputi:
- Iman yang sempurna;
- Ibadah yang sempurna;
- Muamalah yang sempurna;
- Muasyarah yang sempurna; dan
- Akhlaq yang sempurna.
Pada saat ini umat Islam belum mampu mengamalkan agama secara sempurna karena lemahnya iman.
Sedangkan para sahabat r.hum. telah mampu mengamalkan agama secara sempurna karena mereka memiliki sifat-sifat mulia, adapun sifat-sifat yang utama di antara sekian banyak sifat mulia para sahabat adalah 6 sifat utama, yaitu:
- Yakin terhadap Kalimah Thayyibah “Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah”
- Shalat Khusyu’ wal Khudlu’
- Ilmu Ma’a Dzikir
- Ikramul Muslimin
- Tashihun Niah (Ikhlas)
- Da’wah wat Tabligh Khuruj fi Sabilillah.
Enam sifat sahabat r.a. tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah swt. akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.
Enam Sifat Sahabat dalam Surat Thaha
- “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Aku.” (Q.S. Thaahaa: 14) >> Kalimat Thayyibah
- “Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Q.S. Thaahaa: 14) >> Shalat Khusyu’ wal Khudhu’
- “Pergilah kamu (Musa a.s.) beserta saudaramu (Harun a.s.) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku” (Q.S. Thaahaa: 42) >> Ilmu ma’a Dzikir
- “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Q.S. Thaahaa: 44) >> Ikramul Muslimin
- “..dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku” (Q.S. Thaahaa : 41) >> Tashhiihun Niyah
- “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas” (Q.S. Thaahaa : 43) >> Dakwah wat Tabligh
Sifat Shahabat 6
Sifat Sahabat yang Keenam (6/6)
6. Da’wah dan Tabligh Khuruj fi Sabilillah
Arti:
Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fi sabilillah adalah keluar di jalan Allah.
Maksud
1. Memperbaiki diri (ishlah diri) dengan mengorbankan harta dan diri untuk agama Allah swt. sebagaimana yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah saw.
2. Mengamalkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan mengajak semua manusia di seluruh alam untuk mengamalkan agama Allah swt. secara sempurna dengan mengorbankan harta dan diri sendiri keluar di jalan Allah swt.
Fadhilah :
- Allah berfirman, Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak (ta’at) kepada Allah dan beramal shalih, dan mereka berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim). (Q.S. Al-Hujurat: 33)
- “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan (dikeluarkan) untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah swt.” (Q.S. Ali Imran: 110)
- Sepagi atau sepetang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya. (H.R. Bukhari dari Anas r.a.)
Cara mendapatkan:
- Dakwahkan pentingnya dakwah wat tabligh.
- Latihan dengan cara: meluangkan waktu keluar di jalan Allah minimal 4 bulan dalam seumur hidup, 40 hari setiap tahun, 3 hari setiap bulan, dan 2,5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bulan setiap tahun, 10 hari setiap bulan, dan 8 jam setiap hari.
- Berdoa kepada Allah agar diberikan hakikat dakwah wat tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri, dan waktu untuk kepentingan agama.
Dalil-dalil tentang Da’wah wat Tabligh
- Da’wah wat Tabligh
- Fadhilah Keluar di Jalan Allah swt.
- Adab dan Amalan Keluar di Jalan Allah swt.
Sifat Shahabat 5
Sifat Sahabat yang Kelima (5/6)
5. Tashhiihun Niat (Ikhlas)
Arti:
Membetulkan / meluruskan niat.
Maksud tashihun niat
Membetulkan niat dalam setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.
Fadhilah :
- “Dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.” (Q.S. Al-A’raf: 29).
- Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amal kecuali yang ikhlas untuk-Nya dan bertujuan untuk mencari ridha-nya. (H.R. An-Nasa’i dari Abu Umamah Al-Bahiliy r.a.).
- Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa dan hartamu tetapi Dia memandang hati dan amalanmu. (H.R. Muslim dari Abu Hurairah r.a.).
Cara mendapatkan :
- Dakwahkan pentingnya ikhlas.
- Latihan dengan cara:
- memeriksa niat, baik sebelum beramal, ketika beramal, dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.
- Beristighfar setelah beramal.
- Tidak menyebut-nyebut amal.
- Berdoa kepada Allah agar diberikan hakikat ikhlas dalam beramal.


























