Rabu, 12 Januari 2022

Problematika Remaja & Solusinya

 


"Problematika Pemuda Remaja dalam Pusaran Arus Revolusi 4.0 & Solusinya"

Dengarkan suara kami...!!! kami ingin didengar..., agaknya demikianlah yang terungkap dari diskusi kelompok tentang problematika pemuda remaja saat ini. 


Mereka dipandu agar bisa mengidentifikasi, memetakan apa sih yang sedang terjadi pada diri mereka & belajar mencari & menawarkan solusi pemecahannya.


Banyak sudah tokoh baik kalangan pemerintahan, politikus, akademisi, tokoh agama & tokoh budaya membicarakan tentang masalah  yang dihadapi pemuda remaja & merumuskan solusi2nya, namun persoalan yang dihadapi pemuda remaja tidak kunjung bisa terpecahkan.


Kenapa..?

Bisa saja penyebabnya adalah karena tidak mengikutsertakan pemuda remaja dalam setiap penyelesaiannya. Mereka pemuda remaja yang punya masalah tapi justru orang lain diluar dari dirinya yang getol ribut2 membicarakannya.


Oleh karena itu, dengan mendengarkan suara, pendapat kawula muda dan diberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan masalah "inilo masalah kami" dan belajar pula mencari & menawarkan solusinya; akan dapat mengurai demi sedikit persoalan yang mereka hadapi sehingga akan lebih siap menghadapi pusaran arus dampak dari perubahan zaman, ilmu pengetahuan & industri.


Di antara masalah pemuda remaja & persoalan umat yang terungkap a.l:

1. Jauh dari Al-Qur'an 

2. Jauh dari Masjid

3. Jauh dari Adat

4. Kemerosotan moral

5. Pendangkalan aqidah

6. Narkoba

9. Pergaulan bebas/kenakalan remaja

10. LGBT

11. Game Online  & judi online

12. Ancaman kebodohan generasi rebahan

13. Tidak ada keterampilan hidup

14. Berkurangnya galanggang atau lapangan tempat kegiatan pemuda remaja dll.


Instruktur LMD BKPRMI Kab. Tanah Datar

Instruktur 

Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 

Angkatan I BKPRMI Kab. Tanah Datar


Tema "Dengan LMD I kita Dedikasikan Diri menjadi Mujahid Dakwah"

(Sabtu-Ahad, 8-9/1)



Monumen Qur'an IC Padang Panjang


Sempat juga

Baru kali ini

Monumen

Menjadi saksi 

Insya Allah

Padang Panjang 

#cintaquran

Kajian Kitab Episode 6

Kajian Kitab

bersama Buya H. Yendri Junaidi 

Jum'at, (7/1)


KALENDER 2022 KALEIDESKOP GIAT PENYULUH

Kalender Tahun 2022

Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang 

Berkhidmat untuk kemajuan Agama, Bangsa & Negara

#penyuluhagamaislambergerak

Giat PAIF Jum'at (7/1/22)














SUMDARSIN BERSAMA KAPOLSEK


BinLuh Jum'at (7/1/22)

SUMDARSIN 

Sumatera Barat Sadar Vaksin bersama Kapolsek Padang Panjang 

di Gerai Vaksin Pasar Padang Panjang 

Semoga masyarakat sehat, kuat, tangguh, tha'at & bermartabat

Jum'at (7/1)

Anjuran Menikah


 BinLuh Jum'at (7/1/22)

EDISI TAFSIR

Tema "Anjuran Menikah Rezki Tercukupi & Agama Terjaga"


Al-Qur'an surah An-Nūr ayat 32


وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.


TAFSIR TAHLILI

(32) Pada ayat ini Allah menyerukan kepada semua pihak yang memikul tanggung jawab atas kesucian dan kebersihan akhlak umat, agar mereka menikahkan laki-laki yang tidak beristri, baik duda atau jejaka dan perempuan yang tidak bersuami baik janda atau gadis. Demikian pula terhadap hamba sahaya laki-laki atau perempuan yang sudah patut dinikahkan, hendaklah diberikan pula kesempatan yang serupa. Seruan ini berlaku untuk semua para wali (wali nikah) seperti bapak, paman dan saudara yang memikul tanggung jawab atas keselamatan keluarganya, berlaku pula untuk orang-orang yang memiliki hamba sahaya, janganlah mereka menghalangi anggota keluarga atau budak yang di bawah kekuasaan mereka untuk nikah, asal saja syarat-syarat untuk nikah itu sudah dipenuhi. Dengan demikian terbentuklah keluarga yang sehat bersih dan terhormat. Dari keluarga inilah akan terbentuk suatu umat dan pastilah umat atau bangsa itu menjadi kuat dan terhormat pula. Oleh sebab itu Rasulullah saw bersabda:

اَلنِّكَاحُ سُنَّتِى فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى. (رواه مسلم) 

Nikah itu termasuk Sunnahku. Barangsiapa yang membenci Sunnahku maka dia tidak termasuk golonganku.(Riwayat Muslim);Bila di antara orang-orang yang mau nikah itu ada yang dalam keadaan miskin sehingga belum sanggup memenuhi semua keperluan pernikahannya dan belum sanggup memenuhi segala kebutuhan rumh tangganya, hendaklah orang-orang seperti itu didorong dan dibantu untuk melaksanakan niat baiknya itu. Janganlah kemiskinan seseorang menjadi alasan untuk mengurungkan pernikahan, asal saja benar-benar dapat diharapkan daripadanya kemauan yang kuat untuk melangsungkan pernikahan. Siapa tahu di belakang hari Allah akan membukakan baginya pintu rezeki yang halal, baik, dan memberikan kepadanya karunia dan rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Mahaluas rahmat-Nya dan kasih sayang-Nya, Mahaluas Ilmu pengetahuan-Nya. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki sesuai dengan hikmat kebijaksanaan-Nya.

Ibnu Abbas berkata, Allah menganjurkan pernikahan dan menggalakkannya, serta menyuruh manusia supaya mengawinkan orang-orang yang merdeka dan hamba sahaya, dan Allah menjanjikan akan memberikan kecukupan kepada orang-orang yang telah berkeluarga itu kekayaan. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda:

ثَلاَثَةٌ حَقَّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ: اَلنَّاكِحُ يُرِيْدُ الْعَفَافَ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ اْلاَدَاءَ، وَالْمُجَاهِدُ فِى سَبِيْلِ اللهِ. (رواه احمد)

Ada tiga macam orang yang Allah berkewajiban menolongnya: orang yang nikah dengan maksud memelihara kesucian dirinya, hamba sahaya yang berusaha memerdekakan dirinya dengan membayar tebusan kepada tuannya, dan orang yang berperang di jalan Allah.(Riwayat A¥mad);


----------

Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

Cahaya Cinta Al-Qur'an


Giat PAIF Kamis, 6/7

 



Pantun Qur'an: Hujan Deras


Hujan deras berhambur dari langit

Pepohonan dan rumput menghijau di atas bukit

Al Qur'an adalah curahan kasih Allah yang tak sedikit

Untuk mengobati hati manusia yang  sedang sakit.

(ASM) 6.1.2022. TOL CIPALI

Konsultasi Perorangan tentang Pembagian Harta Warisan


BinLuh Kamis, (6/1)

Konsultasi Perorangan tentang Hukum Mawarist


Bila seorang perempuan meninggal dunia, ahli waris yang ada (masih hidup) 3 saudara perempuan kandung & 5 saudara laki2 kandung. Ayah ibunya telah lama meninggal, suami telah lama bercerai, anak tidak punya. Harta peninggalan bersih setelah dikeluarkan  hutang, wasiat dan penyelenggaraan jenazah sebesar 200 juta rupiah,  berapakah pembagian harta warisan masing2...?


Jawaban:

Al-Qur'an surah An-Nisā' ayat 11

يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْٓ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ ۚ فَاِنْ كُنَّ نِسَاۤءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۚ وَاِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۗ وَلِاَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ اِنْ كَانَ لَهٗ وَلَدٌ ۚ فَاِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلَدٌ وَّوَرِثَهٗٓ اَبَوٰهُ فَلِاُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَاِنْ كَانَ لَهٗٓ اِخْوَةٌ فَلِاُمِّهِ السُّدُسُ مِنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُّوْصِيْ بِهَآ اَوْ دَيْنٍ ۗ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْۚ  لَا تَدْرُوْنَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

TAFSIR TAHLILI

(11) Adapun sebab turun ayat ini menurut hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi dari sahabat Jabir yang artinya: Telah datang kepada Rasulullah saw istri Sa�ad bin Rabi� dan berkata, “Wahai Rasulullah! Ini adalah dua anak perempuan Sa�ad bin Rabi�. Ia telah gugur dalam Perang Uhud, seluruh hartanya telah diambil pamannya dan tak ada yang ditinggalkan untuk mereka sedangkan mereka tak dapat menikah bila tidak memiliki harta.” Rasulullah saw berkata, “Allah akan memberikan hukumnya,” maka turunlah ayat warisan. Kemudian Rasulullah  mendatangi paman kedua anak tersebut dan berkata, “Berikan dua pertiga dari harta Sa�ad kepada anaknya dan kepada ibunya berikan seperdelapannya, sedang sisanya ambillah untuk kamu.”

Dalam ayat ini Allah menyampaikan wasiat yang mewajibkan kepada kaum Muslimin yang telah mukalaf untuk menyelesaikan harta warisan bagi anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya, baik mereka laki-laki atau perempuan. Apabila ahli waris itu terdiri dari anak-anak laki-laki dan perempuan, maka berikan kepada yang laki-laki dua bagian dan kepada yang perempuan satu bagian. Adapun hikmah anak laki-laki mendapat dua bagian,  karena laki-laki memerlukan harta untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan nafkah istrinya serta anaknya, sedang perempuan hanya memerlukan biaya untuk diri sendiri. Adapun apabila ia telah menikah maka kewajiban nafkah itu ditanggung oleh suaminya. Karena itu wajarlah jika ia diberikan satu bagian.

Yang dimaksud anak atau ahli waris lainnya dalam ayat ini adalah secara umum. Kecuali karena ada halangan yang menyebabkan anak atau ahli waris lainnya tidak mendapat hak warisan. Adapun yang dapat menghalangi seseorang menerima hak warisannya adalah:

1. Berlainan agama, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

لاَ يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ (رواه ابن ماجه)

“Tidak saling mewarisi antara orang-orang yang berlainan agama.” (Riwayat Ibnu M±jah).

2. Membunuh pewaris. Ini berdasarkan hadis dan ijma�.

3. Bila ahli waris menjadi hamba sahaya.

4. Harta peninggalan para nabi tidak boleh dibagi-bagi sebagai warisan.

Selanjutnya ditentukan oleh Allah apabila seseorang wafat hanya mempunyai anak perempuan yang jumlahnya lebih dari dua orang dan tidak ada anak laki-laki, maka mereka mendapat dua pertiga dari jumlah harta, lalu dibagi rata di antara mereka masing-masing. Tetapi apabila yang ditinggalkan itu anak perempuan hanya seorang diri maka ia mendapat seperdua dari jumlah harta warisan. Sisa harta yang sepertiga (kalau hanya meninggalkan dua anak perempuan) atau yang seperdua (bagi yang meninggalkan hanya seorang anak perempuan) dibagikan kepada ahli waris yang lain sesuai dengan ketentuan masing-masing.

Perlu ditambahkan di sini bahwa menurut bunyi ayat, anak perempuan mendapat 2/3 apabila jumlahnya lebih dari dua atau dengan kata lain mulai dari 3 ke atas. Tidak disebutkan berapa bagian apabila anak perempuan tersebut hanya dua orang. Menurut pendapat jumhur ulama bahwa mereka yang dimasukkan pada jumlah tiga ke atas mendapat  2/3 dari harta warisan.

Dari perincian di atas, diketahui bahwa anak perempuan tidak pernah menghabiskan semua harta. Paling banyak hanya memperoleh 1/2 dari jumlah harta. Berbeda dengan anak laki-laki, apabila tidak ada waris yang lain dan ia hanya seorang diri, maka ia mengambil semua harta warisan. Dan apabila anak laki-laki lebih dari seorang maka dibagi rata di antara mereka. Tentang hikmah dan perbedaan ini telah diterangkan di atas.

Dijelaskan pula tentang hak kedua orang tua. Apabila seseorang meninggal dunia dan ia meninggalkan anak, baik laki-laki maupun perempuan, maka masing-masing orang tua yaitu ibu dan bapak mendapat 1/6  dari jumlah harta. Sebaliknya apabila ia tidak meninggalkan anak, maka ibu mendapat 1/3 dari jumlah harta dan sisanya diberikan kepada bapak. Apabila yang meninggal itu selain meninggalkan ibu-bapak ada pula saudara-saudaranya yang lain, laki-laki atau perempuan dua ke atas, menurut jumhur maka ibu mendapat 1/6 dan bapak mendapat sisanya.

Setelah diterangkan jumlah pembagian untuk anak, ibu dan bapak, diterangkan lagi bahwa pembagian tersebut barulah dilaksanakan setelah lebih dahulu diselesaikan urusan wasiat dan utangnya. Walaupun dalam ayat mendahulukan penyebutan wasiat dari utang namun dalam pelaksanaannya menurut Sunah Rasul hendaklah didahulukan pembayaran utang.

Di antara orang tua dan anak, kamu tidak mengetahui mana yang lebih dekat atau yang lebih memberi manfaat bagi kamu. Oleh karena itu janganlah kamu membagi harta warisan sebagaimana yang dilakukan oleh orang jahiliah yang memberikan hak warisan hanya kepada orang yang dianggap dapat ikut perang akan membela keluarganya dan tidak memberikan hak warisan sama sekali bagi anak kecil dan kaum perempuan. Ikutilah apa yang ditentukan Allah karena Dialah yang lebih tahu mana yang bermanfaat untuk kamu baik di dunia maupun di akhirat. Hukum warisan tersebut adalah suatu ketentuan dari Allah yang wajib dilaksanakan oleh kaum Muslimin. Ketahuilah bahwa Allah Mengetahui segala sesuatu dan apa yang ditentukan-Nya pastilah mengandung manfaat untuk kemaslahatan manusia.

----------

Disalin dari aplikasi Qur'an Kemenag Android

SAPA UMAT PAI

 


SAPA UMAT Kamis, (6/1/22)

di Kelurahan Koto Katik


"Kadai Mak Betty & Ratu Juliana"

Sapa Umat adalah program Penyuluh Agama Islam turun ke tengah-tengah masyarakat (umat) Islam untuk menyapa dan menyampaikan pesan-pesan agama dalam nuansa kekeluargaan & persaudaraan, dengan corak silaturrahim ke warung, kantor, rumah, sekolah, sawah, parak ataupun bengkel & usaha ekonomi umat sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat tentang tema & persoalan yang bersifat keagamaan & pemerintahan.

Konsep ini menjadi alternatif bimbingan penyuluhan (dakwah) yang memperkaya patron "status quo" selama ini dimana dakwah itu lebih dimaknai terlaksana di mimbar-mimbar, berupa ceramah-ceramah di Masjid/Mushalla.

Kali ini Sapa Umat ditemani oleh Emrie Anise Pak Lurah Koto Katik yang baru di Warung Mak Betty dekat Puskesmas & Masjid Aufu bil Uqud. Ikut serta dalam kegiatan ini Disman, Adrianus, Syamsuarni (Ketua BAZNAS) & Wahyu Salim  Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang.

Sambil menyantap lontong buatan Mak Betty ditemani kopi steng, bincang2 dengan warga yang sama-sama berada di Warung Mak Betty menikmati berbagai menu sarapan pagi yang tersedia. Di situ ada Pak Eri, Hen, Buk Pit & Ratu Juliana.

Di sinilah Pak Lurah memperkenalkan diri sebagai Lurah yang baru di Koto Katik & juga memperkenalkan kawan-kawan penyuluh agama. Bagi Pak Lurah, ini kali kedua bertugas di Kelurahan Koto Katik sebelumnya tahun 2016 pernah menjadi Kasi Trantib.

Dalam bincang2 dengan umat/warga, disitulah diselipkan pesan-pesan agama bahwa hidup ini perlu keseimbangan antara dunia & akhirat, kita cari kebahagian hidup di akhirat kelak dengan iman & berbagai amal sholeh tapi jangan melupakan bahagian hidup kita di dunia ini dengan usaha & ilmu.

"Berbekallah kamu maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan..!!!" (QS. Al-Baqarah: 197).

Jauh dari kesan formal disertai dengan tawa & senyuman. Di situlah kita berjumpa dengan "Ratu Juliana" seorang emak-emak yang penuh ceria & semangat walau sudah berumur 84 tahun. Tampaknya emak ini dijuluki Ratu Juliana mungkin disebabkan keceriaan, semangat & ketulusan hati yang membuat emak ini tetap sehat & terlihat jauh lebih muda atau mungkin menyisakan kecantikan di waktu mudanya.

"Lamo hiduik banyak dirasai, jauh bajalan banyak diliek"

"Pasa jalan dek ditampuah, pasa kaji dek..diulang", sahut Mak Ratu Juliana. Pasa cinto... dek di hati, demikian  sambungnya, ditanggapi dengan tawa ceria seisi Warung Mak Betty. Apalagi Pak Lurah kita ini pandai sekali mengambil hati warganya.

Mak Ratu Juliana berkisah ketika terjadi longsor Bukit Tui di tahun 1987 keluarganya meninggal 7 orang dari anak, menantu & cucunya. Kata orang mungkin "amak ka gilo", alhamdulillah amak lai diagiah kekuatan oleh Allah sampai kini amak lai sehat2 sajo. Kalau kasadonyo anak amak 13 orang. Alhamdulillah amak lai sholat..

Di akhir SAPA UMAT disampaikan doa & munajat "semoga awak sadonyo dapek husnul khatimah hendaknyo" sebagaimana do'a yang diajarkan pada sujud terakhir kita dalam sholat, memohon 3 hal:

1. Memohon Husnul Khatimah

2. Memohon diterima Taubat Nasuha sebelum meninggal dunia, dan

3. Dimantapkan hati untuk selalu thaat kepada Allah SWT.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua...

Wallahu A'lam

Koto Katik, 6/1/21

#penyuluhagamaislambergerak


Giat Bikin Kalender 2022


 Giat PAIF, Kamis (6/1/22)

Bersama Pak Lurah Ekor Lubuk yang Baru


 Konsultasi Agama & Publik 

di Kel Ekor Lubuk 

"Mengenal Sosok Pak Lurah Baru"

(Hikmah dari Berbuat Baik kepada Orang Tua)

Akhir Desember 2021 yang lalu (30/12/21), Pemerintah Kota Padang Panjang melakukan pelantikan  pejabat eselon III & IV, salah satunya yang dilantik adalah Syamsuir, SP sebagai Lurah Ekor Lubuk  Kec. Padang Panjang Timur menggantikan Emrianis, SE Emrie Anise yang pindah tugas menjadi Lurah Koto Katik.

Penyuluh  Agama Islam Kota Padang Panjang datang ke Kelurahan Ekor Lubuk mengisi jadwal Konsultasi Keagamaan & Publik sekaligus silaturrahim, perkenalan dengan Pak Lurah yang baru, berbagi cerita & pengalaman. Lebih akrab kita panggil saja Pak Wir.

Sudah lumrah bagi pejabat publik seperti Pak Lurah apalagi baru dilantik membangun komunikasi, koordinasi & sinergisitas dengan berbagai pihak agar sukses menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, tak terkecuali dengan Penyuluh Agama Islam.

Berikut liputannya:

Sebelumnya Pak Wir bertugas sebagai Kepala UPTD  BBI (Balai Pembibitan Ikan) yang ada di Gajah Tanang Ekor Lubuk. Ini adalah pengalaman pertama menjadi lurah, sebelumnya sejak diangkat menjadi PNS tahun 2006 selalu ditempatkan di Dinas Pertanian. 

Sekalipun demikian tentu saja sudah sering turun & interaksi dengan masyarakat melaksanakan program pembinaan & penyuluhan di bidang pertanian. Hal ini sudah menjadi modal utama bagi Pak  Syamsuir  menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai lurah agar sukses.

Pak Lurah tamatan UGM ini sebelumnya bekerja wiraswasta di Yogyakarta, panggilan orang tuanyalah untuk pulang ternyata berbuah manis.

"Kami sudah tua, pulanglah...!!!, siapa lagi yang akan merawat kami kalau bukan kamu Wir", demikian orangtuanya menyampaikan melalui komunikasi lewat HP.

Kata-kata ini sangat menyentak hati Pak Wir, akhirnya bermusyawarahlah ia dengan istri, akhirnya diputus untuk pulang kampung. Mengawali hidup di kampung dengan wiraswasta sungguh sangat berat, ia cuba membuka warung nasi & usaha lainnya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tentu juga untuk merawat kedua orang tuanya.

Saat ibunya dirawat di rumah sakit, Pak Wir diberitahu sepupunya yang datang membezuk bahwa ada penerimaan CPNS formasi yang sesuai dengan pendidikan Pak Wir. Saat itu Pak Wir bilang ke sepupunya bagaimana ia bisa meninggalkan ibunya yang lagi terbaring di rumah sakit mengurus syarat administrasi pendaftaran. 

Sepupunya menawarkan diri membantu mempersiapkan syarat-syarat pendaftaran. Singkat cerita akhirnya Pak Wir bisa mengikuti ujian CPNS. Tak disangka Pak Wir LULUS dan ditempatkan di Dinas Pertanian Kab. Solok Selatan. 

"Inilah hikmah & hasil dari menyenangkan hati orang tua", demikian ungkap Pak Wir dengan wajah bersyukur.

Selanjutnya 3 tahun berdinas di Kab. Solok Selatan, bolak balik ke Padang Panjang merawat orang tua. Terkadang dibawa ke Solok Selatan, bila orang tua ingin ke Padang Panjang diboyong lagi. Namun seiring dengan usia yang semakin uzur, orang tua merasa berat harus menempuh perjalanan jauh kembali ke Solok Selatan. 

Di situlah Pak Wir memutuskan mencoba mengurus pindah tugas ke Pemko Padang Panjang. Di luar perkiraan semuanya berjalan mulus, tahun 2009 resmi pindah tugas & ditempatkan di Dinas Pertanian Kota Padang Panjang. 

Bagi Pak Wir Lurah Ekor Lubuk yang baru ini, apa yang ia alami adalah berkah dari niat yang tulus ingin merawat orangtuanya apalagi di saat orang tua sudah lanjut usia. Ini bukan berkah yang pertama sebelumnya, istrinya juga lebih duluan diterima sebagai guru PNS.

Sepertinya keberkahan terus berlanjut, Pak Wir dikaruniakan 7 orang anak, 1 laki-laki & 6 perempuan. Anak2 sekolahkan jauh ke pesantren Gontor Jawa Timur. 2 orang sudah tamat, yang pertama menjadi guru di Pesantren Cabang Gontor di Kendari Sulawesi Tenggara sambil kuliah, yang kedua juga demikian menjadi guru di Pesantren Cabang Gontor di daerah Riau juga sambil kuliah. Tiga anaknya yang lain masih menempuh pendidikan di Gontor, tinggal 2 anak bersamanya yang masih sekolah di jenjang Sekolah Dasar.

Ternyata luar biasa kandungan hikmah dari Berbuat Baik kepada Orang Tua. Allah SWT telah memerintahkan kita berbuat baik kepada kedua orang tua sesuai Firman Allah SWT QS. Al-Isra' ayat 23:

"Tuhanmu telah memerintahkan kepadamu agar jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu berupa apapun & hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tuamu...."

Inilah hikmah luar biasa yang dapat kita jadikan pelajaran dalam hidup kita, maka janganlah kita sekali-kali menelantarkan orang tua kita walau bagaimanapun keadaannya di hari tuanya. 

Mereka berdua telah bersusah payah membesarkan, mendidik & menyekolahkan kita, belum akan tergantikan kasih sayang orang tua kita dengan apapun yang kita berikan kepada mereka berdua.

Janganlah kita menjadi anak durhaka..!!! Di saat orang tua kita tanpa lelah mencari nafkah untuk kita, di masa tuanya banyak harta, usaha yang bisa kita nikmati. Justru saat itu orang tua kita sudah uzur, hartanya kita ambil & kuasai, perusahaannya kita sita & kita jalankan, pada saat itu kita menelantarkan mereka, memandang rendah karena kita telah berpendidikan tinggi, bahkan ada yang memarahi orang tuanya & memukul saat orang tuanya meminta sedikit hasil dari usaha  yang telah ia bangun bertahun-tahun demi anak2 & keluarganya.

Semoga bermamfaat untuk kebaikan & kita semua diberi taufiq dan hidayah selalu agar bisa berbuat baik kepada kedua orang tua kita & terhindar dari menjadi anak durhaka...!!

Wallahu A'lam 

Ekor Lubuk, 5/1/22

Malam Tasyakuran HAB 76th Kemenag RI


Giat PAIF Selasa, 5/1/22

Malam Tasyakuran

HAB76 Kementerian Agama RI

bertepatan Milad Gus Menteri 47th 4 Januari 2022


Filosofi Kereta Api

Pinginnya Menteri Olah Raga


Pas nya Menteri Pertahanan

Hikmahnya Menteri Agama RI

(Guyonan Gus Menteri)


Mari bersama transformasi layanan umat...!!!


#penyuluhagamaislambergerak


NGOPIII bersama Komandan Brimob


BinLuh

EDISI NGOPIII
Teman NGOPIII (Ngobrol Perkara Iman Penyuluh Agama Islam) kali ini adalah Komisaris Polisi Jendrival Komandan Batalion Pelopor B Brimob Padang Panjang (Selasa,4/1).
Beliau akrab dipanggil Pak Jend terkadang juga sering disapa "Ndan" akronim komandan. Sosok komandan kelahiran bulan Juli ini baru saja ketiban durian runtuh (ah tau aja lagi musim durian gunung rajo ya) atau alias ketiban rezki.
Kita ucapkan selamat menjadi Komandan Batalion Pelopor B Brimob Padang Panjang menggantikan Bapak Kompol Subagyo sekaligus kenaikan pangkat dari AKP menjadi Kompol per31 Desember 2021 kemaren.
Ketua Pokjaluh Disman didampingi anggota Wahyu Salim datang berkunjung ke Markas Brimob ketemu sang komandan silaturrahim dan ngobrol2 santai tapi sarat isi lho.
Berikut sedikit Kisah Perjalanan Hidup Sang Komandan:
Pak Jend berkisah tentang masa kecilnya dahulu. Saat itu ia baru saja tamat SMP dipanggil sang ayah.
"Jend kamu kesini...!" ujar ayahnya.
"Ya Yah" jawab Jend sambil menuju tempat ayahnya duduk.
"Jend kamu tidak usah lanjut sekolah...adik mu dulu yang sekolah ya..", demikian ayah Jend mencoba memberikan pengertian kepada Jend.
Jend menyadari kesulitan yang dialami orang tuanya harus menghidupi ibu & ia empat bersaudara. Jend anak kedua, yang tertua laki2, ketiga perempuan dan keempat laki-laki. Abangnya saat itu kelas 3 STM di Bukit Gombak Batusangkar juga butuh biaya, disamping juga 2 adiknya mesti sekolah.
Jend berfikir keras, di dalam hatinya ia bertekad harus lanjut sekolah agar bisa membantu orang tuanya dan merubah kehidupan menjadi lebih baik.
Tanpa sepengetahuan orang tuanya ia pergi ke SMK Batusangkar melihat pengumuman, ternyata hari itu adalah hari terakhir pendaftaran sekaligus harus membayar uang pakaian.
Dulu memang seperti ini mendaftar masuk sekolah langsung diterima dan bayar uang pakaian, tidak seperti sekarang pada beberapa sekolah harus ikut seleksi administrasi dulu kemudian lanjut ujian tertulis dan ujian wawancara.
Jend memutar otak, ia keluarkan uang dari sakunya, ia lihat uang itu tidak mencukupi hanya separoh dari uang pakaian yang mesti ia bayar kalau tetap ingin melanjutkan sekolah
Pergilah Jend ke salah satu toko bangunan di Batusangkar dekat dari SMK, ia temui pemiliknya seorang ibu-ibu, sebutlah namanya Bu Haji. Ia sampaikan maksud kedatangan meminjam uang untuk membayar uang pakaian, uangnya tidak cukup, ia ingin melanjutkan sekolah sekaligus memohon akan bisa bekerja di Toko Bu Haji, apapun pekerjaan yang disuruh, ia akan lakukan. Demikian Jend berusaha meyakinkan Bu Haji.
Melihat kesungguhan Jend, Bu Haji meminjamkan sejumlah uang untuk membayar uang pakaian sekolahnya. Selanjutnya hari-hari ia lalui sebagian hari ia gunakan waktu untuk bersekolah, sebagiannya lagi untuk bekerja memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Kesempatan sekolah ini, Jend gunakan sebaik mungkin, ia belajar sungguh-sungguh & membagi waktu dengan baik antara belajar dan bekerja. Pahit getirnya perjuangan hidup ia jalani, satu harapannya suatu saat hidupnya akan berubah.
Hampir 3 tahun menekuni profesi bekerja sambil sekolah, menjelang Ujian EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional), Jend meminta istirahat bekerja ingin fokus mempersiapkan diri Ujian EBTANAS. Bu Haji mengizinkan Jend, bila nanti suatu saat perlu pekerjaan lagi, Jend dipersilahkan datang kembali.
Ujian EBTANAS telah selesai ia ikuti, tanpa sengaja Jend melihat pengumuman ada penerimaan bintara polri. Entah kenapa, Jend merasa tertarik, ia catat satu demi satu persyaratannya, ia coba untuk melengkapi satu demi satu. Masa itu, penerimaan polri telah dimulai sebelum pengumuman kelulusan & ijazah diterima.
Berbekal dari uang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari bekerja di Toko Bangunan Bu Haji, ia berangkat mendaftar menjadi bintara polri ke Polda Sumatera Barat di Padang.
Tahapan seleksi ia ikuti dengan sungguh2 & keyakinan yang besar. Perkataan orang2 yang meledeknya tes bintara polri, merendahkannya tidak akan lulus, berasal dari keluarga petani, tidak punya uang, tidak ada yang bisa diandalkan, semua itu tidak ia pedulikan, justru ia jadikan cemeti pemacu semangat & keyakinannya.
Demikianlah persepsi masyarakat saat itu, untuk masuk polri harus punya banyak uang. Persepsi ini terpatahkan ketika Jendrival dinyatakan LULUS diterima menjadi bintara polri, bahkan sebelum ia dinyatakan LULUS dari SMK dan sebelum ijazah diterima.
Lulusnya Jendrival sangat masuk akal sehat, kenapa tidak? Sekalipun harus bekerja sambil sekolah, tidak membuatnya tumbuh menjadi remaja rapuh & malas-malasan, di samping itu, postur, otot & kekuatan fisiknya & kesehatannya telah terbentuk & terlatih oleh beratnya pekerjaan fisik yang mesti ia lakukan saban hari di toko bangunan.
Kesabaran, keuletan, penderitaan, daya tahan bekerja sambil sekolah & dalam tekanan yang cukup berat, telah berbuah manis, Jendrival resmi menjadi seorang Polisi dengan pangkat sersan dua polisi, sekarang nama pangkat berganti brigadir dua polisi.
Jendrival sangat bersyukur, penghasilannya sebagai polisi yang ditugaskan pada satuan brimob, ia gunakan untuk membantu orang tua dan sekolah adik-adiknya. Adik perempuannya ia sekolahkan sampai sarjana, adik paling kecil laki2 mengikuti jejaknya menjadi polisi sekarang bertugas di Polsek Rambatan Tanah Datar.
Kehidupannya berubah ke arah lebih baik, sesuai pesan agama "man jadda wajada" siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkan hasil baik dari kesungguhannya itu. Allah tidak akan merubah suatu nasib seseorang sampai seseorang itu berupaya & berusaha keras merubahnya.
Berubahnya keadaaan hidup tidak membuat Jendrival sombong dan lupa diri, ia selalu menjaga semangat dalam bertugas, integritas & profesionalisme polri. Hal ini ia buktikan dari keberhasilannya dalam pelaksanaan tugas di berbagai medan operasi.
Jendrival tetap semangat meningkatkan kualitas pendidikannya dengan menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Eka Sakti Padang. Kemudian mengantarkannya LULUS pendidikan sekolah calon perwira (SECAPA) pada tahun 2009. Sekarangpun masih tercatat sebagai mahasiswa S.2 IAIN Batusangkar.
Pada tahun 2012 ia menjadi satu-satunya perwira polisi yang diterima sebagai pasukan perdamaian PBB yang ditempatkan di Sudan Benua Afrika mengalahkan ribuan perwira polri lainnya & satu-satunya anggota polri yang berasal dari Sumatera Barat. Suatu kebanggaan tersendiri mendapatkan prestasi & prestise mentereng.
Selama 14 bulan bertugas di Sudan menjadi pengalaman yang sangat berharga, betapa tidak ujar Jendrival, negara Sudan dengan geografis padang pasir bebatuan, sulit mendapatkan air bersih bahkan harus antri berjam2 berada pada wilayah konflik tiap sebentar terjadi baku tembak dari berbagai kelompok bersenjata dengan pemerintah. Apa yang bisa dilakukan di wilayah itu, untuk bekerja & sekolah tidak ada jaminan keamanan. Bandingkanlah dengan negara kita Indonesia tercinta hamparan daerah zamrut khatulistiwa, hamparan surga yang diletakkan di permukaan bumi. Negeri yang aman, setiap orang bisa dengan aman, mudah bersekolah dan bekerja, airnya melimpah ruah.
Sepatutnya rakyat Indonesia bisa bersyukur & mengisi pembangunan dengan baik serta merawat NKRI agar jangan terjadi konflik, perpecahan bahkan peperangan.
Jendrival dikenal anggota polri multi talenta, diakui oleh kawan2nya, walau sekilas tampak agak kecil namun menyimpan banyak kelebihan baik kecerdasan, kekuatan fisik maupun skill beladiri militer maupun silat tradisional. Ketua Tarung Drajat Padang Panjang juga atlit silat lanyah ini menjadi idola & panutan di kalangan satuan brimob, khususnya Padang Panjang.
Satu do'a dan cita2nya lagi bisa memberangkatkan ibunya melaksanakan ibadah haji yang sempat tertunda akibat wabah pandemi covid19. Semoga wabah cepat berlalu bisa sama2 berangkat dengan ibu naik haji, demikian ujar Jendrival sambil mengakhiri NGOPIII bersama Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang.
Selamat komandan...!!!
Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kalangan anak2 muda milenial untuk sungguh2 wujudkan impian dan cita2nya. Jangan sampai dininabobokkan oleh kebiasaan buruk kecanduan game online ataupun narkoba & pergaulan bebas.
Raihlah prestasi setinggi mungkin tapi jangan lupa darimana kamu berasal, agaknya itulah semboyan hidup dari Komisaris Polisi Jendrival Komandan Batalion Pelopor B Brimob Padang Panjang.
Semoga bermamfaat & mohon maaf kalau ada pilihan kata yang kurang tepat.
Salam Komando..!!!
Semoga sukses, bahagia & thaat selalu komandan..!!!
(Disman & Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam Fungsional Kota Padang Panjang)
Selasa, 4 Januari 2022

REFLEKSI DIRI AGAR JANGAN TINGGAL SEMBOYAN DI HAB76 KEMENAG RI

 BinLuh Selasa, 4/1/22

REFLEKSI DIRI
AGAR JANGAN TINGGAL SEMBOYAN
DI HAB76 KEMENAG RI
MARS KEMENAG RI
Judul : KHIDMAH UNTUK UMAT
Karya : M. Ridwan Taiyeb
Arr. & Vocal : Nova DS, Didit dan Tim
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Ikhlas Beramal jadi Semboyan
Layani Umat...
Membangun Bangsa
Berkhidmah untuk Umat
Dalam Keberagaman
Bersatupadu Bergerak dan Berkarya
Wujudkan .....
Negeri yang Damai
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Ikhlas Beramal jadi Semboyan
Layani Umat
Membangun Bangsa
Ikhlas Beramal jadi Semboyan
Layani Umat ......
Membangun Bangsa
Berkhidmah untuk Umat
Dalam Keberagaman
Bersatupadu Bergerak dan Berkarya
Wujudkan .....
Negeri yang Damai
**) Berkhidmah untuk Umat
Membina, Membimbing dan Mendidik.
Wujudkan Masyarakat
Taat Beragama
Wujudkan Masyarakat
Sejahtera Lahir dan Batin
Berkhidmah untuk Umat
Membina, Membimbing dan Mendidik .
Mantapkan Kerukunan Umat
dan Antar Umat Beragama
Beramar Ma'ruf Nahi Munkar
Jalani .... Kehidupan .
Khidmah untuk Umat
Untuk Perdamaian
Untuk .....
Indonesia Jaya.
**)
Khidmah untuk Umat
Untuk Perdamaian
Untuk .....
Indonesia Jaya
Indonesia Jaya.....

Konsultasi Agama & Publik di Kelurahan Koto Panjang

Senin, 3/1/22

Konsultasi Agama & Publik

di Kelurahan Koto Panjang

Klien kita kali ini adalah bapak M seorang ojeker mengurus administrasi perpanjangan BPJS ke Kelurahan Koto Panjang. Bapak ini datang dengan wajah yang lesu & lelah, petugas pelayanan kelurahan menyambutnya dengan ramah.
Dengan sigap petugas pelayanan memproses & melakukan verifikasi, ternyata bapak M sudah 3 tahun tidak domisili lagi di Padang Panjang. Sesuai peraturan, warga yang tidak lagi secara de facto domisili di suatu daerah dipercepat proses pemindahannya sehinga antara fakta & dokumen KK (de facto & de jure) menjadi sinkron.
Lurah Koto Panjang melalui stafnya menyampaikan bahwa hal ini dilakukan dalam rangka penertiban administrasi kependudukan sesuai amanat UU No. 23/2006 yang telah diubah dengan UU No 24 Tahun 2013. Pihak kelurahan menghimbau kesadaran masyarakat untuk memperbaharui dokumen kependudukannya bagi yang berbeda domisili faktualnya berbeda dengan alamat yang tercantum di dalam KK & KTPnya.
Alhamdulillah, Pak M bisa memakluminya dan keluar dari kantor dalam keadaan puas & mendapatkan gambaran apa yang mesti ia lakukan untuk mensinkronkan KKnya dengan alamat domisilinya.
Sebelumnya Penyuluh Agama telah sempat bincang2 dengan Bapak M menyampaikan pesan2 agama untuk menjaga sholat dan tetap berusaha mencari nafkah, semoga Allah memberikan kemudahan dan kelapangan hidup baginya beserta keluarga. Harapan pak M untuk perpanjangan BPJS tetap akan dilayani pada daerah domisili barunya.
Demikianlah potret kehidupan, walau bagaimanapun membutuhkan kesadaran dan kejujuran setiap orang untuk tegak pada jalan kebenaran sesuai dengan peraturan yang telah dibuat. Tidak masanya lagi bagi kita untuk membohongi diri sendiri atas alasan apapun juga. Tetap ingin mempunyai KK suatu daerah namun tinggal di luar daerah tersebut karena ingin mendapatkan kemudahan dan karena jarak yang dekat adalah sikap yang kurang bijak dan sikap tidak konsisten.
Dapat dibayangkan andai saja tidak ada penertiban administrasi kependudukan akan banyak persoalan lain yang muncul a.l pemerintah daerah akan menanggung beban anggaran bagi yang bukan warganya, ketidakakuratan data jumlah penduduk & masalah sosial lainnya.
Dalam pandangan agama sikap jujur itu sangat penting, seseorang akan berhati2 agar jangan sampai ia mengambil atau menerima hak yang bukan haknya. Begitu juga dengan pemerintah ia bisa mengalokasikan anggaran untuk warganya sendiri dan kepentingan pembangunan lainnya dengan tepat sasaran & tepat anggarannya.
Wallahu A'lam

Apresiasi BKPRMI Sumbar & Perwira Upacara


Giat PAIF Senin, 3/1/22

Apresiasi BKPRMI Sumbar

HAB 76 KEMENAG RI
Transformasi Layanan Umat
Bakti semua untuk Negeri
Kemenag RI untuk Semua

Amanat Gus Menteri HAB76th





Amanat Menteri Agama RI
pada HAB Kementerian Agama RI ke-76
Tahun 2022

 

HAB 76th didampingi DW