Rabu, 12 Januari 2022

Lanjutan Halaqah Qur'an

 


BinLuh Selasa, 28/12/21

Edisi Halaqah Qur'an & Muzakarah
Thema "Setiap kita pasti MATI"
Al-Qur'an surah Al-Anbiyā' ayat 35
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.
TAFSIR TAHLILI
(35) Dalam ayat ini Allah menyatakan lebih tegas lagi, bahwa setiap mahluk-Nya yang hidup atau bernyawa pasti akan merasakan mati. Tidak satu pun yang kekal, kecuali dia sendiri, dalam hubungan ini, Allah berfirman dalam ayat yang lain:
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ
Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. (al-Qa¡a¡/28: 88)
Selanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan cobaan yang ditimpakan Allah kepada manusia tidak hanya berupa hal-hal yang buruk, atau musibah yang tidak disenangi, bahkan juga ujian tersebut dapat pula berupa kebaikan atau keberuntungan. Apabila ujian atau cobaan itu berupa musibah, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia, apakah ia sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan itu. Dan apabila cobaan itu berupa suatu kebaikan, maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia, apakah ia mau bersyukur atas segala rahmat yang dilimpahkan Allah kepadanya.
Jika seseorang bersikap sabar dan tawakkal dalam menerima cobaan atau musibah, serta bersyukur kepada-Nya dalam menerima suatu kebaikan dan keberuntungan, maka dia adalah termasuk orang yang memperoleh kemenangan dan iman yang kuat serta mendapat keridaan-Nya. Sebaliknya, bila keluh kesah dan rusak imannya dalam menerima cobaan Allah, atau lupa daratan ketika menerima rahmat-Nya sehingga ia tidak bersyukur kepada-Nya, maka orang tersebut adalah termasuk golongan manusia yang merugi dan jauh dari rida Allah. Inilah yang dimaksudkan dalam firman-Nya pada ayat lain:
۞ اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ ١٩ اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ ٢٠ وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ ٢١ اِلَّا الْمُصَلِّيْنَۙ ٢٢
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir, kecuali orang-orang yang melaksanakan salat. (al-Ma‘ārij/70: 19-22)
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa bagaimana pun juga tingkah laku manusia dalam menghadapi cobaan atau dalam menerima rahmat-Nya, namun akhirnya segala persoalan kembali kepada-Nya juga. Dialah yang memberikan balasan, baik pahala maupun siksa, atau memberikan ampunan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

MEMBUMIKAN CAHAYA AL-QUR'AN

 BinLuh, Senin, 27/12/21

Tema "Membumikan Cahaya Cinta Al-Qur'an pada Generasi Islam di Seluruh Nusantara"
Al-Qur'an surah Al-Furqān ayat 30
وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا
Dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.”
TAFSIR TAHLILI
(30)Pada ayat ini, Rasulullah mengadu kepada Allah dengan berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang tidak perlu dihiraukan. Mereka tidak beriman kepadanya, tidak memperhatikan janji dan peringatannya. Bahkan mereka berpaling darinya dan menolak mengikutinya. Kemudian Allah menyuruh rasul-Nya berlaku sabar dan tabah menghadapi kaumnya.
----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

SOSIALISASI SADARKUM


 BinLuh, SENIN, 27/12/21

Terobosan hukum perlu dilakukan manakala hukum tidak efektif lagi menjamin rasa keadilan & kebenaran.
Di saat banyak orang mengabaikan esensi iddah (masa menunggu perempuan saat dithalaq suaminya), maka perlu juga suami menjalani masa "iddah" sebagai masa intropeksi diri & cooling down sehingga martabat rumah tangga dapat diselamatkan & tercegahnya poligami terselubung & poliandri yang saat ini mulai marak terjadi.

PENYULUHAN SADARKUM

 Malapetaka yang terjadi saat ini

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara, manakala hukum sudah tidak lagi menjadi panglima.
Mari bersama menjadi insan sadar hukum...!!!

DO'A SANG DA'I BY NANANG

 *DO'A SANG DA'I*

Rabb...pinta kami,
jika dakwah adalah pilihan..
maka biarkan hati ini memilihnya...
Jika dakwah adalah kewajiban...
maka kuatkan kami menjalaninya...
Jika dakwah adalah kecintaan..
maka ikhlaskan kami merasakannya...
Jika dakwah adalah kehormatan
maka percayakan kami menjaganya...
Jika dakwah adalah cita-cita...
maka ijinkan kami memperjuangkannya...
Jika dakwah adalah sesuatu yang indah..
maka ridhokan kami menikmatinya...
Ketika ada rasa lelah kala hati ingin istirahat dalam dakwah..
Allah berkata..
nanti kelak kalian istirahat disaat kaki-kaki kalian menginjakan surganya Allah..
Indahnya dakwah dikala hati lelah menghadapi kenyataan beratnya medan dakwah....
17-29 Desember 2021
_Safari Dakwah Kaderisasi BKPRMI di Papua Barat_
*Nanang Mubarok*
Dirnas LPPDSDM BKPRMI


SEBAIK-BAIK ISTRI


 GIAT PAIF SENIN, 27/12/21

PERNIKAHAN PADA MASA IDDAH ISTRI

 BinLuh

Surat Edaran Dirjen Bimas Islam
tentang
PERNIKAHAN DALAM MASA IDDAH ISTRI
Untuk memperkuat ketahanan rumah tangga dalam menyelesaikan masalah rumah tangga, melestarikan rumah tangga, mencegah terjadinya poligami terselubung, mencegah terjadinya poliandri & hal2 lain yang merusak keamanan dan ketertiban masyarakat



Allahu Ahad


    BinLuh

Al-Qur'an surah Al-Ikhlāṣ ayat 1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
TAFSIR TAHLILI
(1) Pada ayat ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya, bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa, tidak tersusun dan tidak berbilang, karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain, sedang Allah sama sekali tidak memerlukan suatu apa pun. Keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada Zat-Nya, Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya.
Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhluk pun yang menyamai-Nya dan Maha Esa pada perbuatan-Nya berarti Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya:
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ٨٢
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Y±s³n/36 : 82)
----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

Watak Islam Rahmatan Lil'alamiin



BinLuh

Watak Agama Islam sebagai Rahmatan lil'alamin:
1. Kasih Sayang kepada semua makhluk (rahmah)
2. Moderat (tawasuth)
3. Toleransi (tasamuh)

Kesetaraan Gender

 BinLuh

EDISI CAHAYA HIDAYAH AL-QUR'AN
Tema "Kesetaraan Laki-laki & Perempuan"
Tema Al-Qur'an surah Al-Aḥzāb ayat 35
اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
TAFSIR TAHLILI
(35) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat-sifat hamba-Nya yang akan diampuni segala dosa dan kesalahannya serta dimasukkan ke dalam surga. Sifat-sifat mereka ada sepuluh macam:
1. Taat dan tunduk kepada hukum Islam, baik ucapan maupun perbuatan.
2. Membenarkan dan memercayai ajaran Allah dan rasul-Nya.
3. Selalu melaksanakan perintah-perintah agama dengan penuh kekhusyukan dan ketenangan.
4. Selalu benar dalam ucapan dan perbuatan, sebagai tanda keimanan yang sempurna. Dalam sebuah hadis yang sahih disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Peganglah kebenaran, bahwa kebenaran itu membawa pada kebajikan, dan kebajikan akan membawa masuk surga, dan jauhilah dusta, sebab dusta itu membawa pada kedurhakaan dan kedurhakaan itu membawa ke neraka.”
5. Sabar menghadapi kesulitan dan penderitaan dalam melaksanakan perintah Allah serta menahan syahwat dan hawa nafsu.
6. Khusyuk dan tawaduk kepada Allah, baik jasmani maupun rohani, dalam melaksanakan semua tugas dan kewajiban dan keikhlasan semata-mata untuk mencari keridaan Allah.
7. Bersedekah dengan harta dan memberi bantuan kepada mereka yang serba kekurangan dan tidak mempunyai penghasilan.
8. Berpuasa yang dapat membantu menundukkan syahwat dan hawa nafsu, sebagaimana tercantum di dalam sabda Rasulullah saw:
يَامَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَاَحْصَنُ لِلْفَرْجِ فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. (رواه البخاري ومسلم عن ابن مسعود)
“Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk kawin silakan kawin, karena perkawinan itu lebih dapat menahan pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, supaya berpuasa, karena berpuasa itu dapat membendung syahwatnya.” (Riwayat al-Bukh±r³ dan Muslim dari Ibnu Mas‘µd);9. Menjaga kemaluan dan kehormatan dari segala perbuatan yang haram dan keji, sesuai dengan firman Allah:
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ ٥ اِلَّا عَلٰٓى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَاِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَۚ ٦ فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَاۤءَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ ٧ ;Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (al-Mu'minµn/23: 5-7);10. Selalu ingat kepada Allah dengan lidah dan hati, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Muj±hid yang menyatakan bahwa seseorang itu belum disebut banyak mengingat Allah kecuali bila sudah dapat mengingat-Nya sambil berdiri, duduk, dan berbaring. Abµ Sa‘³d al-Khudr³ telah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullah bersabda:
اِذَا اَيْقَظَ الرَّجُلُ اِمْرَاَتَهُ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ كَانَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ مِنَ الذَّاكِرِيْنَ الله َكَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ. (رواه ابوداود والنسائى وابن ماجه)
“Apabila seorang suami membangunkan seorang istrinya di malam hari lalu mereka salat tahajud dua rakaat , maka mereka berdua pada malam tersebut termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah.” (Riwayat Abµ D±wud, an-Nas±'³, dan Ibnu M±jah); Dalam hadis yang lain dari Sahal bin Mu‘±z al-Juhan³ dari ayahnya diriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw:
اَيُّ الْمُجَاهِدِيْنَ اَعْظَمُ اَجْرًا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ذِكْرًا. قَالَ: أَيُّ الصَّائِمِيْنَ اَكْثَرُ اَجْرًا؟ قَالَ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ذِكْرًا ثُمَّ ذَكَرَ الصَّلاَةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ يَقُوْلُ رَسُوْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا. فَقَالَ اَبُوْ بَكْرٍ لِعُمَرَ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: ذَهَبَ الذَّاكِرُوْنَ بِكُلِّ خَيْرٍ. فَقَالَ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَجَلْ. (رواه احمد)
“Pejuang-pejuang manakah yang paling besar pahalanya wahai Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “Yang paling banyak ingatnya kepada Allah. Lalu ia bertanya lagi,” Cara orang yang berpuasa manakah yang paling besar pahalanya?” Nabi saw menjawab, “Yang paling banyak ingat kepada Allah.” Kemudian dia menyebutkan pula orang yang salat, berzakat, naik haji dan bersedekah, dan pada kesemuanya itu Nabi saw mengatakan, “Mereka yang paling banyak ingatnya kepada Allah.” Abu Bakar lalu berkata kepada Umar, “Orang yang banyak ingatnya kepada Allah telah membawa semua kebajikan.” Dan Nabi saw menambahkan, “Memang demikianlah.” (Riwayat A¥mad)
----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android


3 Persaudaraan yang harus diperkuat:

Binluh Jum'at, 24/12/21

 3 Persaudaraan yang harus diperkuat:

1. Persaudaraan Islamiyyah (sesama muslim)
2. Persaudaraan Wathaniyyah (sesama anak bangsa)
3. Persaudaraan Basyariyyah (sesama umat manusia)

DPS hadiri Rapat Koperasi di PA Padang Panjang

BinLuh Jum'at, 24/12/21

EDISI EKONOMI SYARIAH
di PA Padang Panjang
Tema "Asas Ekonomi Syariah"
1. Tolong Menolong (ta'awun)
2. Kebenaran (shidqah)
3. Keseimbangan (al-wustha)
4. Kejujuran (amanah)
5. Keadilan ('adalah)
6. Kebersamaan & Persamaan (ukhuwwah)

Rapat Persiapan FGD


 GIAT PAIF HARI INI Kamis, 23/12/21

Pembahasan TOR FGD "Mengantarkan Generasi Muda Minangkabau pada Puncak Kesuksesan Saat Ancaman Dekadensi Moral & Tantangan Revolusi 4.0" di Palanta Uncu Cafe bersama FKP.
Kunjungan lapangan kelompok sasaran binaan keluarga sakinah Miftahul Jannah Kel. Koto Panjang warkop Buk As kawasan tambang kapur Bukit Tui.
Tahun 2012 menerima bantuan bedah rumah dari BAZNAS Provinsi & bantuan ibadah sosial usaha sate gerobak. Semenjak suaminya meninggal 2 tahun yang lalu, usaha sate gerobak tidak dapat dilanjutkan diganti dengan usaha warung kopi.
Konsultasi Agama & Publik di Kel Koto Panjang
menerima Konsultasi Perorangan warga Buk Wit anggota kelompok binaan KS Miftahul Jannah yang lagi mengurus persyaratan nikah anaknya. Tahun 2012 menerima bantuan ibadah sosial warung harian. Sampai saat ini usaha warung harian masih tetap berlanjut.

BinLuh EDISI "Self Reminder" Tema Kenapa Hidup Terasa Sempit....???


 Giat PAIF Kamis, 23/12/21

Suruhlah anak-anakmu Sholat..!!!

 BinLuh

EDISI IBADAH
Tema "Konsolidasi Keluarga untuk Menegakkan Sholat"


Petunjuk Allah dalam Ayat Kursi


 Binluh Rabu, 22/12/21

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 255

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
TAFSIR TAHLILI
(255) Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah. Adapun tuhan-tuhan yang lain yang disembah oleh sebagian manusia dengan alasan yang tidak benar, memang banyak jumlahnya. Akan tetapi Tuhan yang sebenarnya hanyalah Allah. Hanya Dialah Yang hidup abadi, yang ada dengan sendiri-Nya, dan Dia pulalah yang selalu mengatur makhluk-Nya tanpa ada kelalaian sedikit pun.
Kemudian ditegaskan lagi bahwa Allah tidak pernah mengantuk. Orang yang berada dalam keadaan mengantuk tentu hilang kesadarannya, sehingga dia tidak akan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik, padahal Allah swt senantiasa mengurus dan memelihara makhluk-Nya dengan baik, tidak pernah kehilangan kesadaran atau pun lalai.
Karena Allah tidak pernah mengantuk, sudah tentu Dia tidak pernah tidur, karena mengantuk adalah permulaan dari proses tidur. Orang yang tidur lebih banyak kehilangan kesadaran daripada orang yang mengantuk.
Sifat Allah yang lain yang disebutkan dalam ayat ini ialah bahwa Dialah yang mempunyai kekuasaan dan yang memiliki apa yang ada di langit dan di bumi. Dialah yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang tak terbatas, sehingga Dia dapat berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Semuanya ada dalam kekuasaan-Nya, sehingga tidak ada satu pun dari makhluk-Nya termasuk para nabi dan para malaikat yang dapat memberikan pertolongan kecuali dengan izin-Nya, apalagi patung-patung yang oleh orang-orang kafir dianggap sebagai penolong mereka.
Yang dimaksud dengan “pertolongan” atau “syafaat” dalam ayat ini ialah pertolongan yang diberikan oleh para malaikat, nabi dan orang-orang saleh kepada umat manusia pada hari kiamat untuk mendapatkan keringanan atau kebebasan dari hukuman Allah. Syafaat itu akan terjadi atas izin Allah. Dalam hadis disebutkan :
قَالَ النَِّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ...فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: شَفَعَتْ اَلْمَلاَئِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّوْنَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُوْنَ (رواه أحمد ومسلم عن ابي سعيد الخدري)
Nabi Saw bersabda, “…Kemudian Allah berfirman, “Para Malaikat memberikan syafaat, para Nabi memberikan syafaat, dan orang-orang mukmin juga memberikan syafaat. (Riwayat A¥mad dan Muslim dari Abu Sa‘id al-Khudr³);Sifat Allah yang lain yang disebutkan dalam ayat ini ialah: bahwa Allah senantiasa mengetahui apa saja yang terjadi di hadapan dan di belakang makhluk-Nya, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah, melainkan sekadar apa yang dikehendaki-Nya untuk mereka ketahui. Kursi Allah mencakup langit dan bumi. Allah tidak merasa berat sedikit pun dalam memelihara makhluk-Nya yang berada di langit dan di bumi, dan di semua alam ciptaan-Nya. Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.
Mereka tidak mengetahui ilmu Allah, kecuali apa yang telah dikehendaki-Nya untuk mereka ketahui. Dengan demikian, yang dapat diketahui oleh manusia hanyalah sekadar apa yang dapat dijangkau oleh pengetahuan yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, dan jumlahnya amat sedikit dibanding dengan ilmu-Nya yang luas. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
“… Sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (al-Isr±′/17:85)
----------
Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

RAKOR KOPERASI SYARIAH

Bersama Kadis baru...

Sertifikat Kadis Lama
Bangun semangat & kebersamaan
bangun ekonomi sesuai prinsip2 ekonomi syariah
menuju kesejahteraan & keberkahan hidup umat
dunia & akhirat


EDISI NGOPIII... DPS KOPERASI


 BinLuh Rabu, 22/12/21

EDISI NGOPIII...
Ngobrol Perkara Iman, Islam & Ihsan"
Tema "Akselerasi Pertumbuhan Koperasi Syariah"
Mari sama2 kita Jaga
Jangan sampai layu sebelum berkembang...!!!

"Rapat Evaluasi Akselerasi Koperasi Syariah dengan Perindagkop & UMKM Kota Padang Panjang, Pengawas Syariah, Pengurus/Pengawas Koperasi

 BinLuh

EDISI Ekonomi Syariah
"Rapat Evaluasi Akselerasi Koperasi Syariah dengan Perindagkop & UMKM Kota Padang Panjang, Pengawas Syariah, Pengurus/Pengawas Koperasi
di Aula Senja Kenangan
Rabu, 22 Desember 2021


KEBIJAKAN DAKWAH & PEMBERDAYAAN DA'I

 BinLuh

Edisi Tambah Ilmu & Sharing Pengalaman
KEBIJAKAN DAKWAH & PEMBERDAYAAN DA'I