NASKAH CERAMAH (8) RAMADHAN
“Doa Orang Berpuasa: Antara Harapan dan Keyakinan”
(Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah)
Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam
Mukadimah
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah Ramadhan yang dirahmati Allah,
Di antara amalan agung di bulan Ramadhan adalah doa. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak munajat kepada Allah ﷻ. Di sinilah doa orang berpuasa berada di antara harapan dan keyakinan.
1. Jaminan Allah: Doa yang Dikabulkan
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku…”
(QS. Al-Baqarah: 186)
Menariknya, ayat ini berada di tengah-tengah ayat tentang puasa Ramadhan. Seolah-olah Allah ingin menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan doa.
Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua kepada anaknya, doa orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizalimi.”
(HR. Ibnu Majah No. 1752; hasan)
Ini adalah kabar gembira. Doa orang yang berpuasa memiliki posisi istimewa di sisi Allah ﷻ.
2. Antara Harapan dan Keyakinan
a. Harapan (Raja’)
Harapan adalah sikap optimis terhadap rahmat Allah. Orang yang berpuasa berharap:
Dosanya diampuni
Rezekinya dilapangkan
Keluarganya dijaga
Doanya dikabulkan
Namun harapan saja tidak cukup.
b. Keyakinan (Yaqin)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh-sungguh.”
(HR. At-Tirmidzi No. 3479; hasan)
Keyakinan berarti:
Yakin Allah Maha Mendengar
Yakin Allah Maha Mengabulkan
Yakin Allah memberi yang terbaik
Kadang doa tidak dikabulkan sesuai keinginan kita, tetapi Allah menggantinya dengan:
Dikabulkan segera
Ditunda di waktu terbaik
Disimpan sebagai pahala di akhirat
Dijauhkan dari musibah
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya.
3. Waktu Mustajab bagi Orang Berpuasa
Beberapa waktu istimewa dalam Ramadhan:
1️⃣ Saat Menjelang Berbuka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka ada doa yang tidak tertolak.”
(HR. Ibnu Majah)
2️⃣ Sepertiga Malam Terakhir
Allah ﷻ turun ke langit dunia dan berfirman:
“Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan…”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj)
3️⃣ Saat Sujud
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim bin al-Hajjaj)
4. Mengapa Doa Kadang Terasa Lama Dikabulkan?
Jamaah sekalian,
Kadang kita merasa doa belum terkabul. Rasulullah ﷺ mengingatkan:
“Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj)
Tergesa-gesa adalah berkata:
"Saya sudah berdoa, tapi belum juga dikabulkan."
Ingatlah, Allah ﷻ Maha Tahu waktu terbaik.
5. Adab Agar Doa Dikabulkan
Ikhlas karena Allah
Memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi ﷺ
Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
Menghindari makanan dan harta haram
Husnuzhan kepada Allah
Rasulullah ﷺ bersabda tentang orang yang makan dari yang haram:
“Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?”
(HR. Muslim bin al-Hajjaj)
Penutup: Jadikan Ramadhan Bulan Munajat
Ramadhan bukan hanya bulan lapar, tetapi bulan doa. Jangan lewatkan waktu berbuka tanpa munajat. Jangan lalai di sepertiga malam terakhir. Jangan biarkan sujud tanpa doa.
Mari kita berdoa bukan hanya dengan harapan, tetapi dengan keyakinan penuh bahwa Allah ﷻ Maha Dekat dan Maha Mengabulkan.
“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-A’raf: 56)
Semoga Allah menerima puasa kita, mengabulkan doa kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan iman dan kesehatan.
Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.
Wallahu A'lam
Wassalamu'alaikum wr wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar