Budayakan Kode Etik dan Prilaku ASN Kementerian Agama 1. Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Esa 2. Integritas 3. Profesionalisme 4. Tanggung Jawab dan 5. Keteladanan (PMA 12 tahun 2019)
Selasa, 27 Februari 2024
Senin, 26 Februari 2024
Selasa, 20 Februari 2024
Senin, 19 Februari 2024
APABILA WALI NIKAH GHAIB, SIAPA WALI NIKAH YANG SEHARUSNYA?
PERTANYAAN:
Seorang ibu-ibu datang ke KUA menanyakan bahwa anak perempuannya akan menikah namun ia ragu siapa yang akan menjadi wali nikah dari anak perempuannya ini karena ayah kandung yang seharusnya menjadi wali nikah dari tahun 2008 sampai saat sekarang tidak diketahui lagi keberadaannya. Saat itu terjadi pertengkaran suami-istri, sang suami pergi meninggalkan kampung dan tidak diketahui lagi kabar beritanya termasuk apakah dia masih hidup atau meninggal dunia. Bagaimana, siapa yang akan menjadi wali nikah anak perempuannya, apakah wali hakim atau wali nasab urutan berikutnya?
(Ibu Y, Senin, 19/2)
JAWABAN:
Kalau benar yang disampaikan secara prosedural, sang ibu harus berani membuat pernyataan bahwa informasi yang disampaikan sesuai dengan keterangan di atas, kapan perlu mau bersumpah atas nama Allah yang dikuatkan dengan Surat Keterangan Wali Nikah Ghaib ataupun Mafqud (Hilang) dari pemerintah setempat (kelurahan), bila perlu ada saksi yang memperkuat pernyataannya.
Dengan demikian maka yang bertindak menjadi wali nikah dari anak perempauannya adalah WALI HAKIM sesuai pasal 23 ayat 1 & 2 Kompilasi Hukum Islam tentang Wali NIkah
Wallahu A'lam
Wahyu Salim (Konselor/PAIF)
Konsultasi Skripsi tentang Kampung Moderasi Bearagama
Rahmi begitu nama akrabnya, mahasiswi sosiologi Fakultas Sosisal Politik Universitas Andalas datang ke KUA Kec. Padang Panjang Timur (Senin, 19/2). Jangan salah duga dulu, Rahmi datang bukan untuk daftar nikah tapi ia datang untuk mengkonsultasikan penelitian skripsinya tentang kampung moderasi beragama. Kenapa hal ini perlu dijelaskan karena, asumsi kebanyakan orang apabila ke KUA tentu terkait dengan pernikahan, padahal banyak layanan di KUA yang bisa dilakukan, antara lain layanan konsultasi zakat, wakaf, masalah rumah tangga, konsultasi agama & remaja, sertifikat halal dan lain sebagainya.
Ia disambut dengan ramah oleh pegawai KUA dan diarahkan untuk bertemu dengan Wahyu Salim Penyuluh Agama Kota Padang Panjang untuk berdialog seputar kampung moderasi beragama di Kelurahan Tanah Pak Lambik.
Rahmi mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali apa sesungguhnya kampung moderasi beragama ini.
Di antara pertanyaan yang diajukan:
Apa itu Moderasi Beragama?
Apa yang dimaksud dengan Kampung Moderasi Beragama?
Kegiatan apa saja yang dilakukan?
Apa kendala yang dihadapi?
Apakah dalam menjalankan program kampung berkualitas, KUA beserta unsurnya dilibatkan?
Wahyu menjawab pertanyaan itu dengan lugas dan memberikan file data yang dibutuhkan untuk kelancaran penulisan skripsi Rahmi.
Setelah beberapa lama, akhirnya wawancara selesai & Rahmipun pamit dengan senang hati dan penuh semangat untuk menuntaskan skripsinya. Salam Sukses, Wahyu Sang Penyuluh melepas Rahmi keluar KUA.
Wirid Pengajian: Melangitkan Sholat Khusyu'
Tips Sholat Khusuyu':
1. Hudhurul qalbi
2. At-Tafahum
3. At-Ta'zhim
4. Al-Haibah
5. Ar-Raja'
6. Al-Haya'
(Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya' Uluumuddin)
Kamis, 15 Februari 2024
KHUTBAH JUM'AT: KEWAJIBAN MENJAGA PERSATUAN & PERPECAHAN YANG DIHARAMKAN
PUJI SYUKUR
SHALAWAT NABI
WASIAT TAQWA
TEMA KHUTBAH KITA ADALAH: "KEWAJIBAN MENJAGA PERSATUAN & PERPECAHAN YANG DIHARAMKAN"
Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Pada hari Rabu,14 Februari 2024 yang lalu, bangsa dan negara kita baru saja menggelar pesta demokrasi, yaitu pemilihan umum melalui mekanisme pemungutan suara, baik untuk calon presiden/wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Tk. Provinsi & DPRD Tk. Kabupaten/Kota. Masing2 kita yang memiliki hak suara telah menyalurkan aspirasi politik kita masing-masing sesuai pilihan dan keyakinan kita. Saat ini masih berlangsung penghitungan suara, mulai dari TPS, PPS Tk. Kelurahan, PPK Tk. Kecamatan, KPU Kab/Kota, lanjut nanti KPU Provinsi & KPU Pusat untuk tingkat Nasional.
Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita sama-sama berharap dan berdo'a, proses semua ini berlangsung dengan baik, aman, lancar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika & moralitas, menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran dan ajaran agama sehingga terpilih pemimpin bangsa terbaik, wakil rakyat terbaik yang mampu mengusung amanah yang sangat berat ini, mewujudkan masyarakat yang sejahtera, makmur, cerdas, thaat lagi diredhoi Allah SWT, sebuah negeri idaman yaitu negeri yang disebutkan dalam al-Qur'an sebagai negeri BALDATUN THAYYIBATUN WARABBUN GHAFUUR.
Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
MAKA ADA BEBERAPA PESAN YANG INGIN KHATIB SAMPAIKAN PADA KHUTBAH KALI INI, YAITU:
- SELALU MENJAGA PERSATUAN BANGSA & PERSAUDARAAN ISLAM > QS.ALI IMRAN AYAT 103. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Āli ‘Imrān [3]:103)Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kita semua orang-orang yang beriman untuk selalu berpegang teguh pada tali agama Allah, yaitu ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an & Sunnah; yang mengajarkan kepada kita untuk saling bersatu, menjaga persatuan dan kesatuan, mengamalkan nilai kejujuran, kebenaran di seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai karena berbeda pilihan, perbedaan pendapat menimbulkan perpecahan, perselisihan, pertengkaran antara suami-istri bahkan perceraian, persaudaraan kakak adik yang lahir dari satu rahim ibu menjadi longgar, rusaknya hubungan bertetangga, menghancurkan persahabatan yang sudah sekian lama terjaga, kerukunan umat dan keamanan ketertiban masyarakat. MENJAGA PERSATUAN HUKUMNYA WAJIB, BERCERAI BERAI, BERPECAH BELAH, BERMUSUHAN HUKUMNYA HARAM. MENCEGAH TERJADINYA PERPECAHAN, KERUSUHAN SUATU KEHARUSAN, BERBEDA PILIHAN, BERBEDA PENDAPAT ADALAH HAL YANG DIBOLEHKAN/HAL YANG BIASA & SUATU KENISCAYAAN > QS. AL-HUJURAT AYAT 10. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. (Al-Ḥujurāt [49]:10)
- JANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH (MASA DEPAN & AMPUNAN ALLAH) > QS. AZ-ZUMAR AYAT 53, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: ۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar [39]:53)Dalam hidup ini, tidak semua yang kita harapkan, yang kita inginkan akan terwujud, sekalipun dengan segenap ikhtiar, usaha dengan berbagai rencana, strategi, cost politik. Secara teologi setiap ikhtiar, usaha harus diiringi dengan do'a. Tidak cukup dengan ikhtiar dan do'a, perlu diikuti dengan tawakkal dengan menyerahkan semuanya pada kepada Allah SWT, dan puncaknya adalah redho atas ketetapan dan pilihan Allah SWT, kita berkehendak, Allah berkehendak maka yang berlaku adalah kehendak dan ketetapan, taqdir Allah SWT. Hal ini wajib kita imani dengan baik sehingga setelah pemilu ini berakhir, kita tidak ingin, ada yang depresi, ada yang stress, menyalahkan orang lain bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa atau menjadi gila.
- JAGALAH AMANAH, NIAT & AMAL KEBAJIKAN/KARYA NYATA DI TENGAH-TENGAH-TENGAH UMAT > QS. AL-HAJJ AYAT 77. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ۩ Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung. (Al-Ḥajj [22]:77)Bagi yang terpilih dengan cara yang benar dan jujur, ingat amanah sangatlah berat, wajib ditunaikan semaksimal mungkin; pertanggungjawaban tidak hanya di dunia nanti juga di akhirat. Bagi yang nantinya terpilih dengan cara tidak jujur, tipu muslihat, main fitnah, penuh rekayasa, sogok; yakin dan percayalah bahwa Allah SWT mengetahui semua itu, mereka akan dihukum oleh rasa bersalah mereka sendiri, kehidupannya tidak akan berkah, pangkat jabatan itu justru akan menghinakan dan menyengsarakannya di kemudian hari, bisa dipenghujung hidupnya di dunia nanti ataupun pada mahkamah Allah SWT, MAKA SEGERALAH BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT SEBELUM TERLAMBAT. Bagi yang tidak terpilih tetaplah berbuat dan berkarya untuk umat, semoga usaha yang dilakukan menjadi amal sholeh, jagalah keikhlasan, berarti Allah SWT menginginkan hal lain dan bisa jadi menyelamatkan kita dari memikul tanggungjawab yang berat, sekaligus menyelamatkan dari kehinaan, kesengsaraan dunia dan akhirat. Pejuang tidak selalu menjadi pahlawan, pahlawan tidak harus menjadi pemenang, Allah lihat niat yang tulus ikhlas dan usaha yang sudah dilakukan, hal ini cukup untuk menuai pahala dan redho Allah SWT. Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Akhirnya mari kita tutup khutbah ini dengan mengutip firman Allah SWT: قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Āli ‘Imrān [3]:26)
Selasa, 13 Februari 2024
KONSULTASI KELUARGA: MENIKAH DI USIA DINI & KAWIN HAMIL?
KLIEN : ADE HERMAN, EKOR LUBUK
PERTANYAAN:
Bagaimana anak dibawah umur tertangkap basah melakukan hubungan suami istri, menurut pengakuan mereka sudah berulangkali dilakukan, apakah mereka boleh dinikahkan atau bagaimana sebaiknya? Apabila dibolehkan nikah apa persyratan dan prosedurnya? Kalau ternyata hamil, apa mereka harus dinikahkan?
JAWABAN:
Pertama harus diketahui bahwa hubungan suami istri hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah resmi menikah. Bagi remaja ataupun pemuda hendaknya menjaga agamanya dengan sebaik mungkin, jangan sampai terjerumus kepada pergaulan bebas atau perbuatan zina. Aspek pencegahan (preventif) harus diutamakan dan ini menjadi tanggungjawab bersama secara kolektif, orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat & pemerintah.
Bila terjadi kasus perzinahan di kalangan pelajar atau anak di bawah umur (UU No. 16 tahun 2019 Perubahan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun) seperti ditanyakan di atas, ada beberapa solusi:
1. Mereka diberikan pendampingan, edukasi dengan cara rehabilitasi baik oleh keluarga atau lembaga khusus sehingga mereka menyadari kesalahannya dan mau memperbaiki diri dan masa depannya, termasuk memberikan jaminan keberlangsungan pendidikannya.
2. Apabila memang sudah tidak bisa dipisahkan, sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, atas dasar kesepakatan keluarga dan keinginan mereka berdua tanpa paksaan untuk menikah, maka mereka dapat dinikahkan dengan syarat mengurus dispensasi pernikahan ke pengadilan agama sampai terbitnya izin dispensasi, kemudian datang registrasi ke KUA dengan memenuhi persyaratan administratif & hukum agama. Jadi tidak menempuh jalan untuk nikah liar, nikah dibawah tangan ataupun nikah sirri.
3. Menurut Kompilasi Hukum Islam, wanita hamil dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya, tidak dibolehkan dinikahkan dengan pria lain untuk menutup malu atau aib keluarga.
Wallahu A'lam
Senin, 12 Februari 2024
ISRA' MI'RAJ: MENEMBUS BATAS KEMAMPUAN ROHANI
DI MUSHALLA AMANAH GUMALA
SENIN, 12 FEBRUARI 2024
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Muqaddimah
Puji Syukur
Shalawat
Pengertian Isra' & Mi'raj; Isra' berasal dari kata asra, yusri, isra' (tambahan 1 huruf, tsulasi mazid biharfin) yang berarti memperjalankan; mi'raj isim alat dari 'araja yang berarti alat untuk naik berarti kendaraan; tangga (dipahami kendaraan itu bernama buraq). Sama timbangannya dengan miqtha' dari lafadz qatha'a yang berarti alat untuk memotong; gunting. Isra' wal mi'raj 2 bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam,bagian pertama dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha; bagian kedua dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.
3 Hal yang melatar belakangi Isra' Mi'raj:
1. Boikot keras terintegrasi, baik ekonomi, sosial politik.
2. Kematian sang pembela dakwah; yaitu paman Nabi, Abu Thalib
3. Kematian istri nabi, Khadijah binti Khuwailid.
Persiapan Isra' Mi'raj: Dada Nabi dibelah (operasi) hatinya dicuci dengan air zam-zam oleh 3 Malaikat krn hati yang sucilah yang bisa datang menghdap/bertemu dengan Allah SWT. (Tazkiyyatun Nafsi) > HR. Imam Bukhari
Tujuan Isra' Mi'raj bagi Nabi:
1. Menguatkan hati Nabi untuk terus berdakwah menyampaikan risalah Islam.
2. Menghibur hati Nabi dalam menghadapi tahun duka cita ('amul huzni).
3. Bukti kenabian Nabi Muhammad SAW benar-benar utusan Allah SWT.
Dasar QS. Al-Isra' (17) ayat 1
Jumat, 09 Februari 2024
KHUTBAH JUM'AT: HIKMAH ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
MUQADDIMAH
PUJI SYUKUR & SHALAWAT
TAUSHIYYAH TAQWA
DASAR QS. AL-ISRA' (17): 1
MAKNA ISRA' & MI'RAJ & TUJUAN
HIKMAH:
1. IMAN KEPADA ALLAH > LAFADZ SUBHANA
2. IMAN KEPADA RASULULLAH > LAFADZ BI'ABDIHI, ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
3. MASJID PUSAT IBADAH & SOSIAL > QS. AT-TAUBAH (9): 18
4. MENEGAKKAN SHOLAT WAJIB & SUNNAH > QS. AL-ANKABUT (29): 45
5. INSPIRASI ILMU PENGETAHUAN MODERN > QS. AR-RAHMAN (55): 33
Wallahu A'lam
Jumat, 19 Januari 2024
Khutbah Jum'at: Makna Islam
KHUTBAH JUM'AT
ISLAM KAFFAH
DI MASJID HIDAYATUSSALAM KOTO PANJANG
19 JANUARI 2024
Makna Islam
Muqaddimah
Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah
Puji Syukur & Shalawat
Pada kesempatan
yang berbahagia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan kepada
jamaah semuanya, marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita
kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar kita semua mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dengan menjadi Muslim Sejatilah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi untuk kebahagiaan di akhirat kelak.
Khutbah kali ini mengambil sebuah tema “MAKNA ISLAM”
Islam secara bahasa berasal dari kata SALIMA, YASLIMU, SILMU, yang artinya berserah diri, tunduk, patuh, selamat dan damai. Kemudian diberi tambahan TSULASTI MAZID SATU HURUF; ASLAMA-YUSLIMU-ISLAAMAN, yang berarti Menyerahkan diri, mematuhi, menyelamatkan dan mendamaikan.
Secara istilah: Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang berisi pedoman-pedoman, aturan-aturan, nilai-nilai pada seluruh aspek kehidupan yang membawa kepada keselamatan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat.
As-Syaikh Muhammad
bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”, berkata:
اْلإِسْلاَمُ هُوَ اْلاِسْتِسْلاَمُ لِلَّهِ
بِالَّتْوِحْيِد وَاْلاِنْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعَةِ وَاْلاِبْتِعَادُ عَنِ
الشِّرْكِ.
Artinya: “Islam
itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan
tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik.”
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat
208:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keselurahan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syethan, sesungguhnya syethan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
Adapun sendi-sendi
Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu
alaihi wa Salam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan
Muslim.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُوْلُ: بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ؛ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ
الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ.
Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara:
1. Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah
2. Mendirikan shalat
3. Mengeluarkan
zakat.
4. Menunaikan ibadah
haji
5. Berpuasa di bulan
Ramadlan.”
Inilah sendi-sendi
Islam, yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang
menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka.
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah
Lima sendi
tersebut di atas merupakan rukun Islam. Barangsiapa menjalankannya dengan
sempurna, maka ia
termasuk muslim yang sempurna imannya, dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya, maka
ia adalah kafir yang nyata. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya,
maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. Dan barangsiapa yang meyakini
seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia
adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa
dibarengi dengan I’tigad, maka ia adalah munafiq.
Allah Ta’ala
berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19.
Artinya:
“Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”.
Maksud dari ayat
di atas, bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari
seseorang selain Islam.
Maka barang siapa
menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam
setelah diutusnya beliau, maka agama itu tidak di terima di sisi Allah
Subhannahu wa Ta'ala .
Allah berfirman dalam surat
Ali Imran ayat 85.
Artinya: “Dan
barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan
diterima daripadanya, sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang
merugi.”
Yakni barangsiapa
menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya, maka
tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di
antara orang-orang yang merugi.
Sebagaimana sabda
nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ
أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.
Artinya:
“Barangsiapa melakukan suatu amal, yang tidak didasari keterangan kami, maka ia
adalah tertolak”.
Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi
para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir, bahwa apa saja yang
berhubungan dengan syariat, baik dari segi aqidah maupun ibadah, baru akan
diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah
diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh
Allah dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 31.
Artinya:
“katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya
Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha Pengampun lagi Maha
penyayang.”
Dan Allah Ta’ala
telah berfirman pula, dalam surat Al-Hasyr ayat 7.
Artinya: “Apa yang
diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Dan apa yang di larangnya bagimu maka
tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras
hukumanNya.”
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah
Bila dipandang
dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti, maka Islam itu dapat
dibagi dua, yaitu:
1. Islam dipandang dari segi
umum
2. Islam dipandang dari segi
khusus
Islam dipandang
dari segi umum, bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti, syari’at
mereka adalah Islam yang berarti, tunduk beribadah hanya kepada Allah semata,
karena itu mereka disebut Al-Muslimun.
Islam dipandang
dari segi khusus, bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir, yang mana ia adalah
penyempurna bagi syari’at sebelumnya, serta menjadi penutup bagi segenap rasul,
maka barangsiapa dari ummat manusia, yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw
, maka ia kafir.
Sebagaimana yang
tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa
Salam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: وَالَّذِيْ
نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ
يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوْتُ وَلَمْ يُؤْمِنُ بِالَّذِيْ
أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارَ. (رواه
مسلم)
Artinya: Dari Abu
Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam,
beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya, tidaklah
seseorang mendengar tentang aku dari umat ini, baik itu kaum Yahudi atau kaum
Nasrani, kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku
bawa, melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka.” (hadits Muslim)
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ
لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ،
وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلاَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ
اللهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَمِتْنَا عَلَى اْلإِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ
بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ
وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُ اللهِ
أَكْبَرُ.
Jumat, 12 Januari 2024
Khutbah Jum'at: Menjadikan Allah Pemimpin Utama
"MENJADIKAN ALLAH PEMIMPIN UTAMA"
di Masjid Nurul Hidayah Silaing Bawah
12 Januari 2024
Muqaddimah
Puji Syukur & Shalawat
Wasiat Taqwa
Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah
Tema Khutbah kita kali ini adalah "Menjadikan Allah Pemimpin Utama"
Kita dasari pada firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 257 korelasi ayat/munasabatul ayah dg QS. An-Nisa' ayat 59.
Allah SWT berfirman:
ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ
أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
1. ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟
Allah memperkenalkan dirinya kepada kita dengan lafadz waliyy bagi orang-orang yang beriman. Kata pemimpin di dalam ayat memakai lafadz "wali", isim mufrad; jamaknya auliya' yang berarti pemimpin, pelindung, pengayom. seorang pasti punya wilayah (kata wilayah pecahan kata dari wali) yang berarti kekuasaan yang mencakup daerah dan wewenang untuk mengatur, mengelola atau memimpin.
Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah
Dalam konteks hubungan kita dengan Allah; Pemimpin orang-orang yang beriman itu adalah Allah SWT yang selalu melindungi, mengayomi, memimpin dengan adil, maha pengasih, maha penyayang. Oleh karena itu kita thaat, patuh, ikut kepada Allah SWT dalam berbagai aturan baik terkait dengan akidah, ibadah, mu'amalat & aturan lainnya yang kemudian kita sebut ajaran Islam yang bertujuan menyelamatkan kehidupan manusia baik dunia maupun akhirat.
2. يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ
Ciri kepemimpinan Allah mengeluarkan orang yang beriman sebagai yang dipimpin dari kegelapan-kegelapan kepada satu cahaya; dari kekafiran kepada keimanan, dari kesesatan kepada petunjuk; dari kesengsaraan kepada kebahagiaan; dari diskriminasi kepada keadilan; dari kemiskinan kepada kemajuan; dari tertindas kepada keselamatan/keamanan; dari jahiliyyah kepada peradaban islamiyyah.
Oleh karena itu, sangatlah mustahil dan tidak rasional jika Allah SWT berkhianat atau zholim kepada makhluknya.
Dalam konteks hubungan dengan sesama manusia ciptaan Allah; kata wali ini sering dipakai istilah wali murid, wali nikah, wali nagari, walikota, gubernur, raja ataupun wakil rakyat.
Wali nikah adalah seorang laki-laki yang berwenang menikahkan seorang perempuan dengan laki-laki yang baik dan pastas untuk menjadi suami dari perempuan itu, maka wali harus bersifat adil yaitu thaat dan konsisten dalam beragama. Adapun wali yang tidak adil, tidak thaat, suka meninggalkan sholat, berjudi, merampok, narkoba ia dipandang sebagai wali fasiq; haknya sebagai wali nikah dapat dicabut dan berpindah kepada wali berikutnya.
Adapun pemimpin seperti walinagari, walikota, gubernur, presiden, raja, ataupun wakil rakyat harus bisa berperan sebagaimana perannya Allah SWT dalam mengatur alam semesta yang penuh dengan keteraturan, keamanan, dan harmoni.
3. وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ
Adapun orang yang kafir, ingkar kepada Allah; pemimpinnya adalah thaghut. Dalam tafsir disebutkan thaghut itu adalah sosok yang dijadikan pemimpin dari kalangan iblis, setan, jin, kafir, fasiq, penyihir, hakim yang dzolim ataupun penguasa tirani. Dimana ciri kepemimpinannya adalah mengeluarkan orang dari cahaya kepada kegelapan. Rakyat yang sudah makmur akhirnya menjadi sengsara, rakyat yang sudah thaat akhirnya berubah menjadi rakyat yang durhaka dan zholim.
Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah
Maka oleh karena itu kita berharap pemimpin-pemimpin kita adalah pemimpin-pemimpin yang mempunyai visi perbaikan perubahan dari kegelapan menuju cahaya; bukan pemimpin yang berorientasi kepada kezholiman, kemungkaran dan kemaksiatan.
Barakallahu liy.......
Khutbah Kedua
Senin, 25 Desember 2023
Takziyyah ke Air Bangis
Takziyyah ke Air Bangis, 23-24 Desember 2023
Jumat, 01 Desember 2023
HJK Padang Panjang 233 Tahun 2023
#penyuluhagamaislambergerak




.png)





.png)
.png)



.png)
.png)
.png)

.png)












