Kamis, 29 Februari 2024

Sambut Ramadhan Kepala Kankemenag bersama penyuluh semangati warga binaan








Padang Panjang (Kamis, 29/2) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang H. Alizar bersama dengan penyuluh agama Islam berikan pencerahan dan semangat menyambut kedatangan Ramadhan 1445 H, sekaligus memberikan penghargaan & apresiasi kepada warga binaan yang telah berhasil menghafal a-Qur'an kategori 5 juz, 2 juz & 1 juz untuk 4 orang WBP serta pemenang lomba keagamaan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan isra' mi'raj beberapa waktu yang lalu.

Dalam taushiyyahnya, H. Alizar menyampaikan  kiat menuju insan fitrah dengan memaksimalkan 2 paket ramadhan, yaitu paket malam ramadhan dengan tarwih, witir, ta'lim, tadarrus dan sahur; paket siang ramadhan dengan berpuasa, menjauhkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dan merusak pahala puasa serta infak sedekah.

Kegiatan diakhiri dengan photo bersama dan saling maaf memaafkan segenap warga binaan, pegawai lapas.



Senin, 19 Februari 2024

APABILA WALI NIKAH GHAIB, SIAPA WALI NIKAH YANG SEHARUSNYA?

 

PERTANYAAN:

Seorang ibu-ibu datang ke KUA menanyakan bahwa anak perempuannya akan menikah namun ia ragu siapa yang akan menjadi wali nikah dari anak perempuannya ini karena ayah kandung yang seharusnya menjadi wali nikah dari tahun 2008 sampai saat sekarang tidak diketahui lagi keberadaannya. Saat itu terjadi pertengkaran suami-istri, sang suami pergi meninggalkan kampung dan tidak diketahui lagi kabar beritanya termasuk apakah dia masih hidup atau meninggal dunia. Bagaimana, siapa yang akan menjadi wali nikah anak perempuannya, apakah wali hakim atau wali nasab urutan berikutnya? 

(Ibu Y, Senin, 19/2)

JAWABAN:

Kalau benar yang disampaikan secara prosedural, sang ibu harus berani membuat pernyataan bahwa informasi yang disampaikan sesuai dengan keterangan di atas, kapan perlu mau bersumpah atas nama Allah yang dikuatkan dengan Surat Keterangan Wali Nikah Ghaib ataupun Mafqud (Hilang) dari pemerintah setempat (kelurahan), bila perlu ada saksi yang memperkuat pernyataannya.

Dengan demikian maka yang bertindak menjadi wali nikah dari anak perempauannya adalah WALI HAKIM sesuai pasal 23 ayat 1 & 2 Kompilasi Hukum Islam tentang Wali NIkah

Wallahu A'lam

Wahyu Salim (Konselor/PAIF)




Konsultasi Skripsi tentang Kampung Moderasi Bearagama






Rahmi begitu nama akrabnya, mahasiswi sosiologi Fakultas Sosisal Politik Universitas Andalas datang ke KUA Kec. Padang Panjang Timur (Senin, 19/2). Jangan salah duga dulu, Rahmi datang bukan untuk daftar nikah tapi ia datang untuk mengkonsultasikan penelitian skripsinya tentang kampung moderasi beragama. Kenapa hal ini perlu dijelaskan karena, asumsi kebanyakan orang apabila ke KUA tentu terkait dengan pernikahan, padahal banyak layanan di KUA yang bisa dilakukan, antara lain layanan konsultasi zakat, wakaf, masalah rumah tangga, konsultasi agama & remaja, sertifikat halal dan lain sebagainya.

Ia disambut dengan ramah oleh pegawai KUA dan diarahkan untuk bertemu dengan Wahyu Salim Penyuluh Agama Kota Padang Panjang untuk berdialog seputar kampung moderasi beragama di Kelurahan Tanah Pak Lambik.

Rahmi mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali apa sesungguhnya kampung moderasi beragama ini.

Di antara pertanyaan yang diajukan:

Apa itu Moderasi Beragama?

Apa yang dimaksud dengan Kampung Moderasi Beragama?

Kegiatan apa saja yang dilakukan?

Apa kendala yang dihadapi?

Apakah dalam menjalankan program kampung berkualitas, KUA beserta unsurnya dilibatkan?

Wahyu menjawab pertanyaan itu dengan lugas dan memberikan file data yang dibutuhkan untuk kelancaran penulisan skripsi Rahmi. 

Setelah beberapa lama, akhirnya wawancara selesai & Rahmipun pamit dengan senang hati dan penuh semangat untuk menuntaskan skripsinya. Salam Sukses, Wahyu Sang Penyuluh melepas Rahmi keluar KUA.


Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah tetapkan Ketua PDM Definitif



 

Wirid Pengajian: Melangitkan Sholat Khusyu'


Dasar: Al-Baqarah ayat 45-46

Tips Sholat Khusuyu':

1. Hudhurul qalbi

2. At-Tafahum

3. At-Ta'zhim

4. Al-Haibah

5. Ar-Raja'

6. Al-Haya'

(Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya' Uluumuddin)
 

Kamis, 15 Februari 2024

KHUTBAH JUM'AT: KEWAJIBAN MENJAGA PERSATUAN & PERPECAHAN YANG DIHARAMKAN




KHUTBAH PERTAMA

MUQADDIMAH

PUJI SYUKUR

SHALAWAT NABI

WASIAT TAQWA

TEMA KHUTBAH KITA ADALAH: "KEWAJIBAN MENJAGA PERSATUAN & PERPECAHAN YANG DIHARAMKAN"

Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,

Pada hari Rabu,14 Februari 2024 yang lalu, bangsa dan negara kita baru saja menggelar pesta demokrasi, yaitu pemilihan umum melalui mekanisme pemungutan suara, baik untuk calon presiden/wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Tk. Provinsi & DPRD Tk. Kabupaten/Kota. Masing2 kita yang memiliki hak suara telah menyalurkan aspirasi politik kita masing-masing sesuai pilihan dan keyakinan kita. Saat ini masih berlangsung penghitungan suara, mulai dari TPS, PPS Tk. Kelurahan, PPK Tk. Kecamatan, KPU Kab/Kota, lanjut nanti KPU Provinsi & KPU Pusat untuk tingkat Nasional.

Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita sama-sama berharap dan berdo'a, proses semua ini berlangsung dengan baik, aman, lancar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika & moralitas, menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran dan ajaran agama sehingga terpilih pemimpin bangsa terbaik, wakil rakyat terbaik yang mampu mengusung amanah yang sangat berat ini, mewujudkan masyarakat yang sejahtera, makmur, cerdas, thaat lagi diredhoi Allah SWT, sebuah negeri idaman yaitu negeri yang disebutkan dalam al-Qur'an sebagai negeri BALDATUN THAYYIBATUN WARABBUN GHAFUUR.

Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,

MAKA ADA BEBERAPA PESAN YANG INGIN KHATIB SAMPAIKAN PADA KHUTBAH KALI INI, YAITU:

