PUASA: MADRASAH KARAKTER & JALAN MENUJU MERAIH CITA-CITA
Oleh: Wahyu Salim (Penyuluh Agama Islam)
Pendahuluan: Kalian Istimewa di Mata Allah
Anak-anakku yang Allah muliakan 🤍
Kalian mungkin pernah merasa hidup tidak selalu mudah. Ada yang kehilangan orang tua, ada yang harus berjuang dalam keterbatasan. Tapi ketahuilah, Allah tidak pernah salah memilih hamba-Nya.
Justru anak yatim dan orang-orang yang sabar dalam kesulitan adalah kekasih Allah. Rasulullah ﷺ bahkan menjanjikan kedudukan yang sangat dekat di surga bagi orang yang memuliakan anak yatim.
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan bersama di surga seperti ini.”
(HR. Bukhari – sambil merapatkan dua jari)
1. Puasa Mengajarkan Karakter Disiplin & Tanggung Jawab
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan disiplin diri. Kita belajar:
Bangun tepat waktu untuk sahur
Menjaga diri dari marah, dusta, dan perbuatan buruk
Menepati waktu berbuka
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ...... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa......agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
👉 Disiplin adalah kunci sukses.
Orang yang terbiasa disiplin sejak kecil, kelak akan mudah meraih cita-citanya.
2. Puasa Menumbuhkan Kesabaran & Mental Pejuang
Anak-anakku, puasa mengajarkan kita sabar dalam keadaan sulit.
Sabar saat lapar, sabar saat lelah, sabar saat keinginan belum terpenuhi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Perisai artinya pelindung jiwa.
Anak yang kuat mentalnya adalah anak yang tidak mudah menyerah, walau hidup tidak mudah.
👉 Kesabaran hari ini adalah keberhasilan di masa depan.
3. Puasa Membentuk Kejujuran & Akhlak Mulia
Saat puasa, tidak ada yang melihat kita kecuali Allah. Kita bisa saja makan diam-diam, tapi kita memilih jujur.
Inilah karakter amanah dan jujur—modal utama orang sukses.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
👉 Kejujuran akan mengangkat derajat seseorang, meski berasal dari keluarga sederhana.
4. Puasa Mengajarkan Empati & Kepedulian
Dengan puasa, kita merasakan lapar—sehingga hati kita menjadi lembut dan peduli.
Allah berfirman:
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
“Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
(QS. Ad-Dhuha: 9)
Anak-anakku, kalian bukan beban, kalian adalah amanah dan calon pemimpin masa depan.
👉 Orang yang peduli dan berakhlak baik akan dicintai manusia dan dimuliakan Allah.
5. Puasa Menguatkan Mimpi & Harapan Masa Depan
Puasa melatih kita menunda kesenangan demi tujuan yang lebih besar.
Inilah sifat orang yang berhasil meraih cita-cita.
Allah berfirman:
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)
👉 Boleh jadi kalian miskin hari ini, tapi tidak harus miskin cita-cita.
Boleh jadi kalian yatim, tapi tidak yatim dari impian dan semangat.
Penutup: Kalian Calon Orang Hebat
Anak-anakku 🌟
Jadikan puasa sebagai:
Sekolah pembentuk karakter
Latihan menjadi pribadi kuat
Tangga menuju masa depan cerah
Berdoalah, berusahalah, dan jangan pernah minder.
Karena Allah bersama orang-orang yang sabar, dan surga menanti mereka yang kuat iman dan akhlaknya.
“Sesungguhnya pertolongan itu datang bersama kesabaran.”
(HR. Tirmidzi)
Semoga Ramadhan ini menjadikan kalian anak-anak berakhlak mulia, berani bermimpi, dan sukses meraih cita-cita.
Aamiin 🤲
Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar