Rabu, 25 Februari 2026

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA Tinjauan Al-Qur’an dan Sunnah

 


NASKAH CERAMAH RAMADHAN (11)

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

Tinjauan Al-Qur’an dan Sunnah

Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam


Mukadimah

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan tarbiyah iman, bulan pendidikan akhlak, dan bulan penguatan silaturrahim.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah Ramadhan yang dirahmati Allah,

Di antara amal saleh yang paling agung dan paling dicintai Allah setelah tauhid adalah berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain). Bahkan dalam banyak ayat, Allah menggandengkan perintah menyembah-Nya dengan perintah berbakti kepada orang tua.

I. Perintah Berbakti dalam Al-Qur’an

1️⃣ QS. Al-Isra’ Ayat 23–24

Allah ﷻ berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ۝ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.’”
(QS. Al-Isra’: 23–24)

🔎 Pelajaran penting:

  • Larangan berkata “uff” (keluhan kecil)

  • Perintah berkata lembut

  • Doa khusus untuk orang tua

2️⃣ QS. Luqman Ayat 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ ۖ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ ۖ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.”
(QS. Luqman: 14)

Ayat ini menegaskan beratnya perjuangan seorang ibu dan kewajiban bersyukur kepada orang tua.

II. Kedudukan Birrul Walidain dalam Hadis Nabi ﷺ

1️⃣ Amal yang Paling Dicintai Allah

Dalam hadis riwayat Muhammad ﷺ:

عَنْ عَبْدِاللَّهِ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا، قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
(رواه البخاري ومسلم)

Artinya:
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, “Amal apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

📌 Lihatlah, birrul walidain berada setelah shalat!

2️⃣ Ridha Allah Bergantung pada Ridha Orang Tua

Rasulullah ﷺ bersabda:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
(رواه الترمذي)

Artinya:
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)

3️⃣ Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ
(رواه النسائي)

Artinya:
“Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”
(HR. An-Nasa’i)

III. Bentuk-Bentuk Berbakti kepada Orang Tua

  1. Berkata lembut dan sopan

  2. Membantu kebutuhan mereka

  3. Mendoakan mereka setiap selesai shalat

  4. Tidak membantah dengan kasar

  5. Tetap berbuat baik walaupun berbeda pendapat

Jika orang tua telah wafat:

  • Mendoakan mereka

  • Menyambung silaturrahim dengan sahabat mereka

  • Melunasi hutang-hutang mereka

  • Bersedekah atas nama mereka

IV. Momentum Ramadhan untuk Berbakti

Ramadhan adalah bulan rahmat. Jangan sampai:

  • Kita rajin tarawih tapi menyakiti orang tua

  • Kita khatam Qur’an tapi membentak ibu

  • Kita bersedekah tapi melupakan ayah

Jamaah sekalian,

Tidak ada investasi pahala yang lebih cepat mendatangkan keberkahan hidup selain doa orang tua.

Penutup

Mari kita perbaiki hubungan dengan ayah dan ibu.
Jika masih hidup — bahagiakan mereka.
Jika telah wafat — kirimkan doa terbaik untuk mereka.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”

Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang saleh, yang berbakti, dan dikumpulkan bersama orang tua kita di surga-Nya.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Tidak ada komentar: