Kamis, 26 Februari 2026

TAUBATAN NASHUHA: PINTU AMPUNAN YANG SELALU TERBUKA

 


🕌 NASKAH CERAMAH RAMADHAN (12)

TAUBATAN NASHUHA: PINTU AMPUNAN YANG SELALU TERBUKA

Oleh: Wahyu Salim
Penyuluh Agama Islam KUA Padang Panjang Timur


Muqaddimah

الحمد لله الذي فتح لعباده باب التوبة وجعلها سببًا للفوز والنجاة، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Amma ba’du.

Jamaah Ramadhan yang dirahmati Allah…

Bulan suci Ramadhan adalah bulan ampunan (شهر المغفرة). Di bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Maka inilah momentum terbaik untuk kembali kepada Allah dengan taubatan nashuha — taubat yang sungguh-sungguh.

I. Perintah Taubat dalam Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nashuha).”
(QS. At-Tahrim: 8)

Dalam ayat lain Allah menegaskan:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)

Taubat bukan hanya untuk pelaku dosa besar. Taubat adalah kebutuhan setiap mukmin. Bahkan Nabi ﷺ yang ma’shum pun beristighfar setiap hari.

II. Sunnah Nabi tentang Taubat

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ، فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.”
(HR. Muslim)

Dalam hadis qudsi Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِي...
“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas dosa-dosamu dan Aku tidak peduli…”
(HR. Tirmidzi)

Betapa luasnya rahmat Allah! Selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat, pintu taubat tetap terbuka.

III. Makna Taubatan Nasuha

Para ulama menjelaskan bahwa taubatan nashuha adalah taubat yang:

  1. Ikhlas karena Allah, bukan karena malu kepada manusia.

  2. Menyesali dosa yang telah dilakukan.

  3. Berhenti dari maksiat saat itu juga.

  4. Bertekad kuat tidak mengulanginya lagi.

  5. Jika terkait hak manusia, mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf.

Imam Al-Hasan Al-Bashri mengatakan:
“Taubat yang nashuha adalah menyesali dosa yang telah lalu dan bertekad tidak mengulanginya.”

IV. Ramadhan: Momentum Taubat Terbaik

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ramadhan adalah madrasah penyucian jiwa. Puasa melatih pengendalian diri, shalat malam melembutkan hati, tilawah Al-Qur’an membersihkan jiwa, sedekah menghapus dosa.

V. Tanda Taubat Diterima

Bagaimana kita tahu taubat kita diterima?

  1. Hati terasa lebih lembut dan dekat kepada Allah.

  2. Semakin rajin beribadah.

  3. Membenci maksiat yang dulu dicintai.

  4. Lingkungan pergaulan berubah menjadi lebih baik.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Penutup

Jamaah Ramadhan yang dimuliakan Allah…

Jangan pernah merasa dosa kita terlalu besar. Yang besar itu bukan dosa kita, tetapi rahmat Allah.

Mari di bulan yang penuh berkah ini kita bersimpuh, menangis dalam sujud, memperbanyak istighfar:

أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه

Semoga Allah menerima taubat kita, menghapus dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang kembali dengan hati yang bersih.

اللهم تب علينا توبة نصوحًا قبل الموت، وراحة عند الموت، ومغفرة ورحمة بعد الموت.

آمين يا رب العالمين.

Wallahu A'lam

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.,

Tidak ada komentar: