Minggu, 29 Desember 2024

DO'A TERBAIK UNTUK ISTRIKU TERCINTA



DO'A TERBAIK UNTUK ANAKKU ABDUL KARIM RAMADHAN


 

DO'A TERBAIK UNTUK ANAKKU NASHEH AMIN ALFARUKI


 

DO'A TERBAIK UNTUK ANAKKU ABID RAHMAN MUTTAQIN


 

DO'A TERBAIK UNTUK ANAKKU HANIF MUHAMMAD SYAFIQ


 

DO'A TERBAIK UNTUK ORANG TUA DARI ANAK SHOLEH


 

DO'A TERBAIK UNTUK PUTRI TERCINTA


 

Selasa, 24 Desember 2024

Do’a Terbaik untuk Pak Disman


Do’a Terbaik untuk Pak Disman

Bismillahirrahmanirrahim,

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Di hari yang penuh kebahagiaan ini, kami memohon rahmat dan keberkahan-Mu untuk Bapak Disman yang merayakan ulang tahun ke-60. Engkau telah memberinya nikmat usia dan kesehatan hingga hari ini. Jadikanlah sisa usia beliau penuh dengan kebahagiaan, keberkahan, dan ketenangan.

Ya Allah,
Sebentar lagi beliau akan memasuki masa pensiun setelah bertahun-tahun mengabdikan diri dengan tulus. Terimalah semua amal kebaikannya selama ini sebagai ibadah di sisi-Mu. Mudahkanlah segala urusannya di masa mendatang, berikanlah kesehatan yang sempurna, rezeki yang melimpah, dan keluarga yang harmonis sebagai pelipur lara.

Ya Allah,
Jadikanlah masa pensiun beliau sebagai waktu yang penuh manfaat, kebahagiaan, dan kedamaian. Berikanlah kesempatan untuk terus berkarya, beribadah, dan mendekatkan diri kepada-Mu. Lindungilah beliau dari segala marabahaya, dan bimbinglah setiap langkahnya di jalan yang Engkau ridhoi.

Doa untuk Pak Disman yang berulang tahun ke-60:

"Ya Allah, berikanlah Pak Disman kesehatan, kebahagiaan, dan kesabaran. Berkatilah usianya dengan kebijaksanaan, iman, dan takwa. Semoga beliau menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. Amin."
"Ya Allah, panjangkanlah umur Pak Disman dengan kesehatan dan kebahagiaan. Berikanlah beliau kesempatan untuk terus beribadah dan berbagi kebaikan. Amin."
Doa dalam Bahasa Arab
1. "اللَّهُمَّ إِنَّ دِيسْمَانَ فِي يَوْمِهِ السَّادِسِينَ، فَبارِكْ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَعْطِهِ الْحِكْمَةَ وَالتَّقْوَى. أَمِينَ."
(Allahumma inna Disman fi yawmihi assadisina, fa bariklahu fi umrihi wa a'tihil hikmata waattaqwa. Amin.)
2. "رَبَّنَا آتِ دِيسْمَانَ فِي يَوْمِهِ السَّادِسِينَ الْحَيَاةَ الطَّوِيلَةَ بِالصِّحَّةِ وَالسَّعَادَةِ. أَمِينَ."
(Rabbana ati Disman fi yawmihi assadisina alhayata attawilata bilssihhati wassa'adati. Amin.)
Doa dari Al-Qur'an dan Hadits
1. Surat Al-Baqarah ayat 201: "Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah."
2. Hadits Nabi Muhammad SAW: "Allahumma inni as'aluka 'afiyah al-dunya wa al-akhirah." (HR. Muslim)
Semoga doa-doa ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi Pak Disman di hari ulang tahunnya yang ke-60 beserta dengan keluarganya. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Semoga do’a ini menjadi penyemangat untuk Pak Disman dan keluarga. 😊

Senin, 23 Desember 2024

SAMBUT TAHUN BARU 2025


Perspektif Islam: Sambut Tahun 2025 sebagai Tahun Kemakmuran untuk Semua

Perspektif Islam: Sambut Tahun 2025 sebagai Tahun Kemakmuran untuk Semua 

Oleh: Wahyu Salim, Penyuluh Agama Kota Padang Panjang

Tahun 2025 hadir dengan sejuta harapan baru, seiring saat-saat 2024 akan meninggalkan kita semua.  Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk memulai segala sesuatu dengan optimisme dan doa, berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah. Mari kita jadikan tahun 2025 ini sebagai tahun kemakmuran yang tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga keberkahan spiritual dan sosial.

Kemakmuran dalam Perspektif Islam

Islam memandang kemakmuran sebagai kondisi yang melibatkan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 201: "Rabbana atina fi al-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah waqina 'adhaban nar" mengajarkan kita untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Keseimbangan ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemakmuran sejati.

Kemakmuran bukan sekadar melimpahnya harta benda, tetapi juga terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan ketaqwaan. Rasulullah SAW bersabda: "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati." (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, tahun 2025 dapat kita jadikan momentum untuk memperkuat nilai-nilai ini dalam kehidupan bermasyarakat.

Langkah Menuju Tahun Kemakmuran

  1. Meningkatkan Kualitas Ibadah Kemakmuran sejati dimulai dari hubungan yang kuat dengan Allah SWT. Tingkatkan kualitas shalat, perbanyak dzikir, dan perkuat silaturahim. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, kita akan memperoleh keberkahan dalam setiap usaha.

  2. Membangun Ekonomi Berbasis Syariah Ekonomi Islam mengajarkan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan. Mari kita dorong penggunaan instrumen keuangan syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk menciptakan kesejahteraan bersama.

  3. Mendorong Pendidikan Islam yang Holistik Pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan generasi yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Pendidikan Islam yang menyeluruh tidak hanya mengajarkan ilmu dunia, tetapi juga membangun karakter berbasis iman dan taqwa.

  4. Memperkuat Solidaritas Sosial Tahun kemakmuran harus menjadi tahun di mana kita lebih peduli terhadap sesama. Rasulullah SAW bersabda: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti satu tubuh; apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit." (HR. Muslim). Dengan memperkuat solidaritas sosial, kita bisa memastikan tidak ada yang tertinggal dalam arus kemajuan.

  5. Mewujudkan Negara yang semakin makmur & berkeadilan. Negara Indonesia yang lebih bermartabat disegani dunia namun juga mampu mengangkat kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, berbagai permasalahan baik tentang supremasi hukum, korupsi, judi, narkoba, kemiskinan, pendidikan dsb harus segera dituntaskan dengan pendekatan yang lebih holistik dan berkemanusiaan.

  6. Mengharapkan terwujudnya kedamaian dunia.  Perang di berbagai belahan dunia spt Palestina, Libanon, Syiria, Yaman & Uchraina telah menyita banyak korban jiwa & harta. Sampai saat ini masih menyisakan trauma dan kebuntuan, dengan masuknya tahun 2025 ini segala bentuk peperangan & permusuhan atas nama apapun harus segera dihentikan karena akan menghancurkan peradaban dunia. Kita memimpikan adanya tatanan dunia yang lebih damai, adil & setara.

Refleksi Akhir

Tahun 2025 adalah peluang emas untuk mengubah tantangan menjadi berkah. Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan setiap langkah sebagai ibadah dan berkomitmen untuk mewujudkan kemakmuran yang inklusif. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga keagamaan, cita-cita kemakmuran untuk semua dapat terwujud.

Semoga tahun ini menjadi awal dari babak baru yang penuh keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Aamiin.

Wahyu Salim
Penyuluh Agama Kota Padang Panjang

Jumat, 20 Desember 2024

Cinta & Cita-Cita: Perjalanan 25 Tahun Wahyu dan Mira

 


Cinta & Cita-Cita: Perjalanan 25 Tahun Wahyu dan Mira

Tanggal 19 Juni 2024 menandai momen istimewa dalam hidup Wahyu dan Mira: peringatan 25 tahun pernikahan mereka. Dua setengah dekade perjalanan yang dipenuhi dengan cinta, perjuangan, dan pencapaian luar biasa bersama enam buah hati mereka. Kisah ini bukan hanya tentang romantika dua insan, tetapi juga tentang pengorbanan dan kerja keras demi mencapai cita-cita bersama.

Awal Perjalanan: Cinta di Tengah Tantangan

Wahyu dan Mira menikah pada tahun 1999, memulai kehidupan rumah tangga dengan segala keterbatasan. Wahyu, yang baru saja lulus kuliah, bekerja sebagai guru honor di berbagai pesantren di Padang Panjang. Penghasilannya yang pas-pasan tidak menyurutkan semangatnya untuk membangun masa depan. Mira, meskipun memiliki kesempatan untuk melanjutkan kuliah, memilih fokus pada keluarga demi mendukung suaminya.

Dalam keterbatasan, mereka membangun rumah tangga yang penuh cinta. Mira menjadi sosok ibu yang tangguh, mengelola kebutuhan rumah tangga dengan bijaksana, sementara Wahyu bekerja keras, mengajar di pagi hari dan menggarap sawah serta ladang di waktu luang.

Babak Baru: Kemandirian dan Harapan

Pada tahun 2004, Wahyu diterima sebagai CPNS, membawa angin segar bagi keluarga kecil mereka. Setelah enam tahun tinggal di rumah mertua di Villa Mertua Indah, Wahyu dan Mira memulai proyek besar mereka: membangun rumah sendiri. Rumah sederhana di tengah persawahan yang indah menjadi simbol kemandirian dan kerja keras mereka.

Saat itu, keluarga mereka telah dikaruniai tiga anak. Wahyu bahkan rela menghentikan studinya di jenjang S2 demi memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Meskipun berat, pengorbanan ini dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Buah Cinta: Anak-anak yang Membanggakan

Kini, setelah 25 tahun, Wahyu dan Mira telah membesarkan enam anak yang menjadi kebanggaan mereka:

  1. Nasheh, putra sulung, sarjana manejemen ekonomi bekerja di sebuah perusahaan swasta di Tangerang, menunjukkan kemandirian dan dedikasi dalam kariernya. Sebagian dari penghasilannya telah ia dedikasikan untuk keberlanjutan pendidikan adik-adiknya sebagai bakti kepada orang tua dan prinsip keberhasilan "Satu untuk Semua & Semua untuk Satu".

  2. Hanif, putra kedua, menjalani kuliah di Universitas Terbuka (UT) sambil membantu merawat nenek-kakeknyanya di Depok, sebuah bukti nyata nilai kepedulian yang ditanamkan orang tuanya. Tekad yang kuat, tabah menghadapi jatuh bangun kehidupan menjadikan itu semua bagian dari proses kematangan dan kesuksesan yang sesungguhnya.

  3. Aufar, putra ketiga, kini sedang menempuh pendidikan di tingkat II di PTIQ Padang, mencerminkan kecintaannya pada ilmu agama. Tinggal di salah satu masjid di Kota Padang sebagai garin atau marbot masjid, berharap dapat membantu keberhasilannya mencapai cita-cita sebagai Hafidz Qur'an dan Sarjana Pendidikan Islam untuk selanjutnya dapat berkhidmat kepada umat dan negara.

  4. Putri keempat, satu-satunya anak perempuan, tengah menempuh kelas 11 di SMA 1 Sumatera Barat, mengisi peran sebagai penyemangat di tengah dominasi saudara laki-lakinya. Sebagai satu-satunya putri, ia bercita-cita dapat kuliah di salah satu perguruan tinggi favorit di pulau jawa.

  5. Abid, putra kelima, belajar di kelas 9 MTs Thawalib Putra, meneruskan jejak ayahnya dalam pendidikan agama, bersiap-siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

  6. Karim, si bungsu yang ceria, menempuh pendidikan kelas II di SD Muhammadiyah Padang Panjang, melengkapi kebahagiaan keluarga. Pilihan sekolah muhammadiyah sebagai komitmen abinya yang lahir dari pengkaderan muhammadiyah.

Menuju Surga Bersama

Setelah melewati berbagai tantangan, Wahyu dan Mira kini menikmati masa-masa indah bersama anak-anak mereka yang mulai tumbuh dewasa. Wahyu berharap dapat menua bersama Mira hingga ke surga, menjadi saksi atas keberhasilan anak-anak mereka, dan terus menjalani hidup yang penuh berkah.

Cinta mereka adalah inspirasi, bukti bahwa dalam keterbatasan, cita-cita bisa diraih dengan kerja keras dan kesabaran. Perjalanan 25 tahun ini mengajarkan bahwa cinta sejati adalah tentang berbagi, mendukung, dan berjuang bersama, bukan hanya untuk kebahagiaan sesaat tetapi untuk kebahagiaan abadi hingga ke akhirat. Inilah Cinta & Cita-Cita kami semua, Uhibbukum fiLLah...I LOVE YOU ALL..

KHUTBAH JUM'AT: CIRI-CIRI ORANG BERTAQWA DI ZAMAN DIGITAL

 


KHUTBAH JUM'AT: CIRI-CIRI ORANG BERTAQWA DI ZAMAN DIGITAL

Khutbah Pertama

MUQADDIMAH

PUJI SYUKUR & SHALAWAT

WASIAT TAQWA

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dan memberinya nikmat berupa akal dan petunjuk. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, serta memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang setia mengikuti sunnahnya hingga hari kiamat.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali 'Imran: 102).

Dalam era digital ini, kita dihadapkan pada tantangan baru yang tidak pernah dialami oleh generasi sebelumnya. Era digital memberikan kemudahan akses informasi dan teknologi, namun juga membawa ujian bagi keimanan dan ketakwaan kita. Oleh karena itu, khutbah kali ini akan membahas ciri-ciri orang bertakwa di zaman digital.

1. Selalu Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah

Orang bertakwa adalah mereka yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup. Dalam era digital yang penuh informasi, kita harus selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Allah berfirman:

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka langsung menyiarkannya. Padahal jika mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka." (QS. An-Nisa: 83).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

"Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika dia menyampaikan semua yang didengarnya." (HR. Muslim).

Di zaman ini, marilah kita selalu memastikan kebenaran sebelum menyebarkan informasi, agar kita tidak menjadi bagian dari penyebar fitnah.

2. Memanfaatkan Teknologi untuk Kebaikan

Orang bertakwa adalah mereka yang menggunakan teknologi untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti membaca Al-Qur'an melalui aplikasi, mengikuti kajian online, atau menyebarkan dakwah di media sosial. Allah berfirman:

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." (QS. Al-Qashash: 77).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad).

Gunakan teknologi untuk berbagi manfaat, bukan untuk hal-hal yang sia-sia atau bahkan maksiat.

3. Menjaga Waktu dan Produktivitas

Orang bertakwa adalah mereka yang menghargai waktu. Di era digital, godaan untuk menghabiskan waktu dengan hal yang tidak produktif sangat besar, seperti bermain gim berlebihan atau scrolling media sosial tanpa tujuan. Allah mengingatkan:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran." (QS. Al-'Asr: 1-3).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Manfaatkan waktu di era digital ini untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti menuntut ilmu, bekerja, atau beribadah.

4. Menjaga Pandangan dan Hati

Di zaman digital, godaan untuk melihat hal-hal yang haram semakin mudah diakses. Orang bertakwa adalah mereka yang menjaga pandangan dan hati dari hal-hal yang tidak diridhai Allah. Allah berfirman:

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur: 30).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

"Pandangan mata itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis." (HR. Ahmad).

Jaga mata dan hati kita dari konten yang tidak bermanfaat dan berpotensi merusak iman.

5. Bersikap Amanah dalam Dunia Digital

Orang bertakwa adalah mereka yang amanah, baik dalam dunia nyata maupun dunia digital. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa: 58).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

"Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah." (HR. Ahmad).

Jangan gunakan teknologi untuk hal-hal yang melanggar hak orang lain, seperti menyebarkan privasi, mencuri data, atau melakukan penipuan.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita introspeksi diri, apakah kita telah termasuk dalam golongan orang-orang yang bertakwa di era digital ini? Semoga Allah memudahkan kita untuk terus istiqamah dalam ketaatan di tengah segala ujian dan godaan.

Baarakallahu li walakum....

Khutbah Kedua

MUQADDIMAH

WASIAT TAQWA

AYAT AL-QUR'AN 

 Allah berfirman:

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang mampu menghadapi tantangan zaman digital ini dengan tetap berpegang teguh pada agama.

DO'A

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa, yang selalu istiqamah dalam menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa orang tua kami, dan dosa seluruh kaum Muslimin.

Amin ya Rabbal 'Alamin.

Aqimuu shshalah....!!!

Senin, 16 Desember 2024

Kisah Hidup Disman Malin: Pengabdian, Keluarga, dan Harapan di Masa Pensiun



















Padang Panjang, Disman Malin, seorang pegawai di Kementerian Agama Padang Panjang, telah menjalani perjalanan hidup yang penuh makna. Dengan dedikasi yang tinggi, ia telah mengabdi untuk negara dan masyarakat selama bertahun-tahun, dan kini ia tengah menanti masa pensiunnya yang akan tiba pada tanggal 1 Januari 2025 dengan pengabdian lebih 38 tahun.


Awal diangkat sebagai PNS di Sijunjung tahun 1987 kemudian pindah ke Padang Panjang sebagai Staf. Kemudian diangkat menjadi Kaur TU MAN Gunung. Beberapa tahun menjalankan tugas sebagai Kaur TU dengan berbagai dinamika sampai akhirnya pensiun sebagai Penyuluh Agama Ahli Madya dengan pangkat golongan pembina muda, IV/b. Namun di balik itu semua, ada cerita hidup Disman Malin tidak hanya tentang pengabdian profesionalnya, tetapi juga tentang keluarga yang ia bina bersama istrinya tercinta, Ruhaida.


Sebuah Keluarga Harmonis


Ruhaida, seorang ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang, adalah pendamping setia Disman dalam menghadapi segala suka duka kehidupan. Dari pernikahan mereka, lahirlah lima orang putri yang kini telah tumbuh dewasa dan menjadi kebanggaan keluarga.


1. Nana, anak pertama, telah menikah dengan Hendra dan dikaruniai dua orang anak, seorang putra dan seorang putri. Kehidupan Nana yang mapan dan bahagia menjadi salah satu kebahagiaan terbesar bagi Disman dan Ruhaida.


2. Ira, anak kedua, bekerja di BNI Pusat sebagai tenaga keuangan. Dengan karier yang cemerlang, Ira menjadi inspirasi bagi adik-adiknya.


3. Yeni, anak ketiga, telah mengukir prestasi sebagai pegawai di Kementerian Ekonomi Kreatif. Ia turut memberikan kontribusi dalam pengembangan sektor kreatif di Indonesia.


4. Vezi dan Veza, si kembar yang menjadi kebanggaan keluarga. Vezi memilih profesi sebagai guru, menjalani panggilan mulianya untuk mencerdaskan anak bangsa, sementara Veza baru saja diterima bekerja di Bank BNI Cabang, mengikuti jejak Ira dalam dunia perbankan.


Disman dan Ruhaida berhasil mendidik putri-putri mereka dengan nilai-nilai agama dan moral yang kuat. Keharmonisan keluarga mereka menjadi teladan bagi banyak orang, menunjukkan bahwa cinta, kerja keras, dan doa adalah kunci kebahagiaan.


Perjuangan Seorang Ayah

Tidak mudah bagi Disman untuk membesarkan dan mendidik lima orang putri. Dengan sumber daya yang terbatas, ia harus bekerja keras untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik. Untuk menambah keuangan keluarga, ia tidak pernah rendah diri mesti ke sawah dan ke ladang di luar hari kerjanya sebagai PNS. Ia selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab kepada mereka. Bersama Ruhaida, ia menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang dan dukungan, tempat anak-anaknya bisa tumbuh menjadi individu yang mandiri dan berprestasi.


Pak Disman Malin di mata rekan kerja

Disman sangat pandai bergaul tanpa memilih-milih teman dari kalangan tua muda, hampir semua lapisan ia kenal dengan baik, dari buruh kasar, tukang ojek, pengusaha, pedagang, sopir, pegawai sampai pejabat. Ke mana saja ia pergi, di situ ada teman-temannya, banyak sejarah dan pengalaman yang ia sampaikan kepada rekan kerjanya sebagai pelajaran dan hikmah luar biasa.


Harapan di Masa Pensiun

Saat pensiun tiba, Disman memiliki harapan besar untuk menjalani babak baru dalam hidupnya. Di awal pensiun Januari tahun depan, ia dan istrinya Ruhaida berencana ke Jakarta agar lebih dekat dengan anak-anak mereka, tinggal di sana beberapa waktu lamanya. Selain itu, Disman ingin memanfaatkan waktu luangnya untuk memperbanyak ibadah dan terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan di masyarakat. Ia ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana ia selalu berusaha menjadi ayah dan suami yang baik bagi keluarganya. Di sela-sela waktu tetap pergi melihat-lihat hasil kebun durian, kopi, cengkeh dan coklat, ditemani beberapa orang pekerja.


Disman Malin adalah contoh nyata bagaimana dedikasi, kerja keras, dan cinta keluarga dapat menghasilkan kehidupan yang penuh berkah. Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, bekerja dengan tulus, dan selalu bersyukur atas setiap pencapaian.


Jumat, 13 Desember 2024

Sosialisasi "NO BULLYING" dan Kemerdekaan Beragama di SD Fransiscus Padang Panjang

 


Sosialisasi "NO BULLYING" dan Kemerdekaan Beragama di SD Fransiscus Padang Panjang

Padang Panjang, 13 Desember 2024 – SD Fransiscus Padang Panjang mengadakan sosialisasi bertema "NO BULLYING" sekaligus menanamkan nilai kemerdekaan beragama bagi siswa lintas agama pada hari Jumat, 13 Desember 2024. Acara ini menghadirkan Wahyu Salim, Koordinator Bidang Penyuluhan Kerukunan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Padang Panjang yang juga Ketua IPARI Kota Padang Panjang, sebagai narasumber utama.

Sosialisasi yang diikuti oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ini juga dihadiri oleh Kepala SD Fransiscus, Buk Nel, beserta seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Dalam sambutannya, Buk Nel menyampaikan harapannya agar melalui sosialisasi ini, SD Fransiscus dapat menjadi sekolah yang bebas dari bullying, menciptakan lingkungan yang harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan dan saling menghormati kebebasan beragama.

Wahyu Salim dalam paparannya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi semua anak tanpa memandang latar belakang agama. "Kerukunan dimulai dari lingkungan terkecil, seperti sekolah, dan harus ditanamkan sejak dini. Dengan tidak melakukan bullying, kita tidak hanya menghormati sesama, tetapi juga menjaga kemerdekaan dan hak setiap individu untuk merasa aman dan nyaman," ujar Wahyu.

Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa. Berbagai sesi interaktif, seperti nonton bareng  Film "No Bullying" dan quiz, membantu siswa memahami dampak buruk bullying dan pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, SD Fransiscus Padang Panjang berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang damai, rukun, dan menghormati kebebasan beragama. Kepala sekolah berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan sebagai upaya berkelanjutan untuk membangun karakter generasi muda yang toleran dan penuh kasih.

Senin, 09 Desember 2024

Ceramah Agama: Moderasi dalam Praktik Keagamaan Sehari-Hari

 

Ceramah Agama: Moderasi dalam Praktik Keagamaan Sehari-Hari

Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Kota Padang Panjang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, yang telah menganugerahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan damai. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan ceramah dengan tema "Moderasi dalam Praktik Keagamaan Sehari-Hari." Tema ini sangat penting karena moderasi adalah kunci untuk menjaga harmoni dalam kehidupan beragama, baik secara individu maupun dalam masyarakat.


Pengertian Moderasi Beragama

Moderasi beragama adalah sikap tengah-tengah atau tidak berlebihan dalam memahami dan menjalankan agama. Allah SWT berfirman:

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan..."
(QS. Al-Baqarah: 143)

Ayat ini menunjukkan bahwa umat Islam diperintahkan untuk menjadi umat yang adil dan moderat. Moderasi tidak berarti meninggalkan ajaran agama, tetapi memahami dan mengamalkan ajaran tersebut dengan bijak sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.


Pentingnya Moderasi dalam Beragama

Moderasi beragama penting untuk menjaga:

  1. Keselarasan dalam Beribadah
    • Moderasi mencegah kita dari sikap ekstrem, baik yang terlalu fanatik (ekstrem kanan) maupun yang terlalu longgar (ekstrem kiri).
  2. Kerukunan dalam Kehidupan Bermasyarakat
    • Sikap moderat membantu kita untuk hidup berdampingan dengan orang yang berbeda keyakinan dan pandangan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali ia akan dikalahkan olehnya."
(HR. Bukhari)


Moderasi dalam Praktik Keagamaan Sehari-Hari

Hadirin sekalian, moderasi beragama dapat kita wujudkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti:

  1. Dalam Ibadah
    Islam mengajarkan keseimbangan dalam beribadah. Rasulullah SAW memberikan contoh dalam hadits berikut:

    "Berpuasalah, berbukalah, dirikanlah shalat, dan tidurlah. Karena tubuhmu memiliki hak atas dirimu, dan matamu juga memiliki hak atas dirimu."
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Ini mengajarkan bahwa kita harus menjalankan ibadah dengan tetap memperhatikan kebutuhan fisik dan psikis kita.

  2. Dalam Berinteraksi dengan Orang Lain
    Moderasi tercermin dalam sikap toleransi dan saling menghormati. Allah SWT berfirman:

    "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama..."
    (QS. Al-Mumtahanah: 8)

    Sikap moderat membantu kita menjaga hubungan baik dengan semua orang, terlepas dari perbedaan agama, suku, atau budaya.

  3. Dalam Berdakwah
    Dakwah yang moderat dilakukan dengan hikmah dan kasih sayang, sebagaimana Allah SWT perintahkan:

    "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."
    (QS. An-Nahl: 125)

  4. Dalam Bermedia Sosial
    Di era digital, moderasi juga penting dalam cara kita menggunakan media sosial. Jangan sampai kita menyebarkan ujaran kebencian atau berita palsu. Rasulullah SAW bersabda:

    "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
    (HR. Bukhari dan Muslim)


Manfaat Moderasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Menghindarkan Konflik
    Sikap moderat mencegah kita dari perselisihan yang tidak perlu, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.
  2. Menciptakan Keharmonisan
    Dengan moderasi, hubungan antara individu dan kelompok menjadi lebih harmonis, karena semua pihak merasa dihargai.
  3. Meningkatkan Citra Islam
    Moderasi beragama membantu memperkuat citra Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).

Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah,
Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang damai dan seimbang. Sebagai umat Islam, kita harus meneladani Rasulullah SAW dalam bersikap moderat dalam setiap aspek kehidupan.

Sebagai penutup, mari kita renungkan firman Allah SWT:

"Berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
(QS. Ali Imran: 103)

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk selalu bersikap moderat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat menjadi teladan bagi orang lain dan menciptakan masyarakat yang damai serta harmonis.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Referensi

  1. Al-Qur'an dan Tafsirnya.
  2. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
  3. Buku Islam Rahmatan lil 'Alamin karya Quraish Shihab.
  4. Artikel Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari dari Jurnal Keislaman.
  5. Sirah Nabawiyah: Kehidupan Rasulullah SAW sebagai Teladan Moderasi.