🌈 Perbedaan Adalah Warna, Bukan Penghalang
(Inspirasi dari QS. Al-Hujurat: 13)
Kehidupan rumah tangga dan masyarakat ibarat sebuah taman, di mana setiap bunga memiliki warna dan aroma yang berbeda.
Ada yang merah menyala, ada yang putih menenangkan, dan ada pula yang kuning cerah menyegarkan.
Bayangkan jika semua bunga hanya satu warna — tentu taman itu akan terasa membosankan.
Begitulah juga dengan perbedaan dalam hidup — sesungguhnya ia adalah warna, bukan penghalang.
🕌 1. Landasan dari Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurat: 13:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”
Ayat ini menjelaskan bahwa perbedaan bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk saling mengenal dan menghargai.
Baik dalam rumah tangga, lingkungan, maupun kehidupan berbangsa, Allah sengaja menciptakan manusia dengan karakter, watak, dan latar belakang yang beragam.
💞 2. Dalam Rumah Tangga: Beda Bukan Bencana
Banyak pasangan suami istri yang sulit rukun bukan karena kurang cinta, tapi karena tak mampu menerima perbedaan.
Suami berpikir logis, istri berpikir dengan perasaan.
Suami ingin cepat, istri ingin hati-hati.
Suami ingin praktis, istri ingin rapi dan detail.
Semua itu bukan kelemahan, tapi pelengkap.
Perbedaan itulah yang membuat rumah tangga menjadi ruang belajar tentang sabar, empati, dan saling memahami.
Cinta tidak tumbuh karena kesamaan, tetapi karena kesediaan untuk menerima yang berbeda.
🌿 3. Dalam Masyarakat: Perbedaan Itu Rahmat
Perbedaan adat, budaya, bahkan pandangan dalam kehidupan sosial adalah kekayaan bangsa, bukan sumber perpecahan.
Kita boleh berbeda suku, bahasa, atau pilihan, tapi tetap satu dalam nilai kemanusiaan dan keimanan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.”
(HR. Baihaqi)
Artinya, perbedaan adalah peluang untuk saling melengkapi dan belajar.
Masyarakat yang menghargai perbedaan akan tumbuh damai dan kuat, sementara yang mudah curiga akan hancur oleh prasangka.
🌸 4. Hikmah Perbedaan Menurut Islam
-
Melatih kerendahan hati.
Kita belajar untuk tidak merasa paling benar. -
Menumbuhkan rasa syukur.
Menyadari bahwa setiap orang punya kelebihan yang tak kita miliki. -
Menumbuhkan kebijaksanaan.
Orang yang memahami perbedaan akan lebih sabar dan dewasa. -
Meningkatkan kualitas cinta dan persaudaraan.
Karena menghargai perbedaan berarti menghargai ciptaan Allah.
💫 5. Relevansi di Era Kini
Di era media sosial, perbedaan sering kali dijadikan bahan perdebatan, bukan pembelajaran.
Padahal, semakin kita memaknai perbedaan, semakin luas pandangan kita terhadap dunia.
Dalam rumah tangga, perbedaan kecil bisa menumbuhkan cinta.
Dalam masyarakat, perbedaan besar bisa menumbuhkan persatuan — jika dikelola dengan bijak dan hati yang lapang.
🌺 6. Pesan Reflektif
“Jangan melihat perbedaan sebagai jarak, tapi sebagai jembatan untuk saling mengenal.”
Allah tidak menciptakan manusia sama, agar kita belajar tentang toleransi, cinta, dan kebijaksanaan.
Maka, mari belajar menghormati, bukan menuntut keseragaman; karena keindahan hidup justru ada dalam warna-warni perbedaan.
🤲 Doa Penutup
“Ya Allah, ajarkan kami untuk melihat perbedaan sebagai rahmat.
Jadikan hati kami lapang menerima yang tak sama, dan satukan kami dalam kasih dan takwa kepada-Mu.”
✍️ Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar