Selasa, 28 Juli 2026

Halaqah Al-Qur'an di Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Sentuh Hati Warga Binaan Melalui Pendekatan Kelompok Kecil

 


Halaqah Al-Qur'an di Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Sentuh Hati Warga Binaan Melalui Pendekatan Kelompok Kecil

Padang Panjang, Selasa, 28 Juli 2028 – Suasana religius dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti Masjid Rutan Kelas IIB Padang Panjang pada Selasa (28/7/2028). Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti Halaqah Al-Qur'an dan Bimbingan Penyuluhan Agama Islam yang dilaksanakan secara lebih intensif dengan metode kelompok-kelompok kecil. Pendekatan ini memberikan ruang dialog, pembinaan personal, pendalaman bacaan Al-Qur'an, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang lebih efektif dibandingkan metode ceramah satu arah.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Kelas IIB Padang Panjang dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Padang Panjang, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan kerohanian bagi warga binaan.

Ketua IPARI Kota Padang Panjang sekaligus Koordinator Kegiatan, Wahyu Salim, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Padang Panjang Timur, menjelaskan bahwa halaqah dipilih sebagai model pembinaan karena mampu menghadirkan interaksi yang lebih hangat, komunikatif, dan menyentuh kebutuhan spiritual setiap peserta.

"Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi dipahami, dihayati, dan diamalkan. Melalui halaqah, warga binaan memiliki kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, memperbaiki bacaan, sekaligus membangun semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Inilah esensi penyuluhan agama yang membimbing, mendampingi, dan memberdayakan," ungkap Wahyu Salim.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah:

  • meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan melalui interaksi langsung dengan Al-Qur'an;

  • membangun akhlak mulia dan karakter yang bertanggung jawab;

  • memberikan ketenangan batin serta harapan baru selama menjalani masa pembinaan;

  • mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius, produktif, dan bermanfaat.

Selain pembinaan membaca Al-Qur'an, para penyuluh juga memberikan motivasi keagamaan, penguatan nilai-nilai moral, serta ruang konsultasi sehingga peserta dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara lebih terbuka.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang melalui Penanggung Jawab Pembinaan Kerohanian, Rino, S.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Penyuluh Agama Islam yang secara konsisten hadir memberikan pembinaan kepada warga binaan.

Menurut Rino, pola pembinaan melalui halaqah terbukti mampu membangun kedekatan emosional antara penyuluh dan warga binaan sehingga proses pembinaan menjadi lebih hidup, komunikatif, dan menyentuh aspek spiritual secara mendalam.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada IPARI Kota Padang Panjang beserta seluruh Penyuluh Agama Islam yang telah mendampingi warga binaan dengan penuh keikhlasan. Pembinaan kerohanian seperti ini merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan karena perubahan perilaku yang berkelanjutan berawal dari perubahan hati," ujarnya.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga program pembinaan keagamaan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang semakin berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi proses rehabilitasi mental dan spiritual warga binaan.

Keutamaan tilawah Al-Qur'an juga menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Penyuluh mengingatkan bahwa setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca bernilai pahala, menjadi cahaya bagi kehidupan, penenteram hati, sekaligus petunjuk menuju jalan yang lurus. Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya. Pesan ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur'an, baik selama berada di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.

Yang menarik, seluruh penyuluh tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga duduk melingkar bersama peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Suasana yang akrab membuat warga binaan lebih leluasa membaca Al-Qur'an, mengulang hafalan, berdiskusi mengenai kandungan ayat, hingga berkonsultasi mengenai persoalan ibadah dan kehidupan sehari-hari. Pendekatan partisipatif ini menjadikan proses pembelajaran lebih intensif, humanis, dan menyenangkan.

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIB Padang Panjang bersama IPARI Kota Padang Panjang menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan bukan sekadar program rutin, melainkan ikhtiar membangun harapan dan masa depan. Dengan hati yang dekat kepada Al-Qur'an, diharapkan setiap warga binaan mampu memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan agama. UWaS

Tidak ada komentar: