Kamis, 09 September 2021

INGIN MENJADI PENGHUNI SURGA...? INI SYARATNYA...!!!


Setiap orang ingin menjadi penghuni Surga, tapi justru kebanyakan tanpa mereka sadari  telah  bergerak semakin jauh dari Surga semakin dekat dengan Neraka.  

Apabila ingin benar-benar menjadi penghuni SURGA maka syaratnya IMAN sempurna di dada & setiap waktu AMALKAN KEBAJIKAN...!!!

Giat di Kelurahan Ekor Lubuk



Giat Penyuluh Agama di Kelurahan bersama Perangkat Kelurahan, Babinsa, BhabinKamtibmas & Tokoh Masyarakat  membahas berbagai persoalan keumatan mulai masalah hukum keluarga, ekonomi syariah, PROKES &  keamanan masyarakat (Kamis, 9/9)

Di antara isu esensial yang dibahas a.l status nikah bawah tangan, poliandri, beda bank syariah dg konvensial, protokol penyelenggaraan jenazah pada masa covid19 & nikah hamil.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan pertemuan secara berkala.

Giat Penyuluh Hari Ini



Memulai tugas bimbingan penyuluhan dengan tilawah, musyawarah & muzakarah & dilanjutkan dengan takziyyah ke kediaman Ust. Afdhal Zikri atas meninggalnya mertua beliau. Ditunjuk memberikan BP Takziyyah & memimpin do'a (Kamis, 9/9)

Rabu, 08 September 2021

Bersama Ketua GANN Kota Padang Panjang Ditemani "Teh Talua"


Uwas datang mengunjungi Drs. Dalius Ketua GANN (Gerakan Anti Narkotika Nasional)  Kota Padang Panjang berdiskusi berbagai persoalan keumatan. Sambil minum pagi saling menyampaikan kerisauan & pemikiran atas kondisi umat saat ini terutama di kalangan pemuda & remaja. (Rabu, 8/9)

Uwas: "Assalamu'alaikum Wr. Wb., Ketua"
Ketua: "Wassalamu'alaikum Wr. Wb.,"
kemudian saling menanyakan kabar & keadaan, Uwaspun memesan teh talua kepada Uncu (Istri Pak Ketua yang membuka usaha "Kedai Uncu"), dilanjutkan dengan obrolan santai tapi sarat mamfaat. Sudah menjadi pameo kalau "carito dibukak sasudah makan atau sambia minum-minum". Ha..ha...

Uwas menyampaikan bahwa ia sekarang sudah beralih ke jabatan fungsional sebagai penyuluh agama fungsional yang memiliki tugas menyampaikan pesan-pesan pembangunan melalui bahasa agama dengan 4 fungsi utama edukatif, informatif, konsultatif & advokatif.  

Lebih lanjut Uwas memberitahukan potensi penyuluh agama di kota Padang Panjang terdiri 8 PNS & 16 Non PNS, masing-masing memiliki spesialisasi. Ada 8 Spesialisasi dari penyuluh Agama ini 1. Moderasi Beragama; 2. Kerukunan Umat Beragama; 3. Zakat; 4. Wakaf; 5. Keluarga Sakinah; 6. Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an 7. Produk Halal 8. Penyuluhan Anti Narkoba & HIV AIDS.

Mendengarkan adanya tugas dari penyuluh agama memberikan bimbingan penyuluhan anti narkoba & HIV AIDS, Pak Dalius langsung menanggapinya. Begitulah sosok Pak Dalius Ketua GANN Kota Padang Panjang, semangatnya masih muda walau sudah pensiun baginya pengabdian itu tiada mengenal batas akhir, apa yang bisa ia sumbangkan untuk negeri akan ia lakukan. Semoga menjadi ladang amal bagi beliau.

Dengan penuh antuasias Ketua ini menyampaikan tawaran.
Ketua: "Ambo menawarkan kepada Bapak untuk ikut dalam kegiatan GANN"..!!
Rawut wajahnya menampakkan keseriusan terkadang juga kekhawatiran mendalam kondisi pemuda/remaja saat ini. 
"Insya Allah bersama kita Ketua", jawab Uwas menanggapi.

Kemudian ia melanjutkan kata-kata yang lebih kurang maksudnya seperti ini Kota Padang Panjang kota kecil tapi berada pada jalur perlintasan sangat berpotensi menjadi tujuan peredaran NARKOBA, belum lagi angka anak-anak putus sekolah yang cukup besar akan berpotensi menjadi sasaran dari peredarannya. Ia menyebutkan angka cukup fantastis dari 151 narapidana sekitar 71 orang adalah napi narkoba.  Perlu langkah bersama kita mengatasinya.

GANN telah melakukan berbagai MOU dengan berbagai instansi/lembaga pemerintahan baik vertikal maupun horizontal seperti Kementerian Agama, Kejaksaan, Lembaga Pemasyarakatan & OPD Pemerintah Daerah; begitu juga GANN telah pula turun lapangan ke sekolah-sekolah, madrasah-madrasah.

Berbagai media sudah digunakan untuk menjalankan program GANN, antara lain TV Padang Panjang, Radio Sekolah RESFOUR 104,5 FM milik SMP 5, Live Streeming Youtube dan lain sebagainya.

Diskusi akhirnya berakhir dengan komitmen untuk saling berkolaborasi & join planning kegiatan pemberantasan narkoba dan program lainnya bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda/remaja & Pelajar di Kota Padang Panjang Kota Serambi Mekkah. 

Uwas: "Izin ambo dulu Ketua, lain kali awak sambuang, Assalamu'alaikum...."
Ketua: "Ok, Insya Allah kito sambuang, jan lupo nanti sediakan waktu isi acara GANN di RESFOUR yo.." 
Uwas: "Siap Ketua". Uwaspun pamit terus menuju sepeda motornya bertolak kembali ke Posko Uwas di KUA Kec. Padang Panjang Timur.

Selasa, 07 September 2021

Konsultasi Keagamaan & Publik






 

Seri Cerita Kerukunan: Kisah Sang Komandan

Pada saat  melakukan kegiatan bimbingan penyuluhan ke berbagai lokasi binaan, Uwas (sebutan populer nama saya, singkatan dari Ustadz Wahyu Salim) sering bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat, baik itu pejabat, tokoh agama, tokoh adat, pelajar maupun masyarakat umum. 

Suatu kali saat Uwas berada di kantor lurah, ia melakukan pembicaraan dengan pejabat kelurahan terkait tugas-tugas kepenyuluhan yang bisa dikerjasamakan dengan program kegiatan yang ada di kelurahan, antara lain lingkar sakinah ataupun kampung kerukunan. 

Uwas melihat seorang bapak-bapak datang berkunjung ke kelurahan, wajah sang bapak terasa  familiar bagi Uwas tapi entah kapan bertemu atau dalam kegiatan apa, Uwas belum menyadarinya.
Filing Uwas sudah pernah berjumpa sebelumnya, ia perhatikan sang bapak sedikit demi sedikit,  Uwaspun yang merasa yakin  pernah melihat  sang bapak langsung menyapa terlebih dahulu:

"Assalamu'alaikum Wr Wb komandan..." sapa Uwas sambil mengangkat tangan sikap hormat.
"Wa'alaikumussalam Wr Wb...", jawab Si Bapak.
"Apa kabar Ndan..?", lanjut Uwas.
dengan tenang Si Bapak menjawab: "Alhamdulillah sehat". Masih tampak kesan ketegasan dari suara dan gerakannya. 
Kami pun mempersilahkan si bapak duduk dan bergabung dalam pembicaraan kami, Uwaspun melanjutkan lagi beberapa program lain seperti pemberantasan buta huruf Al-Qur'an. Si Bapak sempat ikut nimbrung menyampaikan keinginannya untuk mengundang Uwas mengisi kegiatan pengajian di masjid dekat tempat tinggalnya.

Setelah pembicaraan pokok selesai kemudian dilanjutkan bincang-bincang ringan, Uwas mengarah kepada Sang Bapak seraya berkata:
"Bapak Brimob kan...?" tanya Uwas.
"Ya benar" katanya sambil balik bertanya:
"Lai tahu yo..." pakai bahasa minang. Maksudnya Uwas mengetahui keberadaannya sebagai pensiunan brimob. Uwas menanggapi dan membenarkan karena sering melihat si Bapak memimpin pasukan saat upacara bendera hari besar nasional dan kegiatan pertemuan di tingkat kota. Maka wajar Uwas memanggilnya komandan .

Ternyata bapak ini ketua RT, sebut saja namanya Sang Komandan (sengaja tidak disebutkan nama aslinya). Sang Komandan ini sedang mengurus salah satu keperluan warga di kantor lurah, biasa kalau Pak RT sering diminta tolong oleh warganya mengurus berbagai keperluan. Kalaupun tidak saat diminta tolong wargapun Sang Komandan sering juga singgah ke kantor lurah, entah saat jalan kaki atau keliling bersepeda. Setelah pensiun pengabdian ia teruskan dengan hidup bermasyarakat.(Bersambung....)

Komandan lanjut mengkisahkan pengalamannya saat bertugas di daerah operasi salah satu tempat di Aceh. Memimpin satu regu di daerah konflik berpegang pada prinsip dimana bumi di pijak disitu berbuat terbaik. Prinsip ini ia amalkan dengan merubah langgar yang terbengkalai tidak lagi difungsikan lagi oleh masyarakat. Di situ komandan mengajak anggotanya untuk membersihkan dan menjadikan bagian bawah langgar ini menjadi posko dan bagian atas untuk tempat sholat berjamaah. 
Sang komandan yang mengumandangkan azan, sekaligus menjadi imamnya. Kemudian ia mengumpulkan tokoh masyarakat agar kembali memfungsikan langgar untuk sholat berjamaah, tidak ada yang perlu ditakutkan.
Akhirnya apa yang dilakukan komandan mendapatkan simpati dari masyarakat, tentara dan rakyat bahu membahu melaksanakan berbagai kegiatan.
Pernah suatu ketika komandan bersama dengan beberapa anggotanya turun ke sebuah lereng mengambil air bersih, pada bagian atas telah siap anggota GAM memuntahkan senjatanya. Agaknya sudah menjadi sasaran empuk, namun apa yang terjadi anggota GAM tersebut mengurungkan niatnya dan bergerak menjauhi. Kenapa hal ini bisa terjadi karena faktor keakraban dan perhatian sang komandan terhadap masyarakat yang berada di lokasi poskonya.
Hal ini diketahui sang komandan di saat acara perpisahan masyarakat dengan sang komandan bertemu dengan tokoh masyarakat yang sempat ditemui anggota GAM yang menceritakan.
Sang komandan bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjaga nyawanya sehingga sukses dalam operasi dan kembali berkumpul dengan keluarga.

Sang komandan juga perhatian kepada seluruh anggotanya. Pernah suatu ketika mereka yang beragama Islam melaksanakan Sholat Jum'at berjamaah, sementara anggota non muslim menjaga di luar masjid sehingga pelaksanaan Jum'at dapat terselenggara dengan lancar. Sang komandan awalnya memerintahkan untuk standby saja di posko, tidak perlu ikut ke masjid. Namun non muslim dapat menyakinkan komandan kehadirannya menjaga di luar masjid dapat membantu agar Jum'at dapat berlangsung aman dan lancar.

Demikian sang komandan menceritakan sedikit pengalamannya di medan operasi, semoga bisa dijadikan pelajaran betapa kita perlu memahami cultur budaya lokal dalam berinteraksi dengan masyarakat.
 

Halaqah Qur'an Penyuluh Agama



 

Senin, 06 September 2021

HIDUP JAYALAH PENYULUH KITA


 

BP pada Kelompok Binaan Posyandu Mandiri "SEHAT CERIA"



 

Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang Wahyu Salim (UWAS) didampingi oleh Disman (Ustadz Malin) memberikan Bimbingan Penyuluhan pada Kelompok Posyandu Mandiri "Sehat Ceria" Gajah Tanang Kel. Ekor Lubuk Kec. Padang Panjang Timur dengan Tema "Keluarga Sakinah" (Senin, 6/9)

KAJIAN KITAB-KITAB MENGEMBALIKAN TRADISI KEILMUAN PARA ULAMA





Badan Pengelola Islamic Center Padang Panjang (Sabtu, 4/9) menggelar kajian kitab bagi para pelajar, santri santriwati & masyarakat umum yang diisi oleh Buya H. Yendri Junaidi, MA dengan dibantu moderator UWAS (Ustadz Wahyu Salim) Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang & Youtuber Ustadz Kasbi & Ustadz Setra. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang lebih peserta dari berbagai madrasah dan pondok pesantren yang ada di Kota Padang Panjang serta dari kalangan umum.

Adapun kitab perdana yang dikaji adalah Kitab "Ta'lim Muta'allim Fi Thariq Al-Ta'allum" yang dikarang oleh Syekh Burhanul Islam Al-Zarnuji. 

Jumat, 03 September 2021

PENCAPAIAN SEBAGAI PESERTA PELATIHAN TIK AKT II KELAS 29


 96,71 %
Alhamdulillah....

POST TEST PELATIHAN TIK HARI KE-10



 

Alhamdulillah...dapat 9,67



Kunjungan Efi Yoskar ke KUA Kec. Padang Panjang Timur

Kunjungan Efi Yoskar ke KUA Kec. Padang Panjang Timur (Rabu, 1/9)
 

Penutupan Pelatihan TIK bagi Penyuluh Agama Akt. II bersama Pak Menteri







Pembukaan Program Digital Talent Scholarship 2021 Hasil Kerjasama Kementerian Kominfo dan Kementerian Agama dangan tema “Sinergitas Penggunaan TIK Dalam Penguatan Moderasi Agama” yang akan dihadiri oleh Kepala Badan Litbang SDM Kominfo, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, serta Menteri Agama RI. Acara ini dikuti oleh seluruh peserta GTA, DEA, TA dari Kementerian Agama dan terbuka juga bagi peserta DTS lainnya ya Digiers. Sinergitas Penggunaan TIK Dalam Penguatan Moderasi Agama disiarkan pada: 🗓 Hari/Tanggal: Jumat, 3 September 2021 ⏰ Waktu: 09.00 WIB

Alhamdulillah...bisa mengikuti pelatihan TIK ini, sungguh sangat bermamfaat untuk menyampaikan pesan pembangunan bidang agama melalui transformasi era digital.
Luar Biasa....!!!