  1. SELALU MENJAGA PERSATUAN BANGSA & PERSAUDARAAN ISLAM > QS.ALI IMRAN AYAT 103.                                                                                              Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:                                                                                              وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ              Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Āli ‘Imrān [3]:103)
                                                                                                                                                Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kita semua orang-orang yang beriman untuk selalu berpegang teguh pada tali agama Allah, yaitu ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an & Sunnah; yang mengajarkan kepada kita untuk saling bersatu, menjaga persatuan dan kesatuan, mengamalkan nilai kejujuran, kebenaran di seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai karena berbeda pilihan, perbedaan pendapat menimbulkan perpecahan, perselisihan, pertengkaran antara suami-istri bahkan perceraian, persaudaraan kakak adik yang lahir dari satu rahim ibu menjadi longgar, rusaknya hubungan bertetangga, menghancurkan persahabatan yang sudah sekian lama terjaga, kerukunan umat dan keamanan ketertiban masyarakat. MENJAGA PERSATUAN HUKUMNYA WAJIB, BERCERAI BERAI, BERPECAH BELAH, BERMUSUHAN HUKUMNYA HARAM. MENCEGAH TERJADINYA PERPECAHAN, KERUSUHAN SUATU KEHARUSAN, BERBEDA PILIHAN, BERBEDA PENDAPAT ADALAH HAL YANG DIBOLEHKAN/HAL YANG BIASA  & SUATU KENISCAYAAN >  QS. AL-HUJURAT AYAT 10.                  Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:                                                                                                             اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ                          Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. (Al-Ḥujurāt [49]:10)                       
  2. JANGAN BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH (MASA DEPAN & AMPUNAN ALLAH) > QS. AZ-ZUMAR AYAT 53,                                                      Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:                                                                              ۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar [39]:53)
                                                                                                                                                        Dalam hidup ini, tidak semua yang kita harapkan, yang kita inginkan akan terwujud, sekalipun dengan segenap ikhtiar, usaha dengan berbagai rencana, strategi, cost politik. Secara teologi setiap ikhtiar, usaha harus diiringi dengan do'a. Tidak cukup dengan ikhtiar dan do'a, perlu diikuti dengan tawakkal dengan menyerahkan semuanya pada kepada Allah SWT, dan puncaknya adalah redho atas ketetapan dan pilihan Allah SWT, kita berkehendak, Allah berkehendak maka yang berlaku adalah kehendak dan ketetapan, taqdir Allah SWT. Hal ini wajib kita imani dengan baik sehingga setelah pemilu ini berakhir, kita tidak ingin,  ada yang depresi, ada yang stress, menyalahkan orang lain bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa atau menjadi gila.                                                                                      
  3. JAGALAH AMANAH, NIAT & AMAL KEBAJIKAN/KARYA NYATA DI TENGAH-TENGAH-TENGAH UMAT > QS. AL-HAJJ AYAT 77.                                 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:                                                                                           يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ۩                              Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung. (Al-Ḥajj [22]:77)
                                                                                                                                                            Bagi yang terpilih dengan cara yang benar dan jujur, ingat amanah sangatlah berat, wajib ditunaikan semaksimal mungkin; pertanggungjawaban tidak hanya di dunia nanti juga di akhirat. Bagi yang nantinya terpilih dengan cara tidak jujur, tipu muslihat, main fitnah, penuh rekayasa, sogok; yakin dan percayalah bahwa Allah SWT mengetahui semua itu, mereka akan dihukum oleh rasa bersalah mereka sendiri, kehidupannya tidak akan berkah, pangkat jabatan itu justru akan menghinakan dan menyengsarakannya di kemudian hari, bisa dipenghujung hidupnya di dunia nanti ataupun pada mahkamah Allah SWT, MAKA SEGERALAH BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT SEBELUM TERLAMBAT. Bagi yang tidak terpilih tetaplah berbuat dan berkarya untuk umat, semoga usaha yang dilakukan menjadi amal sholeh, jagalah keikhlasan, berarti Allah SWT menginginkan hal lain dan bisa jadi menyelamatkan kita  dari  memikul tanggungjawab yang berat, sekaligus menyelamatkan dari kehinaan, kesengsaraan dunia dan akhirat. Pejuang tidak selalu menjadi pahlawan, pahlawan tidak harus menjadi pemenang, Allah lihat niat yang tulus ikhlas dan usaha yang sudah dilakukan, hal ini cukup untuk menuai pahala dan redho Allah SWT.          Ma'asysyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Akhirnya mari kita tutup khutbah ini dengan mengutip firman Allah SWT:                                                                                                                                                                                                                                                          قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ  وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ                                                          Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Āli ‘Imrān [3]:26)
Semoga dapat sama2 kita pahami dengan baik, Fa'tabiruu...ya Uulil Abshar la'allakum tuflihun.....

KHUTBAH KEDUA

Selasa, 13 Februari 2024

KONSULTASI KELUARGA: MENIKAH DI USIA DINI & KAWIN HAMIL?

 


KLIEN : ADE HERMAN, EKOR LUBUK

PERTANYAAN: 

Bagaimana anak dibawah umur tertangkap basah melakukan hubungan suami istri, menurut pengakuan mereka sudah berulangkali dilakukan, apakah mereka boleh dinikahkan atau bagaimana sebaiknya? Apabila dibolehkan nikah apa persyratan dan prosedurnya? Kalau ternyata hamil, apa mereka harus dinikahkan?

JAWABAN:

Pertama harus diketahui bahwa hubungan suami istri hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri yang sudah resmi menikah. Bagi remaja ataupun pemuda hendaknya menjaga agamanya dengan sebaik mungkin, jangan sampai terjerumus kepada pergaulan bebas atau perbuatan zina. Aspek pencegahan (preventif) harus diutamakan dan ini menjadi tanggungjawab bersama secara kolektif, orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat & pemerintah.

Bila terjadi kasus perzinahan di kalangan pelajar atau anak di bawah umur (UU No. 16 tahun 2019 Perubahan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun) seperti ditanyakan di atas, ada beberapa solusi:

1. Mereka diberikan pendampingan, edukasi dengan cara rehabilitasi baik oleh keluarga atau lembaga khusus sehingga mereka menyadari kesalahannya dan mau memperbaiki diri dan masa depannya, termasuk memberikan jaminan keberlangsungan pendidikannya. 

2. Apabila memang sudah tidak bisa dipisahkan, sudah menjadi kebiasaan bagi mereka, atas dasar kesepakatan keluarga dan keinginan mereka berdua tanpa paksaan untuk menikah, maka mereka dapat dinikahkan dengan syarat mengurus dispensasi pernikahan ke pengadilan agama sampai terbitnya izin dispensasi, kemudian datang registrasi ke KUA dengan memenuhi persyaratan administratif & hukum agama. Jadi tidak menempuh jalan untuk nikah liar, nikah dibawah tangan ataupun nikah sirri.

3. Menurut Kompilasi Hukum Islam, wanita hamil dapat dinikahkan dengan pria yang menghamilinya, tidak dibolehkan dinikahkan dengan pria lain untuk menutup malu atau aib keluarga. 

Wallahu A'lam





Senin, 12 Februari 2024

ISRA' MI'RAJ: MENEMBUS BATAS KEMAMPUAN ROHANI


TABLIGH AKBAR ISRA' MIRAJ NABI MUHAMMAD SAW

DI MUSHALLA AMANAH GUMALA

SENIN, 12 FEBRUARI 2024


Assalamu'alaikum Wr. Wb.,

Muqaddimah

Puji Syukur

Shalawat

Pengertian Isra' & Mi'raj; Isra' berasal dari kata asra, yusri, isra' (tambahan 1 huruf, tsulasi mazid biharfin) yang berarti memperjalankan; mi'raj isim alat dari 'araja yang berarti alat untuk naik berarti kendaraan; tangga (dipahami kendaraan itu bernama buraq). Sama timbangannya dengan miqtha' dari lafadz qatha'a yang berarti alat untuk memotong; gunting. Isra' wal mi'raj 2 bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam satu malam,bagian pertama dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha; bagian kedua dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

3 Hal yang melatar belakangi Isra' Mi'raj:

1. Boikot keras terintegrasi, baik ekonomi, sosial politik.

2. Kematian sang pembela dakwah; yaitu paman Nabi, Abu Thalib

3. Kematian istri nabi, Khadijah binti Khuwailid.

Persiapan Isra' Mi'raj: Dada Nabi dibelah (operasi) hatinya dicuci dengan air zam-zam oleh 3 Malaikat krn hati yang sucilah yang bisa datang menghdap/bertemu dengan Allah SWT. (Tazkiyyatun Nafsi) >  HR. Imam Bukhari

Tujuan Isra' Mi'raj bagi Nabi:

1. Menguatkan hati Nabi untuk terus berdakwah menyampaikan risalah Islam.

2. Menghibur hati Nabi dalam menghadapi tahun duka cita ('amul huzni).

3. Bukti kenabian Nabi Muhammad SAW benar-benar utusan Allah SWT.

Dasar QS. Al-Isra' (17) ayat 1

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya425) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al-Isrā' [17]:1)

Dari ayat ini dapat kita beberapa poin penting:
1. Isra' Mi'raj adalah peristiwa luar biasa dari isyarat lafadz Subhana (masak perjalanan begitu jauh dapat dilakukan hanya beberapa saat, hanya sebagian dari malam hari). di luar nalar & rasionalitas kebanyakan orang saat itu dari kalangan orang kafir, musyrik, munafiq memandang isra' mi'raj adalah Hoaxs paling heboh, berita paling viral (top news) seantero arab atau dunia saat itu, sampai dikatakan nabi gila, tukang ota, menghayal dsb.

Jika dengan mobil menempuh jarak, 16-18 jam rute 1 lewat pelestina 16 jam 52 mnt, rute 2 pesesir laut merah - yordan 17 jam 49 menit, rute 3 mekkah madinah- yordania 18 jam 12 menit); jalan kaki 1 bulan.
2. Ujian keimanan kepada Allah & Rasul (Allah subjek & Nabi sebagai objek > sikap kita harus sama dengan sikap yang diambil oleh Abu Bakar Shiddiq; benar & membenarkan kebenaran; dalam artian membiasakan kebenaran, bukan membenarkan kebiasaan.
3. Masjid ke Masjid sebagai poros kegiatan umat > QS. At-Taubah (9) ayat 18. Sholat sunat 2 rakaat, lalu Nabi ditawarkan minum anggur atau susu, Nabi memilih minum susu.
4. Mi'raj: Menjemput kewajiban Sholat > HR. Imam Muslim
    Langit pertama > Nabi Adam AS
    Langit kedua    > Nabi Isa AS & Nabi Yahya AS
    Langit ketiga    > Nabi Yusuf AS
    Langit Keempat  > Nabi Idris AS
    Langit Kelima    > Nabi Harun AS
    Langit Keenam  > Nabi Musa AS
    Langit Ketujuh  > Nabi Ibrahim AS
    Terus ke Sidratul Muntaha (Pohon bidara sebagai tempat terakhir/paling ujung yang bisa ditempuh Nabi SAW) menghadap Allah SWT menerima perintah Allah SWT awalnya 50 kali, atas saran Nabi Musa AS akhirnya menjadi shalat wajib 5 waktu sehari semalam.
Fungsi Sholat: Kitaaban Mauquuta, Furqaana, Amal Pertama yang dihisab, Mencegah Perbuatan Keci & Mungkar).
5. Inspirasi ilmu pengetahuan modern > QS. Ar-Rahman ayat 33
Wallahu A'lam




Jumat, 09 Februari 2024

KHUTBAH JUM'AT: HIKMAH ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW


MUQADDIMAH

PUJI SYUKUR & SHALAWAT

TAUSHIYYAH TAQWA

DASAR QS. AL-ISRA' (17): 1

MAKNA ISRA' & MI'RAJ & TUJUAN

HIKMAH:

1. IMAN KEPADA ALLAH > LAFADZ SUBHANA

2. IMAN KEPADA RASULULLAH > LAFADZ BI'ABDIHI, ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

3. MASJID PUSAT IBADAH & SOSIAL > QS. AT-TAUBAH (9): 18

4. MENEGAKKAN SHOLAT WAJIB & SUNNAH > QS. AL-ANKABUT (29): 45

5. INSPIRASI ILMU PENGETAHUAN MODERN > QS. AR-RAHMAN (55): 33

Wallahu A'lam


Jumat, 19 Januari 2024

Khutbah Jum'at: Makna Islam



KHUTBAH JUM'AT

ISLAM KAFFAH

DI MASJID HIDAYATUSSALAM KOTO PANJANG

19 JANUARI 2024

Makna Islam

Muqaddimah

Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah

Puji Syukur & Shalawat  

Pada kesempatan yang berbahagia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan kepada jamaah semuanya, marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar kita semua mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dengan menjadi Muslim Sejatilah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi untuk kebahagiaan  di akhirat kelak.

            Khutbah kali ini mengambil sebuah tema “MAKNA ISLAM”

Islam secara bahasa berasal dari kata SALIMA, YASLIMU, SILMU, yang artinya berserah diri, tunduk, patuh, selamat dan damai. Kemudian diberi tambahan TSULASTI MAZID SATU HURUF; ASLAMA-YUSLIMU-ISLAAMAN, yang berarti Menyerahkan diri, mematuhi, menyelamatkan dan mendamaikan.

Secara istilah: Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang berisi pedoman-pedoman, aturan-aturan, nilai-nilai pada seluruh aspek kehidupan yang membawa kepada keselamatan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat.

            As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”, berkata:

اْلإِسْلاَمُ هُوَ اْلاِسْتِسْلاَمُ لِلَّهِ بِالَّتْوِحْيِد وَاْلاِنْقِيَادُ لَهُ بِالطَّاعَةِ وَاْلاِبْتِعَادُ عَنِ الشِّرْكِ.

            Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik.”

            Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 208:

            Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keselurahan dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syethan, sesungguhnya syethan itu adalah musuh yang nyata bagimu”

            Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ؛ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ.

            Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara:

      1.    Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad  adalah utusan Allah

2.      Mendirikan shalat

3.      Mengeluarkan zakat.

4.      Menunaikan ibadah haji

5.      Berpuasa di bulan Ramadlan.”

            Inilah sendi-sendi Islam, yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

            Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna, maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya, dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya, maka ia adalah kafir yang nyata. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya, maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad, maka ia adalah munafiq.

            Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19.

            Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”.

            Maksud dari ayat di atas, bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam.

            Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau, maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85.

            Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya, sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi.”

            Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya, maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi.

            Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.

            Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal, yang tidak didasari keterangan kami, maka ia adalah tertolak”.

            Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir, bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat, baik dari segi aqidah maupun ibadah, baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 31.

            Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang.”

            Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula, dalam surat Al-Hasyr ayat 7.

            Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

            Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti, maka Islam itu dapat dibagi dua, yaitu:

1.      Islam dipandang dari segi umum

2.      Islam dipandang dari segi khusus

            Islam dipandang dari segi umum, bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti, syari’at mereka adalah Islam yang berarti, tunduk beribadah hanya kepada Allah semata, karena itu mereka disebut Al-Muslimun.

            Islam dipandang dari segi khusus, bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir, yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya, serta menjadi penutup bagi segenap rasul, maka barangsiapa dari ummat manusia, yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw , maka ia kafir.

            Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: وَالَّذِيْ  نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوْتُ وَلَمْ يُؤْمِنُ بِالَّذِيْ أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارَ. (رواه مسلم)

            Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya, tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini, baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani, kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa, melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka.” (hadits Muslim)           

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّ‍هِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.

            اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَأَمِتْنَا عَلَى اْلإِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

Jumat, 12 Januari 2024

Khutbah Jum'at: Menjadikan Allah Pemimpin Utama



 "MENJADIKAN ALLAH PEMIMPIN UTAMA"

di Masjid Nurul Hidayah Silaing Bawah

12 Januari 2024

Muqaddimah

Puji Syukur & Shalawat

Wasiat Taqwa

Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah

Tema Khutbah kita kali ini adalah "Menjadikan Allah Pemimpin Utama"

Kita dasari pada firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat 257 korelasi ayat/munasabatul ayah dg QS. An-Nisa' ayat 59.

Allah SWT berfirman:

ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ

أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

1. ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟

Allah memperkenalkan dirinya kepada kita dengan lafadz waliyy bagi orang-orang yang beriman. Kata pemimpin di dalam ayat memakai lafadz "wali", isim mufrad; jamaknya auliya' yang berarti pemimpin, pelindung, pengayom. seorang pasti punya wilayah (kata wilayah pecahan kata dari  wali) yang berarti kekuasaan yang mencakup daerah dan wewenang untuk mengatur, mengelola atau  memimpin.

Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah

Dalam konteks hubungan kita dengan Allah; Pemimpin orang-orang yang beriman itu adalah Allah SWT yang selalu melindungi, mengayomi, memimpin dengan adil, maha pengasih, maha penyayang. Oleh karena itu kita thaat, patuh, ikut kepada Allah SWT dalam berbagai aturan baik terkait dengan akidah, ibadah, mu'amalat & aturan lainnya yang kemudian kita sebut ajaran Islam yang bertujuan menyelamatkan kehidupan manusia baik dunia maupun akhirat.

2. يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ 

Ciri kepemimpinan Allah mengeluarkan orang yang beriman sebagai yang dipimpin dari kegelapan-kegelapan kepada satu cahaya; dari kekafiran kepada keimanan, dari kesesatan kepada petunjuk; dari kesengsaraan kepada kebahagiaan; dari diskriminasi kepada keadilan; dari kemiskinan kepada kemajuan; dari tertindas kepada keselamatan/keamanan; dari jahiliyyah kepada peradaban islamiyyah.

Oleh karena itu, sangatlah mustahil dan tidak rasional jika Allah SWT berkhianat atau zholim kepada makhluknya.

Dalam konteks hubungan dengan sesama manusia ciptaan Allah; kata wali ini sering dipakai istilah wali murid, wali nikah, wali nagari, walikota, gubernur, raja ataupun wakil rakyat.

Wali nikah adalah seorang laki-laki yang berwenang menikahkan seorang perempuan dengan laki-laki yang baik dan pastas untuk menjadi suami dari perempuan itu, maka wali harus bersifat adil yaitu thaat dan konsisten dalam beragama. Adapun wali yang tidak adil, tidak thaat, suka meninggalkan sholat, berjudi, merampok, narkoba ia dipandang sebagai wali fasiq; haknya sebagai wali nikah dapat dicabut dan berpindah kepada wali berikutnya.

Adapun pemimpin seperti walinagari, walikota, gubernur, presiden, raja, ataupun wakil rakyat harus bisa berperan sebagaimana perannya Allah SWT dalam mengatur alam semesta yang penuh dengan keteraturan, keamanan, dan harmoni.

3. وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ 

Adapun orang yang kafir, ingkar kepada Allah; pemimpinnya adalah thaghut. Dalam tafsir disebutkan thaghut itu adalah sosok yang dijadikan pemimpin dari kalangan iblis, setan, jin, kafir, fasiq, penyihir, hakim yang dzolim ataupun penguasa tirani. Dimana ciri kepemimpinannya adalah mengeluarkan orang dari cahaya kepada  kegelapan. Rakyat yang sudah makmur akhirnya menjadi sengsara, rakyat yang sudah thaat akhirnya berubah menjadi rakyat yang durhaka dan zholim.

Ma'sysyiral Muslimin Jamaah Jum'at Rahimakumullah

Maka oleh karena itu kita berharap pemimpin-pemimpin kita adalah pemimpin-pemimpin yang mempunyai visi perbaikan perubahan dari kegelapan menuju cahaya; bukan pemimpin yang berorientasi kepada kezholiman, kemungkaran dan kemaksiatan.

Barakallahu liy.......

Khutbah Kedua



Senin, 25 Desember 2023

Takziyyah ke Air Bangis


 

Takziyyah ke Air Bangis, 23-24 Desember 2023
Semoga husnul khotimah keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran serta keikhlasan oleh Allah SWT mohon maaf lahir dan batin 🙏🤲🤲🤲

Jumat, 01 Desember 2023

HJK Padang Panjang 233 Tahun 2023



 #penyuluhagamaislambergerak

HJK Padang Panjang 233
1 Desember 2023
Kota Serambi Mekkah
Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 35
وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ
(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari penyembahan terhadap berhala-berhala.
TAFSIR TAHLILI
Pada ayat-ayat ini, Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada umatnya kisah di waktu Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhannya, agar doa itu menjadi iktibar dan pelajaran bagi orang Arab waktu itu, karena Ibrahim a.s. itu adalah cikal-bakal dan asal keturunan mereka. Doa itu ialah: Ya Tuhan kami, jadikanlah negeri Mekah ini, negeri yang aman, tenteram, dan sentosa, serta terpelihara dari peperangan dan serangan musuh. Doa Nabi Ibrahim ini dikabulkan Tuhan, dan Dia telah menjadikan negeri Mekah dan sekitarnya, menjadi tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana. Di negeri itu dilarang menumpahkan darah, menganiaya orang, membunuh binatang, dan menebang tumbuh-tumbuhan yang berada di sana.
Allah berfirman:
اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا اٰمِنًا وَّيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَكْفُرُوْنَ ٦٧ (العنكبوت)
Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah? (al-‘Ankabūt/29: 67)
Orang-orang Arab dan orang-orang yang berdiam di sekitar Jazirah Arab, sejak dahulu hingga sekarang tetap memandang suci dan menghormati tanah haram itu. Bangsa Arab dahulu adalah bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang merasa terhina seandainya mereka tidak dapat menuntut bela atas pembunuhan atau penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kabilah terhadap anggota kabilahnya. Penuntutan bela itu merupakan suatu kewajiban suci untuk membela kehormatan kabilahnya yang telah ternoda itu. Oleh karena itu, mereka akan mengadakan penuntutan bela pada setiap kesempatan yang mungkin mereka lakukan. Kecuali jika mereka bertemu di tanah haram, mereka tidak akan melakukan penuntutan bela. Mereka menunggu di luar tanah haram. Setelah musuhnya itu keluar dari tanah haram, barulah mereka melakukan pembalasan dendam itu.
Demikian pula tanah haram itu dihormati dan terpelihara dari maksud jahat orang-orang yang hendak menghancurkan Ka’bah dan mengotorinya. Sebagaimana yang pernah dilakukan dan dialami oleh Abrahah, gubernur Ethiopia dan tentaranya. Abrahah yang beragama Nasrani itu dapat menak-lukkan Yaman yang beragama Yahudi. Ia bermaksud mengembangkan agama Nasrani di Yaman dan menciptakan Yaman menjadi pusat agama Nasrani di Jazirah Arab. Ia mengetahui pula bahwa orang-orang di Jazirah Arab sangat menghormati Ka’bah. Karena itu ia ingin memalingkan perhatian orang dari menghormati dan mengunjungi Ka’bah kepada menghormati dan mengunjungi suatu tempat atau bangunan yang ada di Yaman. Untuk memenuhi keinginannya itu, dibuatlah sebuah gereja besar dan megah di Yaman, namun penduduk Jazirah Arab tidak tertarik minatnya untuk mengunjungi, apalagi menghormati bangunan tersebut. Karena itu timbullah amarah Abrahah, maka disiapkannya pasukan tentara yang mengendarai gajah untuk menyerbu Mekah dan menghancurkan Ka’bah. Sekalipun ia dan tentaranya tidak mendapat perlawanan sedikit pun dari orang Mekah waktu itu, tetapi Allah swt menghancurkan Abrahah dengan tentaranya sampai mereka cerai berai.
Peristiwa kehancuran Abrahah dan bala tentaranya sewaktu menyerang Mekah ini, dilukiskan Allah swt dalam firman-Nya:
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ١ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ٢ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٣ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ ٥ (الفيل)
Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (al-Fīl/105: 1-5)
Pada hadis-hadis Rasulullah saw, banyak diterangkan tentang penetapan tanah Mekah sebagai tanah haram. Bahkan pada hadis yang diriwayatkan al-Bukhārī ditegaskan bahwa tanah Mekah telah ditetapkan Allah sebagai tanah haram sejak Allah menciptakan langit dan bumi:
عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ عَامَ الْفَتْحِ فَقَالَ يَااَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ اللهَ حَرَّمَ مَكَّةَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَاْلأَرْضَ فَهِيَ حَرَامٌ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لاَ يُعْضَدُ شَجَرُهَا وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهَا وَلاَ يَأْخُذُ حَوْطَتَهَا اِلاَّ مُنْشِدٌ. (رواه البخاري)
Dari Ṣafiyah binti Syaibah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw berkhotbah pada hari penaklukan Mekah, beliau berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram pada hari penciptaan langit dan bumi, maka Dia mengharamkannya sampai hari kiamat, tidak boleh dipotong tumbuh-tumbuhannya, tidak boleh diburu binatangnya dan tidak boleh mengambil barang temuannya kecuali orang yang akan mengumumkan.” (Riwayat al-Bukhārī)
Nabi Muhammad saw pernah berdoa kepada Allah swt agar Madinah dijadikan juga sebagai tanah haram. Doa itu diucapkan Rasulullah pada waktu kaum Muslimin menghadap beliau pada permulaan musim buah-buahan, untuk menghadiahkan buah-buahan itu kepada beliau. Tatkala beliau memegang buah-buahan yang diberikan itu, beliau berdoa:
ktfeã إِنَّ إِبْرَاهِيْمَ عَبْدُكَ وَخَلِيْلُكَ وَنَبِّيُكَ وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِّيُكَ وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَإِنِّي أَدْعُوْكَ لِلْمَدِيْنَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ وَمِثْلُهُ مَعَهُ.
Wahai Tuhan, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, dan nabi-Mu. Demikian pula aku adalah hamba dan nabi-Mu. Sesungguhnya Ibrahim telah berdoa kepada-Mu untuk Mekah, dan sesungguhnya aku berdoa pula untuk Madinah seperti ia mendoakan kepada-Mu untuk Mekah dan semisalnya (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)
Ibrahim juga berdoa agar ia dan keturunannya dihindarkan Allah swt dari perbuatan menyembah berhala, karena perbuatan itu menyesatkan manusia dari jalan yang benar ke jalan yang salah. Selanjutnya, Ibrahim menerangkan bahwa siapapun di antara anak cucunya itu yang mengikutinya, yaitu beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah semata, itulah orang-orang yang mengikuti agamanya. Sebaliknya siapa pun di antara anak cucunya itu yang tidak mengikuti agamanya, dan tidak mengikuti petunjuk Allah yang telah disampaikannya, maka Allah Maha Pengampun Mahakekal rahmat-Nya, Maha Penerima Tobat dengan menuntun manusia ke jalan yang benar.
Hal ini berarti bahwa siapapun yang mengakui sebagai pengikut Nabi Ibrahim a.s., tentulah ia menganut agama yang berdasarkan tauhid, mengakui bahwa Tuhan itu Esa tidak beranak, tidak dilahirkan atau diciptakan, dan tidak berserikat dengan sesuatupun, sebagaimana pengakuan penganut-penganut agama yang menyatakan bahwa asal agama mereka ialah agama Nabi Ibrahim. Mustahil jika suatu agama menyatakan sebagai pengikut ajaran Ibrahim padahal mereka mempersekutukan Allah, dan tidak memurnikan ketaatan dan ketundukan kepada Allah semata.
Doa Nabi Ibrahim ini tidak seluruhnya dikabulkan Allah karena banyak pula anak cucunya yang durhaka kepada Allah, di samping banyak pula yang beriman, bahkan ada pula yang diangkat menjadi nabi dan rasul.
Pada ayat yang lalu Allah swt menerangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim diangkat menjadi nabi dan rasul, ia pun berdoa pula agar anak cucunya di kemudian hari diangkat pula menjadi nabi dan rasul, tetapi Allah swt menjawab bahwa tidak seluruh doa Nabi Ibrahim itu dikabulkan Tuhan, karena orang-orang yang zalim, walaupun anak seorang nabi dan rasul, mustahil diangkat menjadi nabi dan rasul, seperti bapak dan kakeknya. Allah swt berfirman:
۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ ١٢٤ (البقرة)
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, ”Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, ”Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, ”(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (al-Baqarah/2: 124)
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin dilarang mengangkat orang-orang zalim sebagai pemimpin-pemimpin yang akan mengurus urusan mereka. Yang akan diangkat menjadi pemimpin itu hendaklah orang-orang yang masih berjiwa bersih, suka mengerjakan amal-amal yang saleh, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan larangan-larangan-Nya.