Rabu, 18 Februari 2026

NASKAH CERAMAH RAMADHAN Judul: “Ramadhan Datang, Saatnya Hati Disucikan dan Niat Diluruskan”

 


NASKAH CERAMAH RAMADHAN (1)

Judul: “Ramadhan Datang, Saatnya Hati Disucikan dan Niat Diluruskan”
Oleh: Wahyu Salim
(Penyuluh Agama Islam Kota Padang Panjang)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang kembali mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin jamaah Ramadhan yang dirahmati Allah,

Ramadhan datang bukan sekadar mengganti kalender.
Ramadhan hadir membawa misi besar: mensucikan hati dan meluruskan niat.

1. Ramadhan: Momentum Penyucian Hati

Allah SWT berfirman:

“Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa adalah takwa.
Dan takwa itu bersemayam di dalam hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membersihkan hati dari penyakit-penyakitnya:

  • Dengki

  • Riya’

  • Sombong

  • Dendam

  • Cinta dunia berlebihan

Ramadhan adalah madrasah hati.

2. Meluruskan Niat: Kunci Diterimanya Amal

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Seringkali kita sibuk dengan aktivitas Ramadhan: tarawih, tadarus, sedekah, buka bersama. Namun pertanyaannya: untuk siapa semua itu?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Innamal a‘mālu binniyāt…”
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bisa jadi seseorang berpuasa, tapi niatnya agar dipuji.
Bisa jadi seseorang bersedekah, tapi ingin disebut dermawan.
Bisa jadi seseorang aktif di masjid, tapi ingin popularitas.

Maka sebelum Ramadhan berjalan jauh, mari bertanya pada diri sendiri:

  • Apakah puasaku karena Allah?

  • Apakah sedekahku karena Allah?

  • Apakah dakwahku karena Allah?

Allah SWT berfirman:

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Ramadhan adalah saat terbaik untuk reset niat.

3. Membersihkan Hati dengan Taubat

Ramadhan juga bulan ampunan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Namun ampunan tidak datang tanpa kesadaran.
Kita harus jujur pada diri sendiri.

Mungkin selama ini:

  • Shalat masih lalai

  • Lisan sering menyakiti

  • Hati mudah marah

  • Amanah belum dijaga

Ramadhan mengajak kita untuk berkata:
“Ya Allah, aku ingin berubah.”

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

4. Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)

Artinya, inti puasa bukan sekadar fisik, tetapi akhlak dan hati.

Jika setelah Ramadhan:

  • Hati masih keras

  • Lisan masih tajam

  • Shalat masih lalai

Maka ada yang perlu kita evaluasi.

5. Tanda Hati yang Bersih

Hati yang mulai bersih akan terlihat dari:

✔ Mudah menangis karena dosa
✔ Senang mendengar Al-Qur’an
✔ Ringan bersedekah
✔ Mudah memaafkan

Allah berfirman:

“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara: 88–89)

Itulah target Ramadhan: qalbun salim — hati yang bersih.

6. Penutup: Jadikan Ramadhan Titik Balik

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadhan tidak datang setiap saat.
Ia tamu agung yang bisa jadi terakhir bagi kita.

Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan hati.
Jangan biarkan ibadah kita hanya rutinitas tanpa ruh.

Mari kita sambut Ramadhan dengan doa:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)

Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menyucikan hati kita, meluruskan niat kita, dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak ada komentar: